faktual.news – Kisah inspiratif datang dari Adam Foroughi, seorang imigran asal Iran yang kini menjadi salah satu taipan teknologi paling sukses di Amerika Serikat. Di usianya yang ke-46, Foroughi berhasil membangun imperium digital AppLovin, sebuah raksasa di industri periklanan teknologi, yang menjadikannya memiliki harta melimpah.
Menurut data terbaru, kekayaan bersih Foroughi kini menyentuh angka fantastis US$11,2 miliar, atau setara dengan sekitar Rp197,67 triliun. Angka ini menempatkannya pada posisi ke-10 dalam daftar imigran terkaya di AS untuk tahun 2026, sebuah pencapaian luar biasa bagi seseorang yang memulai segalanya dari nol di negeri orang.

Perjalanan hidup Foroughi dimulai di Teheran, Iran, pada tahun 1980. Saat ia masih belia, keluarganya memutuskan untuk mengungsi ke California, AS, demi menghindari gejolak Perang Iran-Irak. Di tanah harapan baru ini, ayahnya berhasil merintis sebuah perusahaan konstruksi, menanamkan benih etos kerja keras dalam diri Adam.
Setelah menamatkan pendidikan menengahnya di Aliso Niguel High School, Foroughi melanjutkan studi ekonomi di salah satu universitas paling bergengsi di AS, University of California, Berkeley. Lulus dari Berkeley, ia sempat menjajal dunia perdagangan instrumen investasi derivatif sebelum akhirnya menemukan passion-nya di bidang pemasaran dengan mendirikan dua bisnis.
Titik balik besar terjadi pada tahun 2012. Bersama dua rekannya, John Krystinak dan Andrew Karam, Foroughi mencetuskan AppLovin di Palo Alto. Perusahaan ini berfokus pada pengembangan gim seluler dan periklanan digital, dengan Foroughi duduk sebagai CEO. Visi dan kepemimpinannya segera menarik perhatian investor besar, termasuk perusahaan ekuitas KKR yang menanamkan modal sekitar US$400 juta atau sekitar Rp7 triliun.
Di bawah kepemimpinan Foroughi, AppLovin tumbuh pesat dan memantapkan posisinya sebagai pemain kunci dalam industri pemasaran aplikasi. Puncaknya, pada 15 April 2021, AppLovin berhasil melantai di Bursa Saham Nasdaq AS dengan harga penawaran awal US$80 per saham. Kala itu, valuasi pasar perusahaan menembus US$24 miliar, atau sekitar Rp423,5 triliun. Keberhasilan ini sontak melambungkan kekayaan pribadi Foroughi hingga US$2 miliar, mengingat ia memiliki sekitar 11 persen saham perusahaan.
Setelah IPO, nilai pasar AppLovin terus meroket. Kapitalisasi pasarnya kini diperkirakan berada di kisaran US$102,33 miliar hingga US$104 miliar, setara dengan Rp1.590 triliun hingga Rp1.617 triliun. Tak hanya itu, AppLovin juga dikenal royal dalam memberikan kompensasi kepada para eksekutifnya. Pada tahun 2023 saja, Foroughi mengantongi US$83,4 juta per tahun, menjadikannya CEO dengan bayaran tertinggi ke-8 di AS.
Filosofi kerja keras menjadi kunci utama kesuksesan Foroughi. "Aset terbesar yang saya miliki—karena saya tidak pernah merasa sebagai orang paling cerdas dalam sebagian besar situasi yang saya hadapi—adalah bekerja lebih keras daripada orang-orang di sekitar saya," ungkap Foroughi dalam sebuah kesempatan. Ia menambahkan, "Ini berarti bekerja berjam-jam setiap harinya secara konsisten selama 15-20 tahun terakhir, dan tentu saja, hal itu membuka jalan bagi terciptanya nilai yang besar."
Pada tahun 2025, saham AppLovin mencapai rekor tertinggi sepanjang masa di US$745,61. Lonjakan ini didorong oleh kinerja keuangan perusahaan yang melampaui ekspektasi, seiring dengan tingginya permintaan untuk iklan digital dan gim seluler. Salah satu keunggulan kompetitif AppLovin adalah penggunaan mesin kecerdasan buatan Axon AI, yang secara cerdas mencocokkan iklan dengan pengguna yang paling relevan, meningkatkan efektivitas kampanye dan konversi pengguna.
Saat ini, Adam Foroughi menetap di Truckee, California, AS, bersama istrinya, Jaclyn Foroughi. Jaclyn sendiri merupakan lulusan Sekolah Bisnis Universitas Stanford yang aktif sebagai angel investor di berbagai perusahaan teknologi rintisan. Kisah Adam Foroughi adalah bukti nyata bahwa dengan kegigihan, kerja keras, dan visi yang tajam, impian terbesar pun bisa terwujud.


