Close Menu
Faktual News

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    Strategi Efisiensi Besar Disney

    04-11-2026 - 21.55

    Misi KKP Sejahterakan Nelayan di 27 Titik

    04-11-2026 - 21.20

    Saham PGE Tertekan Sentimen Global

    04-11-2026 - 18.55
    FacebookX (Twitter)Instagram
    Faktual NewsFaktual News
    • Home
    • Olahraga
      • Sepakbola
      • Esports
    • Dunia
    Trending
    • Strategi Efisiensi Besar Disney
    • Misi KKP Sejahterakan Nelayan di 27 Titik
    • Saham PGE Tertekan Sentimen Global
    • Nasib Gaji Ahli Gizi di Program Makan Gratis
    • Duit Asing Serbu Pasar Keuangan Indonesia
    • Rupiah Tertekan di Level 18.168
    • Simpanan Jumbo Melejit Drastis
    • Kesempatan Terakhir Ikut Magang Nasional
    Faktual News
    Home - Market - Harga Cabai Rawit Meledak di Wilayah Timur
    Market

    Harga Cabai Rawit Meledak di Wilayah Timur

    03-11-2026 - 16.2003 Mins Read0
    harga cabai rawit meledak di wilayah timur

    Faktual.news – Kondisi harga pangan di sejumlah wilayah Indonesia kini tengah berada dalam situasi yang mengkhawatirkan. Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan adanya lonjakan harga komoditas cabai rawit yang sangat drastis, bahkan menembus angka fantastis di beberapa provinsi.

    Berdasarkan data terbaru, inflasi tahunan atau year-on-year (yoy) untuk komoditas cabai rawit di Provinsi Gorontalo tercatat mencapai angka 272,87 persen. Angka ini diikuti oleh Sulawesi Utara yang mengalami kenaikan sebesar 269,10 persen. Tak hanya itu, Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat juga tidak luput dari tren kenaikan harga yang ekstrem, masing-masing sebesar 262,66 persen dan 202,11 persen.

    Harga Cabai Rawit Meledak di Wilayah Timur
    Gambar Istimewa : akcdn.detik.net.id

    Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS, Ateng Hartono, menjelaskan bahwa meskipun kenaikan harga secara bulanan (month-to-month) mulai menunjukkan tanda-tanda melandai, namun level harga yang sudah terlanjur tinggi membuat angka inflasi tahunan tetap membengkak.

    "Meskipun inflasi bulanan di Gorontalo tercatat 3,91 persen dan Sulawesi Utara 1,64 persen, ini tetap menunjukkan adanya kenaikan harga. Karena harga dasarnya sudah sangat tinggi, maka secara tahunan angkanya tetap melonjak di atas 200 persen," ujar Ateng dalam Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Daerah, Selasa (3/11).

    Ateng menekankan pentingnya perhatian serius dari pemerintah daerah dalam menghadapi akhir tahun. Penurunan inflasi bulanan yang kecil belum tentu mampu menarik turun angka inflasi tahunan secara signifikan jika harga komoditas di pasar masih tertahan di level tinggi.

    Selain cabai rawit, BPS juga menyoroti fluktuasi harga minyak goreng. Secara nasional, minyak goreng sebenarnya mengalami deflasi bulanan sebesar 0,44 persen pada Oktober 2026. Namun, jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya, harga minyak goreng masih mencatat inflasi tahunan sebesar 9,39 persen.

    Kondisi ini terjadi karena perbedaan periode acuan. Penurunan harga dalam satu bulan tidak serta-merta menghapus jejak kenaikan harga yang telah terjadi sepanjang tahun. Beberapa wilayah seperti Sulawesi Tenggara, Lampung, hingga Nusa Tenggara Barat bahkan mencatat inflasi minyak goreng hingga dua digit.

    Sektor perikanan juga menjadi penyumbang inflasi yang cukup signifikan, terutama di kawasan Indonesia Timur. Papua mencatat inflasi ikan segar tertinggi sebesar 20,03 persen, disusul oleh Papua Tengah dan Sulawesi Utara. Di Sulawesi Utara, selain cabai rawit, kenaikan harga ikan seperti malugis dan cakalang, serta tarif angkutan udara, turut mendorong laju inflasi di wilayah tersebut.

    Terakhir, BPS memberikan peringatan khusus terkait komoditas beras. Di Kalimantan Tengah dan Kalimantan Selatan, inflasi beras masih berada di kisaran 17 persen dan 12 persen. Mengingat beras memiliki bobot yang sangat besar dalam perhitungan inflasi nasional, stabilitas harga beras menjadi kunci utama dalam menjaga daya beli masyarakat hingga akhir tahun.

    Ikuti Kami di Google News
    Share.FacebookTelegramWhatsAppCopy Link
    Putrawan Dian
    Putrawan Dian

      kontributor Faktual News yang mengkhususkan diri dalam pelaporan kategori Market dan Ekonomi Makro. Ia menyajikan analisis mendalam mengenai pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG), nilai tukar Rupiah, dan kebijakan moneter yang memengaruhi pasar keuangan.

      Baca Juga

      Strategi Efisiensi Besar Disney

      04-11-2026 - 21.55

      Misi KKP Sejahterakan Nelayan di 27 Titik

      04-11-2026 - 21.20

      Saham PGE Tertekan Sentimen Global

      04-11-2026 - 18.55

      Nasib Gaji Ahli Gizi di Program Makan Gratis

      04-11-2026 - 18.20

      Duit Asing Serbu Pasar Keuangan Indonesia

      04-11-2026 - 16.55

      Rupiah Tertekan di Level 18.168

      04-11-2026 - 16.20
      Add A Comment
      Leave A ReplyCancel Reply

      Recent Posts

      • Strategi Efisiensi Besar Disney
      • Misi KKP Sejahterakan Nelayan di 27 Titik
      • Saham PGE Tertekan Sentimen Global
      • Nasib Gaji Ahli Gizi di Program Makan Gratis
      • Duit Asing Serbu Pasar Keuangan Indonesia

      Recent Comments

      Tidak ada komentar untuk ditampilkan.

      Archives

      • November 2026
      • Oktober 2026
      • September 2026
      • Agustus 2026
      • Juli 2026
      • Juni 2026
      • Mei 2026
      • April 2026
      • Maret 2026
      • Februari 2026
      • Januari 2026
      • Desember 2025
      • November 2025
      • Oktober 2025
      • September 2025
      • Agustus 2025
      • Juli 2025
      • Juni 2025
      • Mei 2025
      • April 2025

      Categories

      • Dunia
      • Esports
      • Market
      • Olahraga
      • Sepakbola
      Faktual News
      • Home
      • Redaksi
      • Pedoman Media Siber
      • Privacy Policy
      • Disklaimer
      • Kontak
      • Tentang Kami
      © 2026 faktual.news | KR Network

      Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.