Close Menu
Faktual News

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    Antam Ambles! Harga Emas Hari Ini: Galeri24 & UBS Kokoh

    16-02-2026 - 21.20

    IHSG Menguat, Tapi Ada ‘Bom Waktu’ dari MSCI?

    16-02-2026 - 14.20

    Prabowo ‘Gedor’ Danantara: RoA 7% Harga Mati! Strategi Berubah Total?

    16-02-2026 - 05.20
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Faktual NewsFaktual News
    • Home
    • Olahraga
      • Sepakbola
      • Esports
    • Dunia
    Trending
    • Antam Ambles! Harga Emas Hari Ini: Galeri24 & UBS Kokoh
    • IHSG Menguat, Tapi Ada ‘Bom Waktu’ dari MSCI?
    • Prabowo ‘Gedor’ Danantara: RoA 7% Harga Mati! Strategi Berubah Total?
    • BEI Segera Berubah! Skema Baru Demutualisasi Terungkap!
    • Rupiah Bangkit! Keputusan The Fed Guncang Dunia Keuangan?
    • IHSG Merah Membara! Ini Dia Dalang di Balik Anjloknya Bursa!
    • Gawat! IHSG Merah, Sektor Ini Jadi Penyelamat?
    Faktual News
    Home - Market - IHSG Menguat, Tapi Ada ‘Bom Waktu’ dari MSCI?
    Market

    IHSG Menguat, Tapi Ada ‘Bom Waktu’ dari MSCI?

    16-02-2026 - 14.2003 Mins Read0
    ihsg menguat tapi ada 8216 bom waktu 8217 dari msci

    Faktual News – Penguatan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) belakangan ini, setelah sempat tertekan hebat akibat keputusan ‘interim freeze’ rebalancing oleh Morgan Stanley Capital International (MSCI), rupanya belum sepenuhnya melegakan. PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia menyoroti bahwa pergerakan positif tersebut masih dibayangi oleh sejumlah keraguan, mengindikasikan bahwa pemulihan kepercayaan terhadap transparansi dan kredibilitas pasar saham Indonesia belum sepenuhnya pulih.

    Head of Research and Chief Economist Mirae Asset Sekuritas, Rully Arya Wisnubroto, dengan lugas menyatakan bahwa penguatan yang terjadi belum menunjukkan tanda-tanda keberlanjutan. Indikasi paling nyata adalah berlanjutnya aksi jual bersih (net outflow) oleh investor asing, yang tercatat mencapai Rp2,02 triliun pada perdagangan 13 Februari 2026. Aksi jual ini, menurut Rully, terutama menyasar saham-saham berkapitalisasi jumbo seperti PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), yang kerap menjadi barometer pasar.

    IHSG Menguat, Tapi Ada 'Bom Waktu' dari MSCI?
    Gambar Istimewa : foto.kontan.co.id

    "Untuk saat ini, kami belum melihat tanda-tanda penguatan yang berkelanjutan, meskipun regulator dan bursa telah mengeluarkan sejumlah kebijakan guna memperbaiki persepsi, kredibilitas, serta tingkat investabilitas pasar," kata Rully dalam keterangan resmi yang diterima pada Senin, 16 Februari 2026. Ia menambahkan bahwa sebelum MSCI mengeluarkan keputusan final terkait status pasar saham Indonesia, risiko volatilitas IHSG diprediksi masih sangat tinggi, diiringi potensi tekanan jual yang terus berlanjut dari investor global.

    Sentimen Global dan Respons Regulator Jadi Penentu Arah Pasar

    Prospek pergerakan IHSG ke depan, setidaknya dalam jangka pendek, masih akan diselimuti ketidakpastian. Faktor-faktor penentu meliputi keputusan akhir MSCI, arah arus modal asing, serta dinamika sentimen eksternal seperti prospek pemangkasan suku bunga The Fed dan fluktuasi harga komoditas global.

    Namun, secercah harapan tetap ada dari sisi domestik. Peluang penguatan IHSG akan terbuka lebar apabila kebijakan pemerintah dan regulator mampu menegaskan komitmen kuat terhadap peningkatan tata kelola (governance) dan likuiditas pasar. "Stabilitas makroekonomi yang relatif terjaga, inflasi rendah, serta potensi pemangkasan suku bunga acuan Bank Indonesia dapat menjadi katalis positif yang signifikan bagi saham-saham berorientasi domestik," imbuh Rully.

    Meski demikian, Mirae Asset menilai bahwa investor akan tetap bersikap selektif hingga terdapat kepastian mengenai status Indonesia dalam klasifikasi pasar MSCI, serta kejelasan arah kebijakan moneter global.

    Menyikapi situasi ini, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bursa Efek Indonesia (BEI) telah bergerak cepat dengan melakukan dua kali pertemuan dengan MSCI. Pada pertemuan pertama tanggal 2 Februari 2026, OJK dan BEI mengajukan tiga proposal krusial. Tiga poin krusial yang diajukan mencakup klasifikasi investor menjadi 28 jenis, perincian data pemegang saham yang tidak lagi terbatas pada kepemilikan di atas 5 persen (keterbukaan ini akan mencakup kepemilikan saham di atas 1 persen), hingga kenaikan free float saham menjadi 15 persen.

    Pada pertemuan kedua yang berlangsung 11 Februari 2026, BEI menambahkan usulan penting lainnya, yakni penerbitan shareholders concentration list atau daftar saham yang terindikasi memiliki pemegang saham yang terkonsentrasi. Dengan demikian, masa depan IHSG akan sangat bergantung pada respons pasar terhadap upaya perbaikan ini dan, yang terpenting, keputusan final dari MSCI yang akan menentukan arah kepercayaan investor global terhadap pasar modal Indonesia.

    Ikuti Kami di Google News
    Share. Facebook Telegram WhatsApp Copy Link
    Putrawan Dian
    Putrawan Dian

    kontributor Faktual News yang mengkhususkan diri dalam pelaporan kategori Market dan Ekonomi Makro. Ia menyajikan analisis mendalam mengenai pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG), nilai tukar Rupiah, dan kebijakan moneter yang memengaruhi pasar keuangan.

    Baca Juga

    Antam Ambles! Harga Emas Hari Ini: Galeri24 & UBS Kokoh

    16-02-2026 - 21.20

    Prabowo ‘Gedor’ Danantara: RoA 7% Harga Mati! Strategi Berubah Total?

    16-02-2026 - 05.20

    BEI Segera Berubah! Skema Baru Demutualisasi Terungkap!

    15-02-2026 - 21.20

    15-02-2026 - 14.20

    Rupiah Bangkit! Keputusan The Fed Guncang Dunia Keuangan?

    15-02-2026 - 05.20

    IHSG Merah Membara! Ini Dia Dalang di Balik Anjloknya Bursa!

    14-02-2026 - 21.20
    Add A Comment
    Leave A Reply Cancel Reply

    Recent Posts

    • Antam Ambles! Harga Emas Hari Ini: Galeri24 & UBS Kokoh
    • IHSG Menguat, Tapi Ada ‘Bom Waktu’ dari MSCI?
    • Prabowo ‘Gedor’ Danantara: RoA 7% Harga Mati! Strategi Berubah Total?
    • BEI Segera Berubah! Skema Baru Demutualisasi Terungkap!
    • (tanpa judul)

    Recent Comments

    Tidak ada komentar untuk ditampilkan.

    Archives

    • Februari 2026
    • Januari 2026
    • Desember 2025
    • November 2025
    • Oktober 2025
    • September 2025
    • Agustus 2025
    • Juli 2025
    • Juni 2025
    • Mei 2025
    • April 2025

    Categories

    • Dunia
    • Esports
    • Market
    • Olahraga
    • Sepakbola
    Faktual News
    • Home
    • Redaksi
    • Pedoman Media Siber
    • Privacy Policy
    • Disklaimer
    • Kontak
    • Tentang Kami
    © 2026 faktual.news | KR Network

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.