faktual.news – Investor emas Antam dihadapkan pada kejutan tak terduga pekan ini. Harga logam mulia batangan PT Aneka Tambang (Antam) tercatat melorot tajam, kehilangan nilai hingga Rp21 ribu per gram dalam kurun waktu 13 hingga 18 Juli 2026. Penurunan signifikan ini tentu memicu perhatian serius dari para pemilik dan calon pembeli emas.
Mengawali pekan pada Senin 13 Juli, harga emas Antam 24 karat masih bertengger di angka Rp2.635.000 per gram. Namun, euforia tersebut tak bertahan lama. Hingga penutupan perdagangan Sabtu 18 Juli, nilainya anjlok menjadi Rp2.614.000 per gram. Sepanjang periode tersebut, dinamika harga emas memang menunjukkan pola yang cukup bergejolak. Sempat mencapai puncak di level pembukaan pekan, harga emas kemudian menyentuh titik terendah pada Jumat 17 Juli di angka Rp2.606.000 per gram.

Pergerakan harian emas Antam bak roller coaster. Setelah dibuka kuat, harga langsung merosot Rp20 ribu per gram pada Selasa 14 Juli, menjadi Rp2.615.000. Sehari berselang, Rabu 15 Juli, harga kembali bangkit dengan kenaikan serupa Rp20 ribu, kembali ke posisi awal Rp2.635.000 per gram. Namun, momentum positif itu tak mampu bertahan. Dua hari berikutnya, tekanan jual kembali mendominasi. Kamis 16 Juli, harga turun tipis Rp3 ribu per gram, kemudian pada Jumat 17 Juli, penurunan semakin dalam hingga Rp27 ribu per gram, mencapai titik terendah pekan ini. Akhir pekan, Sabtu 18 Juli, harga emas sedikit menguat Rp8 ribu per gram, menutup perdagangan di angka Rp2.614.000 per gram.
Tak hanya harga jual, skema buyback atau harga pembelian kembali oleh Antam juga tak luput dari pelemahan. Dalam sepekan, harga buyback anjlok Rp46 ribu per gram, dari semula Rp2.395.000 menjadi Rp2.349.000 per gram. Penurunan ini tentu menjadi pertimbangan penting bagi masyarakat yang berencana menjual kembali emas mereka ke Antam. Fluktuasi tajam ini menegaskan kembali sifat pasar emas yang selalu dinamis dan penuh kejutan.


