Close Menu
Faktual News

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    Agar Tak Rebutan Wewenang BRAN Segera Matang

    12-10-2026 - 08.20

    Badai Krisis Mengancam Negara Berkembang

    12-10-2026 - 05.20

    UMKM Lokal Unjuk Gigi di MotoGP Mandalika

    11-10-2026 - 21.55
    FacebookX (Twitter)Instagram
    Faktual NewsFaktual News
    • Home
    • Olahraga
      • Sepakbola
      • Esports
    • Dunia
    Trending
    • Agar Tak Rebutan Wewenang BRAN Segera Matang
    • Badai Krisis Mengancam Negara Berkembang
    • UMKM Lokal Unjuk Gigi di MotoGP Mandalika
    • Momen Manis Pembalap Sapa Fans di Mandalika
    • Investasi Aman Cuan Maksimal di BRI
    • Rahasia Listrik Aman di MotoGP Mandalika
    • BRI Jadi Raja Merek Paling Berharga di Indonesia
    • RI Mesir Pererat Hubungan Strategis
    Faktual News
    Home - Market - Kisah Tragis Raja Properti China Ini Berakhir
    Market

    Kisah Tragis Raja Properti China Ini Berakhir

    22-08-2026 - 08.2002 Mins Read2
    kisah tragis raja properti china ini berakhir

    faktual.news – Pengadilan Tiongkok baru-baru ini menjatuhkan vonis penjara seumur hidup kepada Hui Ka Yan, sosok di balik raksasa properti Evergrande Group. Keputusan ini menandai akhir dari perjalanan seorang taipan yang pernah menduduki puncak kekayaan, setelah sebelumnya mengakui delapan dakwaan berat, termasuk penipuan dan penyuapan.

    Siapa sebenarnya Hui Ka Yan dan bagaimana ia bisa mencapai titik ini? Kisah hidupnya dimulai dari latar belakang yang jauh dari kemewahan. Lahir di Henan, Tiongkok, ia tumbuh dalam garis kemiskinan ekstrem. Ayahnya, seorang purnawirawan tentara yang berjuang di Perang Tiongkok-Jepang II, kemudian menyambung hidup sebagai pedagang. Kehilangan ibunya saat masih bayi, Hui dibesarkan oleh neneknya.

    Kisah Tragis Raja Properti China Ini Berakhir
    Gambar Istimewa : akcdn.detik.net.id

    Setelah menamatkan pendidikan menengah, Hui sempat bekerja di pabrik semen, bahkan menunjukkan kepemimpinan dengan menjadi kepala tim produksi. Namun, takdir membawanya ke dunia properti yang kelak mengubah hidupnya secara drastis. Pada tahun 1996, ia mendirikan Evergrande di Guangzhou. Dengan strategi ekspansi yang sangat agresif dan didukung oleh pinjaman besar, ia berhasil membawa perusahaannya melantai di bursa saham.

    Di bawah kepemimpinannya, Evergrande melesat menjadi salah satu pengembang properti terbesar di Tiongkok, dengan ribuan proyek tersebar di berbagai wilayah. Kapitalisasi pasar perusahaan ini bahkan pernah menyentuh angka fantastis, melampaui US$50 miliar atau sekitar Rp884,25 triliun. Tak hanya properti, Hui juga merambah sektor lain. Pada 2010, ia mengakuisisi klub sepak bola Guangzhou, menyuntikkan dana besar untuk pemain dan pelatih kelas dunia, dan berhasil membawa tim tersebut meraih tiga gelar liga.

    Berkat kerajaan bisnisnya yang menggurita dari properti, otomotif, hingga sepak bola, Hui Ka Yan sempat dinobatkan sebagai salah satu orang terkaya di Tiongkok, bahkan menyandang predikat orang terkaya di Asia versi Forbes pada 2017 dengan kekayaan mencapai US$45,3 miliar. Ia juga dikenal aktif membangun relasi dengan tokoh-tokoh bisnis terkemuka.

    Namun, strategi ekspansi yang terlalu bergantung pada utang menjadi bumerang. Perusahaan terus memperluas bisnisnya dengan sokongan pinjaman, tidak hanya untuk properti tetapi juga untuk berbagai sektor lainnya. Model bisnis ini, yang pada awalnya mendorong pertumbuhan pesat, akhirnya menjadi penyebab keruntuhan. Kekayaan Hui anjlok drastis, diperkirakan hanya tersisa sekitar US$3 miliar pada 2023, sebelum akhirnya ia harus menghadapi jerat hukum dan vonis seumur hidup yang mengakhiri era keemasannya.

    Ikuti Kami di Google News
    Share.FacebookTelegramWhatsAppCopy Link
    Putrawan Dian
    Putrawan Dian

      kontributor Faktual News yang mengkhususkan diri dalam pelaporan kategori Market dan Ekonomi Makro. Ia menyajikan analisis mendalam mengenai pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG), nilai tukar Rupiah, dan kebijakan moneter yang memengaruhi pasar keuangan.

      Baca Juga

      Agar Tak Rebutan Wewenang BRAN Segera Matang

      12-10-2026 - 08.20

      Badai Krisis Mengancam Negara Berkembang

      12-10-2026 - 05.20

      UMKM Lokal Unjuk Gigi di MotoGP Mandalika

      11-10-2026 - 21.55

      Momen Manis Pembalap Sapa Fans di Mandalika

      11-10-2026 - 21.20

      Investasi Aman Cuan Maksimal di BRI

      11-10-2026 - 18.55

      Rahasia Listrik Aman di MotoGP Mandalika

      11-10-2026 - 18.20
      Add A Comment
      Leave A ReplyCancel Reply

      Recent Posts

      • Agar Tak Rebutan Wewenang BRAN Segera Matang
      • Badai Krisis Mengancam Negara Berkembang
      • UMKM Lokal Unjuk Gigi di MotoGP Mandalika
      • Momen Manis Pembalap Sapa Fans di Mandalika
      • Investasi Aman Cuan Maksimal di BRI

      Recent Comments

      Tidak ada komentar untuk ditampilkan.

      Archives

      • Oktober 2026
      • September 2026
      • Agustus 2026
      • Juli 2026
      • Juni 2026
      • Mei 2026
      • April 2026
      • Maret 2026
      • Februari 2026
      • Januari 2026
      • Desember 2025
      • November 2025
      • Oktober 2025
      • September 2025
      • Agustus 2025
      • Juli 2025
      • Juni 2025
      • Mei 2025
      • April 2025

      Categories

      • Dunia
      • Esports
      • Market
      • Olahraga
      • Sepakbola
      Faktual News
      • Home
      • Redaksi
      • Pedoman Media Siber
      • Privacy Policy
      • Disklaimer
      • Kontak
      • Tentang Kami
      © 2026 faktual.news | KR Network

      Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.