Close Menu
Faktual News

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    Faktual News – Pasar logam mulia kembali menunjukkan gejolak signifikan. Pada Kamis, 2 April 2026, harga emas yang diperdagangkan melalui platform Pegadaian dilaporkan mengalami lonjakan drastis. Tiga merek emas terkemuka, yakni Antam, Galeri24, dan UBS, kompak mencatatkan kenaikan harga yang mencolok dibandingkan hari sebelumnya, memicu perhatian para investor dan pengamat pasar.

    05-04-2026 - 05.20

    Jangan Panik! CACI Ungkap Kunci Likuiditas Kripto Aman

    04-04-2026 - 21.20

    "Obat Pahit" BEI: Puluhan Emiten di Ujung Tanduk Delisting?

    04-04-2026 - 14.20
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Faktual NewsFaktual News
    • Home
    • Olahraga
      • Sepakbola
      • Esports
    • Dunia
    Trending
    • Faktual News – Pasar logam mulia kembali menunjukkan gejolak signifikan. Pada Kamis, 2 April 2026, harga emas yang diperdagangkan melalui platform Pegadaian dilaporkan mengalami lonjakan drastis. Tiga merek emas terkemuka, yakni Antam, Galeri24, dan UBS, kompak mencatatkan kenaikan harga yang mencolok dibandingkan hari sebelumnya, memicu perhatian para investor dan pengamat pasar.
    • Jangan Panik! CACI Ungkap Kunci Likuiditas Kripto Aman
    • "Obat Pahit" BEI: Puluhan Emiten di Ujung Tanduk Delisting?
    • Awas! OJK Buka Peringatan Dini Saham, Cek Daftarnya!
    • Gebrak Pasar! ICEx Bawa Kripto RI ke Panggung Global!
    • Rp12.477 T! Transaksi ICDX Meledak 96%, Investor Wajib Tahu!
    • Jelang Paskah, IHSG Terjun Bebas 2%! Sektor Ini Jadi Penyelamat?
    • Jurus Ampuh DSSA: Dari Panas Bumi ke AI Super Canggih!
    Faktual News
    Home - Market - "Obat Pahit" BEI: Puluhan Emiten di Ujung Tanduk Delisting?
    Market

    "Obat Pahit" BEI: Puluhan Emiten di Ujung Tanduk Delisting?

    04-04-2026 - 14.2003 Mins Read0
    "Obat Pahit" BEI: Puluhan Emiten di Ujung Tanduk Delisting?

    Faktual News , Jakarta – Bursa Efek Indonesia (BEI) dan Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) telah resmi memberlakukan kebijakan baru yang berpotensi mengguncang sejumlah emiten di pasar modal Tanah Air. Aturan free float minimal 15% dan transparansi informasi terkait saham dengan konsentrasi kepemilikan tinggi kini diterapkan, memicu kekhawatiran delisting bagi perusahaan yang tak mampu memenuhi standar.

    Langkah ini merupakan bagian integral dari reformasi pasar modal Indonesia yang digagas bersama Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Tujuannya jelas: meningkatkan transparansi dan memberikan peringatan dini yang lebih efektif bagi investor. Selain itu, kebijakan free float 15% secara resmi berlaku bagi seluruh emiten yang tercatat di BEI.

    "Obat Pahit" BEI: Puluhan Emiten di Ujung Tanduk Delisting?
    Gambar Istimewa : haluannews.id

    Jeffrey Hendrik, Pejabat Sementara (Pjs) Direktur Utama BEI, tidak menampik adanya potensi delisting bagi beberapa emiten yang gagal memenuhi kualifikasi terbaru ini. "Potensi ada. Kita harus melihat momen ini sebagai momentum sangat baik untuk melakukan perbaikan," ujarnya setelah konferensi pers Sosialisasi Capaian Reformasi Transparansi Pasar Modal Indonesia di gedung BEI Jakarta, Kamis (2/4/2026).

    Jeffrey menyebut potensi delisting sebagai "efek samping" dari "obat pahit" jangka pendek, yang pada akhirnya akan membawa kesehatan jangka panjang bagi pasar modal. Ia mengakui kemungkinan penurunan bobot untuk saham-saham Indonesia berdasarkan hasil analisis granularisasi data atau konsentrasi kepemilikan saham tinggi. Namun, ia optimis, "Tapi, kita yakin untuk jangka panjang, itu baik bagi pasar kita dan membuat bobot kita jauh lebih tinggi."

    BEI, lanjut Jeffrey, telah siap menghadapi skenario penurunan bobot nilai dari para penyedia indeks global jika hal itu benar-benar terjadi menimpa saham-saham Indonesia. Menurutnya, ini adalah bagian dari komitmen BEI dalam meningkatkan transparansi dan tata kelola pasar modal nasional. Ia optimis pasar akan memiliki pandangan jangka panjang yang positif. "Pasar itu kan selalu forward looking. Bila pasar meyakini, untuk jangka panjang ini adalah sesuatu yang baik, saya kira pasar akan merespons secara positif," paparnya. Ia menekankan, diterapkannya sistem tata kelola pasar modal yang baru ini bukan untuk menciptakan volatilitas, melainkan murni untuk meningkatkan transparansi dan kualitas tata kelola, demi menyetarakan bursa saham Indonesia dengan bursa global.

    Terkait pemenuhan syarat free float 15%, Jeffrey merinci data terkini: terdapat 16 emiten dengan kapitalisasi pasar di atas Rp5 triliun yang free float-nya masih di bawah 12,5%. Sementara itu, 68 emiten lain dengan kapitalisasi pasar serupa memiliki free float antara 12,5% hingga 15%. Pihaknya terus fokus pada perusahaan-perusahaan yang belum memenuhi standar ini, mengingat para emiten tersebut hanya diberikan tenggat waktu selama tahun pertama implementasi kebijakan untuk memenuhi standar 15% tersebut.

    "Kita juga sudah memutuskan untuk mengutamakan kualitas ketimbang kuantitas. Jadi, untuk jumlah penawaran umum perdana saham (IPO), mungkin nanti kita review," imbuh Jeffrey, mengisyaratkan adanya peninjauan ulang terhadap kebijakan IPO di masa mendatang.

    Sebagai informasi, kebijakan ini merupakan bagian integral dari empat inisiatif strategis reformasi pasar modal nasional yang telah dirampungkan OJK, BEI, dan KSEI. Inisiatif tersebut meliputi:

    1. Transparansi kepemilikan saham melalui publikasi data pemegang saham di atas 1% untuk seluruh emiten, yang diperbarui setiap akhir bulan dan dipublikasikan pada awal bulan berikutnya.
    2. Peningkatan kualitas data investor, yang mulai dipublikasikan sejak 1 April 2026.
    3. Penguatan kebijakan free float, termasuk penyesuaian definisi yang mengacu pada praktik global serta peningkatan batas minimal saham beredar di publik.
    4. Penerapan mekanisme high shareholding concentration yang memberikan informasi tambahan mengenai saham dengan kepemilikan terkonsentrasi sebagai sistem peringatan dini bagi investor.
    Ikuti Kami di Google News
    Share. Facebook Telegram WhatsApp Copy Link
    Putrawan Dian
    Putrawan Dian

    kontributor Faktual News yang mengkhususkan diri dalam pelaporan kategori Market dan Ekonomi Makro. Ia menyajikan analisis mendalam mengenai pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG), nilai tukar Rupiah, dan kebijakan moneter yang memengaruhi pasar keuangan.

    Baca Juga

    Faktual News – Pasar logam mulia kembali menunjukkan gejolak signifikan. Pada Kamis, 2 April 2026, harga emas yang diperdagangkan melalui platform Pegadaian dilaporkan mengalami lonjakan drastis. Tiga merek emas terkemuka, yakni Antam, Galeri24, dan UBS, kompak mencatatkan kenaikan harga yang mencolok dibandingkan hari sebelumnya, memicu perhatian para investor dan pengamat pasar.

    05-04-2026 - 05.20

    Jangan Panik! CACI Ungkap Kunci Likuiditas Kripto Aman

    04-04-2026 - 21.20

    Awas! OJK Buka Peringatan Dini Saham, Cek Daftarnya!

    04-04-2026 - 05.20

    Gebrak Pasar! ICEx Bawa Kripto RI ke Panggung Global!

    03-04-2026 - 21.20

    Rp12.477 T! Transaksi ICDX Meledak 96%, Investor Wajib Tahu!

    03-04-2026 - 14.20

    Jelang Paskah, IHSG Terjun Bebas 2%! Sektor Ini Jadi Penyelamat?

    03-04-2026 - 05.20
    Add A Comment
    Leave A Reply Cancel Reply

    Recent Posts

    • Faktual News – Pasar logam mulia kembali menunjukkan gejolak signifikan. Pada Kamis, 2 April 2026, harga emas yang diperdagangkan melalui platform Pegadaian dilaporkan mengalami lonjakan drastis. Tiga merek emas terkemuka, yakni Antam, Galeri24, dan UBS, kompak mencatatkan kenaikan harga yang mencolok dibandingkan hari sebelumnya, memicu perhatian para investor dan pengamat pasar.
    • Jangan Panik! CACI Ungkap Kunci Likuiditas Kripto Aman
    • "Obat Pahit" BEI: Puluhan Emiten di Ujung Tanduk Delisting?
    • Awas! OJK Buka Peringatan Dini Saham, Cek Daftarnya!
    • Gebrak Pasar! ICEx Bawa Kripto RI ke Panggung Global!

    Recent Comments

    Tidak ada komentar untuk ditampilkan.

    Archives

    • April 2026
    • Maret 2026
    • Februari 2026
    • Januari 2026
    • Desember 2025
    • November 2025
    • Oktober 2025
    • September 2025
    • Agustus 2025
    • Juli 2025
    • Juni 2025
    • Mei 2025
    • April 2025

    Categories

    • Dunia
    • Esports
    • Market
    • Olahraga
    • Sepakbola
    Faktual News
    • Home
    • Redaksi
    • Pedoman Media Siber
    • Privacy Policy
    • Disklaimer
    • Kontak
    • Tentang Kami
    © 2026 faktual.news | KR Network

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.