Close Menu
Faktual News

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    4 Provinsi Ini Bikin Geger Ekonomi Syariah Nasional

    06-07-2026 - 21.21

    Kementan Bocorkan Harga Ayam Telur Peternak Lega

    06-07-2026 - 18.21

    Pajak JHT Bikin Penasihat Presiden Meradang

    06-07-2026 - 14.21
    FacebookX (Twitter)Instagram
    Faktual NewsFaktual News
    • Home
    • Olahraga
      • Sepakbola
      • Esports
    • Dunia
    Trending
    • 4 Provinsi Ini Bikin Geger Ekonomi Syariah Nasional
    • Kementan Bocorkan Harga Ayam Telur Peternak Lega
    • Pajak JHT Bikin Penasihat Presiden Meradang
    • Bongkar Saham Pilihan Para Ahli Pekan Depan
    • Mandiri Donor Darah Guncang 12 Wilayah
    • Rahasia Liburan Hemat Prambanan Jazz Terungkap
    • Wanita Rp309 T Kendalikan Jaringan Supermarket Diskon
    • Tokopedia Guncang PHK GoTo Ungkap Fakta Baru
    Faktual News
    Home - Market - Bongkar Saham Pilihan Para Ahli Pekan Depan
    Market

    Bongkar Saham Pilihan Para Ahli Pekan Depan

    06-07-2026 - 08.2104 Mins Read0
    bongkar saham pilihan para ahli pekan depan

    faktual.news – Pasar modal Indonesia kembali menyajikan drama menarik. Setelah sempat terseok-seok sepanjang pekan, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tiba-tiba melesat tajam pada penutupan perdagangan Jumat lalu, melonjak 2,28 persen dan bertengger di level 5.875. Sebuah penutupan yang memancing optimisme, namun apakah ini sinyal kebangkitan atau hanya euforia sesaat? Para analis kini membocorkan saham-saham pilihan yang berpotensi mendulang cuan di tengah ketidakpastian ini.

    Meskipun IHSG menunjukkan kekuatan di akhir pekan, kinerja keseluruhan pasar selama periode 29 Juni hingga 3 Juli 2026 justru mencatatkan tren negatif. Sekretaris Perusahaan Bursa Efek Indonesia (BEI) Kautsar Primadi Nurahmad mengungkapkan, kapitalisasi pasar bursa mengalami penyusutan tipis 0,14 persen, dari Rp10.302 triliun menjadi Rp10.287 triliun. Lebih lanjut, rata-rata volume transaksi harian anjlok 30,35 persen, dari 25,18 miliar menjadi 17,54 miliar lembar saham. Penurunan juga terlihat pada rata-rata nilai transaksi harian yang melorot 35,90 persen, serta frekuensi transaksi harian yang berkurang 16,71 persen. Ironisnya, di tengah gejolak ini, investor asing masih mencatatkan nilai jual bersih (net sell) fantastis sebesar Rp74,42 triliun sepanjang tahun 2026, meskipun pada Jumat kemarin sempat membukukan net buy tipis Rp6,08 miliar.

    Bongkar Saham Pilihan Para Ahli Pekan Depan
    Gambar Istimewa : akcdn.detik.net.id

    Lantas, bagaimana prospek pergerakan IHSG untuk pekan mendatang? Analis Teknikal MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana, memprediksi ruang gerak penguatan indeks saham mulai terbatas. Menurutnya, IHSG akan bergerak dalam rentang support 5.486 dan resistance 6.286. Sentimen yang patut dicermati investor meliputi rilis data cadangan devisa dan Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) Indonesia, neraca dagang, hingga hasil risalah rapat Federal Open Market Committee (FOMC Minutes). Tak hanya itu, peluang kenaikan harga emas juga masih terbuka, sementara nilai tukar rupiah yang masih bertahan di level psikologis Rp18 ribu per dolar AS juga akan menjadi perhatian utama.

    Berdasarkan analisis teknikalnya, Herditya merekomendasikan beberapa saham menarik. Pertama, PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JPFA) yang pekan lalu ditutup menguat 4,37 persen di posisi 2.030. Ia memproyeksikan JPFA berpotensi mencapai level 2.210. Kedua, saham Multipolar (MLPL) yang melonjak 3,80 persen ke posisi 82. Target Herditya untuk MLPL adalah 97. Ketiga, PT J Resources Asia Pasifik Tbk (PSAB) yang ditutup menguat 4,08 persen di level 408, diprediksi dapat menyentuh 464.

    Di sisi lain, Founder Republik Investor, Hendra Wardana, melihat adanya peluang IHSG melanjutkan penguatan pada perdagangan awal pekan, Senin (6/7), meskipun dengan ruang gerak yang terbatas setelah lonjakan signifikan Jumat lalu. Penguatan ini, menurut Hendra, ditopang oleh kombinasi sentimen global dan domestik yang membaik. Dari kancah global, pasar merespons positif data ketenagakerjaan Amerika Serikat yang lebih lemah dari ekspektasi, memicu harapan Federal Reserve tidak akan terlalu agresif menaikkan suku bunga. Kondisi ini mendorong investor kembali melirik aset berisiko, termasuk pasar saham negara berkembang. Optimisme global diperkuat oleh data PMI di sejumlah negara Asia yang masih di zona ekspansi, penguatan bursa regional, serta apresiasi rupiah ke kisaran Rp17.962 per dolar AS.

    Di ranah domestik, hampir seluruh sektor mencatatkan penguatan, dengan sektor perindustrian tampil sebagai motor utama. Kenaikan ini juga didukung oleh aksi bargain hunting pada saham-saham yang sebelumnya terkoreksi cukup dalam. Hendra menekankan bahwa reli saat ini lebih banyak didorong oleh investor domestik dan membaiknya sentimen global, bukan oleh arus masuk dana asing yang kuat. Ia mengingatkan, kenaikan IHSG perlu disikapi selektif karena belum didukung akumulasi dana asing yang konsisten. Sepanjang tahun berjalan, investor asing masih membukukan net sell sekitar Rp88 triliun. Selama investor asing belum kembali melakukan akumulasi secara konsisten, volatilitas pasar diperkirakan masih tinggi, sehingga penguatan indeks akan berlangsung bertahap.

    Hendra Wardana juga membagikan daftar saham pilihannya. Ia merekomendasikan PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BRIS) yang pekan lalu ditutup menguat 3,55 persen di level 1.750, dengan proyeksi target 1.945. Selanjutnya, PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) yang meroket 6,30 persen ke level 2.700, diprediksi bisa mencapai 2.900. Terakhir, PT Surya Citra Media Tbk (SCMA) yang menguat 6,06 persen ke level 210, dengan target proyeksi 250.

    Penting: Artikel ini bukan rekomendasi jual atau beli saham. Keputusan investasi sepenuhnya merupakan tanggung jawab pembaca.

    Ikuti Kami di Google News
    Share.FacebookTelegramWhatsAppCopy Link
    Putrawan Dian
    Putrawan Dian

      kontributor Faktual News yang mengkhususkan diri dalam pelaporan kategori Market dan Ekonomi Makro. Ia menyajikan analisis mendalam mengenai pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG), nilai tukar Rupiah, dan kebijakan moneter yang memengaruhi pasar keuangan.

      Baca Juga

      4 Provinsi Ini Bikin Geger Ekonomi Syariah Nasional

      06-07-2026 - 21.21

      Kementan Bocorkan Harga Ayam Telur Peternak Lega

      06-07-2026 - 18.21

      Pajak JHT Bikin Penasihat Presiden Meradang

      06-07-2026 - 14.21

      Mandiri Donor Darah Guncang 12 Wilayah

      06-07-2026 - 05.21

      Rahasia Liburan Hemat Prambanan Jazz Terungkap

      05-07-2026 - 21.21

      Wanita Rp309 T Kendalikan Jaringan Supermarket Diskon

      05-07-2026 - 18.21
      Add A Comment
      Leave A ReplyCancel Reply

      Recent Posts

      • 4 Provinsi Ini Bikin Geger Ekonomi Syariah Nasional
      • Kementan Bocorkan Harga Ayam Telur Peternak Lega
      • Pajak JHT Bikin Penasihat Presiden Meradang
      • Bongkar Saham Pilihan Para Ahli Pekan Depan
      • Mandiri Donor Darah Guncang 12 Wilayah

      Recent Comments

      Tidak ada komentar untuk ditampilkan.

      Archives

      • Juli 2026
      • Juni 2026
      • Mei 2026
      • April 2026
      • Maret 2026
      • Februari 2026
      • Januari 2026
      • Desember 2025
      • November 2025
      • Oktober 2025
      • September 2025
      • Agustus 2025
      • Juli 2025
      • Juni 2025
      • Mei 2025
      • April 2025

      Categories

      • Dunia
      • Esports
      • Market
      • Olahraga
      • Sepakbola
      Faktual News
      • Home
      • Redaksi
      • Pedoman Media Siber
      • Privacy Policy
      • Disklaimer
      • Kontak
      • Tentang Kami
      © 2026 faktual.news | KR Network

      Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.