Faktual News – Perdagangan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada sesi I Kamis (26/2) berakhir dengan catatan merah yang cukup dalam. Indeks kebanggaan bursa Tanah Air ini terpaksa berbalik arah, ditutup melemah signifikan 0,81 persen ke level 8.255,18, setelah sebelumnya sempat dibuka di posisi 8.322,22. Suasana pesimisme menyelimuti pasar, dengan mayoritas saham terpantau mengalami koreksi yang cukup berarti.
Berdasarkan statistik dari RTI Business, aktivitas pasar di sesi pertama hari ini menunjukkan volume transaksi yang tinggi namun didominasi oleh aksi jual. Sebanyak 26,32 miliar saham berpindah tangan, dengan frekuensi transaksi mencapai 1,74 juta kali. Total nilai transaksi yang tercatat juga cukup besar, mencapai Rp14,87 triliun, mengindikasikan tekanan jual yang signifikan dari para pelaku pasar.
Kondisi pasar yang kurang kondusif ini tercermin jelas dari performa saham-saham individual. Mayoritas emiten, tepatnya 450 saham, harus rela terkoreksi dan berakhir di zona merah. Sementara itu, hanya 202 saham yang mampu bertahan di zona hijau dengan mencatatkan penguatan, dan 163 saham lainnya terpantau tidak mengalami pergerakan harga alias stagnan.
Pelemahan ini bersifat menyeluruh, menyeret seluruh sektor ke area negatif. Sektor transportasi menjadi yang paling terpukul, anjlok hingga 2,60 persen. Disusul oleh sektor siklikal yang merosot 1,99 persen, dan sektor bahan baku yang juga melemah 1,77 persen. Sektor infrastruktur dan kesehatan turut merasakan dampak negatif, masing-masing turun 1,68 persen dan 1,45 persen. Tak ketinggalan, sektor energi juga harus kehilangan 1,22 persen dari nilainya.
Sektor-sektor lain juga tak luput dari tekanan jual yang masif. Sektor non-siklikal melemah 1,03 persen, sektor properti terkoreksi 0,91 persen, dan sektor teknologi turun 0,48 persen. Bahkan, sektor keuangan dan industrial yang sering dianggap lebih stabil pun tak mampu menahan gempuran, masing-masing merosot 0,34 persen dan 0,09 persen.
Sentimen negatif dari pasar domestik ini sejalan dengan mayoritas bursa Asia lainnya. Shanghai Composite Index tercatat turun tipis 0,08 persen, sementara Hang Seng Index Hong Kong merosot lebih dalam 0,55 persen. Hanya Nikkei 225 Index Tokyo yang mampu mencatatkan kenaikan tipis 0,10 persen, menjadi sedikit pengecualian di tengah gelombang pelemahan regional yang terjadi.
