faktual.news – Ratusan ribu pengguna Kereta Rel Listrik KRL Commuter Line harus menelan pil pahit pada Kamis pagi setelah dua insiden tragis menyebabkan kekacauan parah di sejumlah rute vital. KAI Commuter segera menyampaikan permohonan maaf yang mendalam atas gangguan perjalanan yang melumpuhkan sebagian layanan KRL Bogor dan Tangerang, membuat ribuan penumpang terlantar dan jadwal berantakan.
Direktur Utama KAI Commuter Purnomo Sidi mengungkapkan bahwa operasional layanan telah berangsur normal pada siang hingga sore hari. Namun, dampak insiden tersebut terasa begitu mendalam. Dua kejadian terpisah menjadi pemicu utama kekacauan ini.

Insiden pertama terjadi di lintas Bogor, ketika Commuter Line bernomor 1183 yang melayani rute Bogor-Jakarta Kota menabrak seorang individu yang nekat berada di jalur rel antara Stasiun Pasar Minggu dan Manggarai. Peristiwa ini tidak hanya menyebabkan kerusakan serius pada sistem pengereman KRL, khususnya pipa angin yang krusial, tetapi juga mengganggu kelancaran perjalanan secara signifikan.
Akibat kerusakan tersebut, rangkaian kereta api terpaksa dievakuasi menggunakan kereta penolong menuju Depo KRL Bukit Duri untuk perbaikan mendesak. Proses evakuasi yang memakan waktu ini membuat jalur rel dari Pasar Minggu menuju Manggarai tidak dapat dilalui, memaksa KAI Commuter memberlakukan sistem jalur tunggal demi mengurangi penumpukan keterlambatan.
Belum reda kekhawatiran di jalur Bogor, insiden kedua kembali mengguncang layanan KRL Tangerang. Commuter Line bernomor 1914 yang beroperasi dari Duri menuju Tangerang terlibat tabrakan dengan sepeda motor. Kecelakaan ini terjadi di sebuah perlintasan tidak resmi antara Stasiun Rawabuaya dan Batu Ceper. Dampaknya, bagian depan kabin kereta mengalami kerusakan signifikan.
Sama seperti di lintas Bogor, jalur antara Rawabuaya dan Batu Ceper juga sempat diberlakukan sistem satu jalur. Petugas terkait langsung diterjunkan ke lokasi kejadian untuk melakukan pemeriksaan dan perbaikan awal, memastikan keselamatan perjalanan dapat kembali terjamin.
VP Corporate Secretary KAI Commuter, Karina Amanda, merinci dampak langsung dari kedua insiden tersebut. Sebanyak sepuluh perjalanan KRL Bogor mengalami keterlambatan hingga lebih dari satu jam, bahkan dua perjalanan lainnya terpaksa dibatalkan. Sementara itu, delapan perjalanan KRL Tangerang juga terdampak dengan keterlambatan mencapai 48 menit.
Meskipun demikian, petugas layanan di stasiun-stasiun yang terkena dampak tetap sigap melayani pengguna, termasuk menyediakan surat keterangan keterlambatan bagi mereka yang membutuhkan. Pengaturan alur pengguna di area stasiun juga diperketat untuk menghindari penumpukan.
KAI Commuter mendesak seluruh pengguna untuk selalu mengedepankan keselamatan. Purnomo Sidi secara tegas mengimbau agar tidak memaksakan diri masuk ke KRL yang sudah padat dan tidak melintas di jalur rel demi alasan apapun.
Ke depan, KAI Commuter berkomitmen untuk terus berkoordinasi dan berkolaborasi dengan berbagai pihak guna mengoptimalkan keselamatan di jalur rel. Keselamatan di perlintasan sebidang ditekankan sebagai tanggung jawab bersama. Edukasi dan sosialisasi rutin akan terus digalakkan, sembari menyerukan kesadaran kolektif dari seluruh pengguna jalan raya untuk menjaga keselamatan saat melintas di perlintasan sebidang.


