faktual.news – Kementerian Perdagangan (Kemendag) baru-baru ini meresmikan pengiriman perdana produk pinang dari PT Export Tani Nusantara, sebuah startup binaan Institut Pertanian Bogor (IPB), menuju pasar Bangladesh dan Maladewa. Acara pelepasan ekspor yang berlangsung di kampus IPB Jawa Barat ini bukan sekadar seremoni biasa, melainkan sebuah penanda keberhasilan nyata pelaku usaha Tanah Air dalam menembus kancah perdagangan global.
Momen penting ini beriringan dengan pelaksanaan program Campuspreneur, inisiatif Kemendag yang diluncurkan sejak 2 April lalu. Mengusung tema "Pengembangan Wirausaha Muda Berorientasi Ekspor", Campuspreneur menjadi wadah strategis untuk mencetak talenta-talenta muda yang siap bersaing di pasar dunia.

Menteri Perdagangan Budi Santoso menegaskan, program Campuspreneur merupakan hasil kolaborasi erat dengan sembilan belas perguruan tinggi terkemuka, termasuk IPB. Ini adalah manifestasi komitmen bersama untuk membimbing generasi muda agar memiliki daya saing global. Menurut Mendag, keberhasilan ekspor pinang ini menjadi bukti konkret bahwa gagasan inovatif bisa diubah menjadi produk bernilai, kemudian berkembang menjadi bisnis yang sukses, hingga akhirnya mampu menjadi eksportir tangguh. Inilah esensi dan tujuan utama yang ingin dicapai melalui Campuspreneur.
Campuspreneur sendiri didesain sebagai ekosistem terpadu yang menjembatani dunia akademik dengan kebutuhan pasar. Melalui program ini, para mahasiswa dan alumni dibekali dengan bimbingan kewirausahaan, akses informasi pasar yang relevan, pendampingan khusus untuk ekspor, fasilitas business matching, hingga dukungan promosi produk.
"Berbagai fasilitas dan dukungan tersebut kami hadirkan melalui serangkaian kegiatan seperti diskusi panel, pameran produk inovatif, coaching clinic, dan sesi konsultasi bisnis yang mendalam," ujar Budi Santoso. Acara tersebut turut dihadiri oleh jajaran pejabat tinggi Kemendag yang menunjukkan dukungan penuh terhadap inisiatif ini.


