Faktual News – Impian liburan mewah ala sultan kini bukan lagi monopoli segelintir orang dengan dompet tak terbatas. Sebuah inovasi menarik datang dari ThirdHome, klub pertukaran rumah mewah global, yang baru-baru ini memperluas sayapnya di Indonesia. Mereka menawarkan cara revolusioner bagi para pemilik properti kedua untuk menikmati akomodasi premium di berbagai destinasi tanpa harus merogoh kocek dalam-dalam, bahkan bisa menghemat hingga 95% dari biaya sewa konvensional.
Ekspansi ThirdHome di Tanah Air bukan tanpa alasan. Giles Adams, Direktur Strategi dan Operasi ThirdHome, menegaskan bahwa pasar Indonesia memiliki nilai strategis yang sangat tinggi bagi perusahaan. Dalam sebuah acara media di Jakarta pada Rabu (15/5) lalu, Adams menyampaikan, "Indonesia adalah pasar yang sangat penting bagi kami." Di tengah perlambatan ekonomi global, ThirdHome justru melihat potensi besar dari banyaknya vila dan resor mewah yang dimiliki oleh individu super kaya di berbagai destinasi pariwisata eksotis di Indonesia.

Konsep yang ditawarkan ThirdHome sangat cerdas dan efisien. Anggota klub cukup menawarkan penggunaan rumah kedua mereka selama dua pekan kepada anggota lain. Properti yang ditawarkan harus memiliki nilai minimal US$500 ribu, atau setara dengan sekitar Rp8,8 miliar (dengan asumsi kurs Rp17.600 per dolar AS). Sebagai imbalannya, pemilik properti akan mendapatkan "kredit perjalanan" yang disebut "keys". Kredit inilah yang kemudian bisa digunakan untuk menginap di properti mewah milik sesama anggota di lokasi impian mereka.
"Jika Anda memiliki rumah kedua, Anda tidak perlu membayar sewa (hunian) jika sedang bepergian," jelas Adams. Model ini memungkinkan anggota memanfaatkan aset properti mereka secara produktif sekaligus menghindari kerumitan yang sering muncul dari penyewaan jangka pendek konvensional.
Keuntungan finansialnya sangat signifikan bagi anggota yang menginap. Mereka hanya perlu membayar biaya pemesanan kepada klub, yang berkisar antara US$495 hingga US$1.995 per pekan. Bandingkan dengan tarif sewa hunian mewah secara konvensional yang seringkali mematok harga serupa untuk per malam. Ini berarti penghematan biaya akomodasi yang fantastis bagi para pelancong mewah.
Didirikan pada tahun 2010, ThirdHome telah membangun jaringan global yang mengesankan. Portofolio mereka mencakup lebih dari 30.000 rumah liburan di lebih dari 2.500 destinasi di lebih dari 100 negara, ditambah kemitraan dengan lebih dari 150 resor mewah. Nilai rata-rata properti dalam jaringan mereka mencapai US$2,4 juta, atau sekitar Rp42,2 miliar.
Di Indonesia sendiri, kehadiran ThirdHome sudah cukup kuat. Klub ini telah mengoleksi puluhan vila dan residensi mewah di Bali, Lombok, dan Sumba. "Kami punya jaringan 85 vila, resor mewah di Indonesia dan ada 60 rumah mewah lagi yang sedang dalam proses untuk bergabung," terang Adams, menunjukkan komitmen ekspansi yang serius.
Wade Shealey, Direktur Utama ThirdHome, menambahkan bahwa Indonesia adalah target strategis untuk memperkuat kehadiran mereka di seluruh kepulauan. "Indonesia adalah pilihan yang jelas untuk fase ekspansi kami berikutnya di Asia Tenggara. Status global Bali dan kepadatan rumah kedua mewah yang luar biasa, dikombinasikan dengan kehadiran kami yang sudah mapan di Australia, menjadikannya pasar yang menarik," pungkas Shealey, menggarisbawahi potensi besar pasar properti mewah di Indonesia.


