faktual.news – PT Bank Syariah Indonesia Tbk BSI bersama Danantara Indonesia kini semakin serius menggarap potensi usaha mikro kecil dan menengah UMKM di tanah air. Kemitraan strategis ini bukan sekadar menyalurkan pembiayaan melainkan membangun ekosistem terpadu yang mendorong pelaku usaha untuk berkembang pesat dan menembus pasar yang lebih luas.
Direktur Utama BSI Anggoro Eko Cahyo menegaskan UMKM adalah fondasi utama ekonomi bangsa sekaligus sektor vital dalam pengembangan ekosistem halal di Indonesia. Oleh karena itu BSI menerapkan strategi komprehensif yang mencakup pendampingan usaha peningkatan kapasitas sumber daya manusia sertifikasi halal akses pembiayaan syariah digitalisasi hingga perluasan jangkauan pasar baik di dalam maupun luar negeri.

Saat ini BSI telah menjangkau lebih dari 340.000 pelaku UMKM. Bersama Danantara Indonesia perseroan juga mengoperasikan empat BSI UMKM Center yang tersebar di Aceh Yogyakarta Surabaya dan Makassar. Pusat-pusat ini berfungsi sebagai sentra pengembangan dan pelatihan bagi ribuan UMKM.
Hingga kini lebih dari 6.000 pelaku UMKM telah merasakan manfaat pendampingan dari fasilitas tersebut. BSI UMKM Center menyediakan beragam layanan mulai dari pelatihan konsultasi bisnis dukungan pemasaran akses pembiayaan hingga ruang pamer produk-produk UMKM binaan. Melalui program ini BSI menargetkan agar para pelaku usaha dapat beroperasi secara legal memiliki kelayakan bisnis bankable serta daya saing tinggi.
Anggoro menambahkan visi BSI adalah mentransformasi UMKM dari sekadar penerima pembiayaan menjadi bagian integral dari ekosistem yang kuat yang membuat pelaku usaha benar-benar naik kelas. Hal ini sejalan dengan upaya pemerintah dalam menghadirkan ekosistem UMKM nasional yang berdaya saing.
Selain BSI UMKM Center BSI juga mengintensifkan program pemberdayaan melalui 35 Sentra UMKM yang didukung dana zakat. Program ini dirancang khusus untuk membantu pelaku usaha dari kelompok mustahik agar dapat berkembang menjadi entitas usaha yang mandiri dan berdaya saing. Di tingkat desa BSI turut membangun 23 Desa BSI yang berfokus pada mengoptimalkan potensi ekonomi daerah melalui pemberdayaan masyarakat berbasis desa.
Anggoro menjelaskan penguatan UMKM dilakukan melalui lima pilar strategi utama. Pertama peningkatan kualitas sumber daya manusia. Kedua percepatan sertifikasi halal. Ketiga pengembangan rantai nilai halal dari hulu hingga hilir. Keempat penyediaan pembiayaan syariah yang inklusif. Kelima penguatan inovasi dan digitalisasi usaha.
Dari sisi pembiayaan hingga Mei 2026 total pembiayaan ritel dan UMKM yang disalurkan BSI mencapai Rp54,80 triliun. Angka ini menunjukkan pertumbuhan signifikan sebesar 11,14 persen secara tahunan. Pembiayaan tersebut menjangkau lebih dari 340.000 pelaku usaha melalui skema KUR Syariah pembiayaan mikro dan segmen SME.
Perseroan juga terus mendorong akselerasi digitalisasi UMKM melalui berbagai platform seperti Portal UMKM BSI BEWIZE by BSI BSI QRIS serta BYOND by BSI. Inisiatif ini bertujuan memperkuat daya saing pelaku usaha di era ekonomi digital yang serba cepat.
Anggoro menutup dengan menekankan bahwa ketika UMKM naik kelas dampaknya meluas tidak hanya pada satu pelaku usaha. Hal ini akan menciptakan lapangan kerja baru meningkatkan taraf hidup masyarakat menguatkan industri halal nasional dan memacu roda perekonomian daerah. Inilah nilai ekonomi dan peran bank syariah sekaligus nilai sosial yang terus kami bangun bersama Danantara Indonesia.


