Close Menu
Faktual News

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    Industri Tekstil RI Terancam Gulung Tikar

    27-09-2026 - 12.55

    Ekspansi Besar Benings Pratama Group

    27-09-2026 - 12.20

    Rahasia di Balik Sepiring Nasi yang Kita Makan

    27-09-2026 - 10.55
    FacebookX (Twitter)Instagram
    Faktual NewsFaktual News
    • Home
    • Olahraga
      • Sepakbola
      • Esports
    • Dunia
    Trending
    • Industri Tekstil RI Terancam Gulung Tikar
    • Ekspansi Besar Benings Pratama Group
    • Rahasia di Balik Sepiring Nasi yang Kita Makan
    • Misteri Miliarder Kripto Berharta Rp680 Triliun
    • Promo Haji dan Umrah Melimpah di Surabaya
    • Misteri Harga Saham Bayan Milik Haji Isam
    • Misi Rahasia Menkomdigi di Los Angeles
    • Solusi Praktis Tukar Valas di BRI Money Changer
    Faktual News
    Home - Market - Industri Tekstil RI Terancam Gulung Tikar
    Market

    Industri Tekstil RI Terancam Gulung Tikar

    27-09-2026 - 12.5503 Mins Read0
    industri tekstil ri terancam gulung tikar

    Faktual.news – Kondisi industri tekstil dan produk tekstil (TPT) di Indonesia kini tengah berada dalam titik nadir yang mengkhawatirkan. Alih-alih menjadi primadona ekonomi nasional, sektor padat karya ini justru mengalami kemunduran drastis hingga tertinggal jauh dari negara tetangga seperti Vietnam dan Kamboja.

    Ketua Bidang Ketenagakerjaan Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo), Bob Azam, mengungkapkan fakta pahit mengenai penurunan performa industri tekstil tanah air. Ia menyebutkan bahwa situasi saat ini sangat kontras jika dibandingkan dengan masa kejayaan industri ini pada tahun 2000-an. Kala itu, performa tekstil Indonesia bahkan sempat diklaim mampu melampaui kekuatan produksi China.

    Industri Tekstil RI Terancam Gulung Tikar
    Gambar Istimewa : akcdn.detik.net.id

    Bob menceritakan sebuah ironi yang dialami keluarganya. Seorang anggota keluarganya yang dulu berkarier di sektor perbankan pernah menyaksikan betapa kuatnya aliran kredit yang mengalir ke industri tekstil nasional karena prospeknya yang sangat cerah. Namun, realita saat ini justru menunjukkan sebaliknya.

    "Dulu industri kita dianggap lebih bagus dari China. Sekarang, jika dibandingkan dengan Vietnam saja, kontribusi kita hanya tinggal seperlima atau sekitar 20 persen. Bahkan, posisi kita sudah berada di bawah Kamboja," ujar Bob dalam sebuah diskusi mengenai daya saing ketenagakerjaan di Jakarta Pusat.

    Padahal, Bob menekankan bahwa ceruk pasar global untuk produk tekstil masih sangat luas. Sebagai industri padat karya, volumenya tetap besar di seluruh dunia, namun Indonesia justru kehilangan momentum untuk menguasai pasar tersebut.

    Menanggapi krisis ini, pemerintahan Presiden Prabowo Subianto mulai mengambil langkah nyata. Pemerintah saat ini tengah menggodok skema pemberian insentif Pajak Pertambahan Nilai (PPN) bagi para pelaku usaha tekstil. Insentif ini direncanakan menyasar perusahaan berorientasi ekspor yang menggunakan sistem tenaga kerja alih daya atau outsourcing. Meski demikian, detail mengenai apakah insentif ini berupa pembebasan penuh atau sekadar keringanan pajak masih belum diputuskan secara resmi.

    Meskipun menyambut baik rencana tersebut, Bob Azam memberikan catatan kritis. Menurutnya, insentif pajak hanyalah solusi jangka pendek yang bersifat membantu napas perusahaan agar tetap bertahan, namun bukan solusi permanen.

    "Insentif memang membantu mengurangi beban operasional, tapi kita tidak bisa terus-menerus bergantung pada insentif karena ada batas waktunya. Solusi yang berkelanjutan adalah dengan membenahi regulasi perburuhan," tegas Bob. Ia menilai perbaikan aturan ketenagakerjaan sangat krusial untuk menarik kembali minat investor skala besar ke Indonesia.

    Di sisi lain, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyebutkan bahwa Presiden Prabowo telah menginstruksikan langkah-langkah komprehensif. Selain insentif pajak, pemerintah akan fokus pada penguatan pasokan bahan baku, harmonisasi tarif dari hulu ke hilir, hingga tindakan tegas terhadap barang impor ilegal.

    "Gangguan utama selama ini adalah masuknya barang selundupan atau pakaian bekas dalam bentuk balpres. Presiden sudah memanggil Dirjen Bea dan Cukai agar masalah ini segera ditertibkan," kata Airlangga.

    Langkah penguatan lainnya mencakup fleksibilitas aturan kerja seperti Perjanjian Kerja Waktu Tertentu (PKWT) untuk menghadapi fluktuasi permintaan musiman, pemberian tax holiday, hingga dukungan pembiayaan melalui perbankan. Upaya penyelamatan ini menjadi sangat mendesak mengingat industri tekstil menyumbang 0,97 persen terhadap PDB nasional, menyerap sekitar 4 juta tenaga kerja, dan mencatatkan nilai ekspor hingga US$12 miliar.

    Ikuti Kami di Google News
    Share.FacebookTelegramWhatsAppCopy Link
    Putrawan Dian
    Putrawan Dian

      kontributor Faktual News yang mengkhususkan diri dalam pelaporan kategori Market dan Ekonomi Makro. Ia menyajikan analisis mendalam mengenai pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG), nilai tukar Rupiah, dan kebijakan moneter yang memengaruhi pasar keuangan.

      Baca Juga

      Ekspansi Besar Benings Pratama Group

      27-09-2026 - 12.20

      Rahasia di Balik Sepiring Nasi yang Kita Makan

      27-09-2026 - 10.55

      Misteri Miliarder Kripto Berharta Rp680 Triliun

      27-09-2026 - 10.20

      Promo Haji dan Umrah Melimpah di Surabaya

      27-09-2026 - 08.55

      Misteri Harga Saham Bayan Milik Haji Isam

      27-09-2026 - 08.20

      Misi Rahasia Menkomdigi di Los Angeles

      27-09-2026 - 05.55
      Add A Comment
      Leave A ReplyCancel Reply

      Recent Posts

      • Industri Tekstil RI Terancam Gulung Tikar
      • Ekspansi Besar Benings Pratama Group
      • Rahasia di Balik Sepiring Nasi yang Kita Makan
      • Misteri Miliarder Kripto Berharta Rp680 Triliun
      • Promo Haji dan Umrah Melimpah di Surabaya

      Recent Comments

      Tidak ada komentar untuk ditampilkan.

      Archives

      • September 2026
      • Agustus 2026
      • Juli 2026
      • Juni 2026
      • Mei 2026
      • April 2026
      • Maret 2026
      • Februari 2026
      • Januari 2026
      • Desember 2025
      • November 2025
      • Oktober 2025
      • September 2025
      • Agustus 2025
      • Juli 2025
      • Juni 2025
      • Mei 2025
      • April 2025

      Categories

      • Dunia
      • Esports
      • Market
      • Olahraga
      • Sepakbola
      Faktual News
      • Home
      • Redaksi
      • Pedoman Media Siber
      • Privacy Policy
      • Disklaimer
      • Kontak
      • Tentang Kami
      © 2026 faktual.news | KR Network

      Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.