Close Menu
Faktual News

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    Rahasia Rp85 Triliun Michael Saylor: Ancaman Nyata Elon Musk?

    24-05-2026 - 21.20

    Mengejutkan! Isu Data Bocor, Bank Ternyata Paling Aman?

    24-05-2026 - 14.20

    Pendapatan Ojol Melonjak? Seskab & GoTo Bahas Angka Fantastis!

    24-05-2026 - 05.20
    FacebookX (Twitter)Instagram
    Faktual NewsFaktual News
    • Home
    • Olahraga
      • Sepakbola
      • Esports
    • Dunia
    Trending
    • Rahasia Rp85 Triliun Michael Saylor: Ancaman Nyata Elon Musk?
    • Mengejutkan! Isu Data Bocor, Bank Ternyata Paling Aman?
    • Pendapatan Ojol Melonjak? Seskab & GoTo Bahas Angka Fantastis!
    • CT & Bos BRI Bongkar Strategi Keuangan Masa Depan di Jogja!
    • Jangan Kaget! Hotel Bintang 5 Bisa Murah Pakai Cara Ini!
    • Menteri Dody: Proyek Sekolah Rakyat Nyaris Mangkrak, Pejabat Dicopot!
    • Terungkap! Ini Biang Kerok Mati Lampu Massal Aceh-Riau!
    • Waspada! Bos LPS Ungkap Bahaya Tersembunyi di Era Digital
    Faktual News
    Home - Market - Mengejutkan! Isu Data Bocor, Bank Ternyata Paling Aman?
    Market

    Mengejutkan! Isu Data Bocor, Bank Ternyata Paling Aman?

    24-05-2026 - 14.2003 Mins Read0
    mengejutkan isu data bocor bank ternyata paling aman

    Faktual News – Gelombang kekhawatiran publik terkait isu kebocoran data yang belakangan menyeret sejumlah institusi perbankan di Indonesia telah memicu perhatian serius. Namun, di tengah riuhnya spekulasi, seorang praktisi digital dan keamanan siber justru memberikan pandangan yang kontras: sistem keamanan di sektor perbankan Tanah Air, khususnya bank-bank besar, disebut-sebut sebagai yang paling tangguh dibandingkan industri lainnya. Syahraki Syahrir, CEO Veda Praxis, sebuah perusahaan konsultan terkemuka di bidang digital dan keamanan siber, menegaskan bahwa industri perbankan adalah sektor yang paling matang dalam pengelolaan keamanan teknologi informasi (TI).

    Menurut Syahraki, kematangan ini bukan tanpa alasan. Pengawasan terhadap sistem keamanan perbankan dilakukan secara berlapis oleh berbagai lembaga negara. "Selama ini, pengawasan terhadap industri keuangan sangat ketat, melibatkan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Bank Indonesia, Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN), hingga Kementerian Komunikasi dan Digital," jelas Raki, sapaan akrab Syahraki, dalam sebuah wawancara telepon pada Sabtu (23/5). Ia menambahkan, para regulator ini tak henti-hentinya memperbarui standar keamanan bagi perbankan, sekaligus aktif mengedukasi masyarakat dan pelaku industri mengenai vitalnya perlindungan data.

    Mengejutkan! Isu Data Bocor, Bank Ternyata Paling Aman?
    Gambar Istimewa : akcdn.detik.net.id

    Menanggapi maraknya informasi mengenai data yang beredar di dark web, alumnus Universitas Padjajaran ini mengimbau masyarakat agar tidak panik secara berlebihan. Raki menjelaskan bahwa dark web hanyalah bagian dari internet yang tidak terindeks secara umum, seringkali menjadi wadah bagi aktivitas yang lebih bebas, termasuk penyebaran data ilegal yang kebenarannya belum terverifikasi. Lebih lanjut, Raki menekankan bahwa dalam ekosistem digital modern, sistem perbankan tidak berdiri sendiri. Ia terhubung dengan berbagai pihak, mulai dari penyedia layanan teknologi, infrastruktur, hingga mitra lainnya. "Jika pun data di dark web itu benar, kita perlu meneliti sumbernya. Bisa jadi data berasal dari pihak ketiga yang terhubung dengan layanan bank, bukan dari sistem inti bank. Masyarakat memang cenderung langsung heboh jika bank disebut bocor, karena ada uang mereka di sana," urai Raki.

    Sementara itu, Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Friderica Widyasari Dewi, turut angkat bicara. Ia mengakui bahwa sistem keamanan data di perbankan telah berlapis, namun tetap mengingatkan masyarakat untuk selalu waspada. "Meskipun bank telah menerapkan sistem keamanan berlapis dan memastikan kepatuhan terhadap regulasi perlindungan data pribadi, kejahatan tetap dapat terjadi jika nasabah tidak waspada atau lalai menjaga kerahasiaan informasi pribadinya," tegas Friderica, yang akrab disapa Kiki, seperti dikutip dari Antara. Ia menyoroti bahwa risiko kejahatan siber di industri jasa keuangan semakin meningkat, seiring dengan kecanggihan pelaku dan masih rendahnya literasi digital serta keuangan di sebagian masyarakat.

    Syahraki Syahrir menambahkan, peningkatan kejahatan siber adalah konsekuensi logis dari semakin kompleksnya penggunaan teknologi digital dalam kehidupan sehari-hari. Oleh karena itu, ia mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan dalam berinteraksi di ruang digital. "Password, PIN, dan OTP tidak boleh diberikan kepada siapa pun. Jika ada pihak yang meminta data sensitif melalui telepon atau pesan digital, masyarakat harus segera waspada," pesan penulis buku Digital Governance ini.

    Menurut Raki, membangun budaya kehati-hatian dalam aktivitas digital sehari-hari adalah kunci utama. Ia menyarankan agar masyarakat selalu melakukan verifikasi sebelum memercayai informasi atau permintaan tertentu melalui kanal digital. "Di era sekarang, kita harus extra careful. Jangan mudah percaya pada telepon, pesan, atau tautan yang mengatasnamakan pihak tertentu, termasuk bank. Kalau perlu, lakukan transaksi dan komunikasi langsung melalui aplikasi resmi atau datang ke kantor cabang," pungkas Raki.

    Ikuti Kami di Google News
    Share.FacebookTelegramWhatsAppCopy Link
    Putrawan Dian
    Putrawan Dian

      kontributor Faktual News yang mengkhususkan diri dalam pelaporan kategori Market dan Ekonomi Makro. Ia menyajikan analisis mendalam mengenai pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG), nilai tukar Rupiah, dan kebijakan moneter yang memengaruhi pasar keuangan.

      Baca Juga

      Rahasia Rp85 Triliun Michael Saylor: Ancaman Nyata Elon Musk?

      24-05-2026 - 21.20

      Pendapatan Ojol Melonjak? Seskab & GoTo Bahas Angka Fantastis!

      24-05-2026 - 05.20

      CT & Bos BRI Bongkar Strategi Keuangan Masa Depan di Jogja!

      23-05-2026 - 21.20

      Jangan Kaget! Hotel Bintang 5 Bisa Murah Pakai Cara Ini!

      23-05-2026 - 14.20

      Menteri Dody: Proyek Sekolah Rakyat Nyaris Mangkrak, Pejabat Dicopot!

      23-05-2026 - 05.20

      Terungkap! Ini Biang Kerok Mati Lampu Massal Aceh-Riau!

      22-05-2026 - 21.20
      Add A Comment
      Leave A ReplyCancel Reply

      Recent Posts

      • Rahasia Rp85 Triliun Michael Saylor: Ancaman Nyata Elon Musk?
      • Mengejutkan! Isu Data Bocor, Bank Ternyata Paling Aman?
      • Pendapatan Ojol Melonjak? Seskab & GoTo Bahas Angka Fantastis!
      • CT & Bos BRI Bongkar Strategi Keuangan Masa Depan di Jogja!
      • Jangan Kaget! Hotel Bintang 5 Bisa Murah Pakai Cara Ini!

      Recent Comments

      Tidak ada komentar untuk ditampilkan.

      Archives

      • Mei 2026
      • April 2026
      • Maret 2026
      • Februari 2026
      • Januari 2026
      • Desember 2025
      • November 2025
      • Oktober 2025
      • September 2025
      • Agustus 2025
      • Juli 2025
      • Juni 2025
      • Mei 2025
      • April 2025

      Categories

      • Dunia
      • Esports
      • Market
      • Olahraga
      • Sepakbola
      Faktual News
      • Home
      • Redaksi
      • Pedoman Media Siber
      • Privacy Policy
      • Disklaimer
      • Kontak
      • Tentang Kami
      © 2026 faktual.news | KR Network

      Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.