Faktual News melaporkan bahwa PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) semakin memantapkan langkah transformasinya, mengukuhkan strategi bisnisnya dengan mengintegrasikan penguatan sektor energi dan infrastruktur digital sebagai pilar utama pertumbuhan jangka panjang. Pendekatan holistik ini diwujudkan melalui percepatan adopsi energi baru terbarukan (EBT), implementasi praktik pertambangan berkelanjutan, serta ekspansi infrastruktur digital yang mencakup solusi Kecerdasan Buatan (AI) dan pemerataan akses informasi.
Menggenjot Energi Bersih: Panas Bumi dan Surya

Bagi DSSA, sektor energi tetap menjadi jantung bisnis, dengan komitmen kuat pada operasional yang efisien dan ramah lingkungan. Perseroan agresif memperluas portofolio panas bumi, dengan target potensi hingga 440 megawatt (MW) melalui eksplorasi intensif di enam lokasi strategis. Wilayah-wilayah tersebut meliputi Cisolok dan Cipanas di Jawa Barat, hingga beberapa titik vital di Sumatera, Flores, dan Sulawesi Tengah.
Tak hanya panas bumi, DSSA juga gencar mengembangkan energi surya. Hal ini dibuktikan dengan pengoperasian pabrik panel surya terintegrasi berkapasitas 1 gigawatt (GW) yang berlokasi di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Kendal.
Lokita Prasetya, Wakil Presiden Direktur DSSA, menjelaskan bahwa perseroan secara bertahap beralih ke sumber energi dengan emisi yang lebih rendah sebagai bagian integral dari visi jangka panjang. "Sejalan dengan itu, kami terus memperkuat keunggulan operasional melalui penerapan praktik yang lebih hijau, efisien, dan berkelanjutan. Ini mencakup peningkatan efisiensi, optimalisasi penggunaan energi dan sumber daya, digitalisasi operasional, hingga pengurangan emisi dan limbah secara terukur," ujarnya dalam sebuah Media Gathering di Jakarta, pada 2 April 2026.
Ekspansi Digital dan AI: Menjembatani Kesenjangan Konektivitas
Di samping sektor energi, DSSA juga tak henti mengukuhkan bisnisnya di ranah infrastruktur digital dan teknologi. Langkah ini krusial untuk menopang kebutuhan konektivitas dan pengelolaan data yang terus meningkat di Indonesia.
Marlo Budiman, CEO PT DSST Mas Gemilang (DSST), anak usaha DSSA, memaparkan bahwa strategi digital ini diperkuat melalui kemitraan strategis dengan iFLYTEK. Kolaborasi ini bertujuan mengakselerasi transformasi digital berbasis AI di Indonesia, termasuk pengembangan beragam solusi AI (AI use-case) dan kapabilitas analitik berbasis Large Language Model (LLM) SPARK.
"Pertumbuhan kebutuhan data dan konektivitas menjadi motor utama pengembangan bisnis digital kami. Kami melihat potensi masif untuk mendorong pemerataan penetrasi digital dengan menjawab kesenjangan yang ada, sekaligus menghadirkan solusi berbasis AI yang mudah diakses oleh masyarakat," terang Marlo.
Saat ini, DSSA telah mengoperasikan jaringan fiber optik sepanjang sekitar 57.000 km, menjangkau lebih dari 9 juta homepass dan melayani sekitar 1 juta pelanggan broadband melalui MyRepublic Indonesia. Marlo menambahkan, pendapatan MyRepublic menunjukkan tren peningkatan konsisten setiap tahun. Pada tahun 2024, kontribusi MyRepublic terhadap pendapatan DSSA mencapai 4 persen, yang kemudian melonjak menjadi 8 persen di tahun 2025. "Tahun ini, kami menargetkan pertumbuhan pendapatan bisa mencapai dua digit," tegasnya.
Penguatan infrastruktur digital ini juga ditopang oleh pengembangan jaringan data center nasional yang mencakup 24 Edge Data Center di 23 pasar strategis, membentang dari Medan hingga Manado. Fasilitas ini dirancang untuk memastikan pemrosesan data dengan latensi rendah. Selain itu, perseroan tengah menyiapkan Flagship Hub Jakarta SMX01, sebuah fasilitas Tier-IV AI-ready berkapasitas awal 18 MW di jantung CBD Jakarta, yang dijadwalkan mulai beroperasi pada semester kedua tahun 2026.
Peluang pasar di sektor ini masih sangat terbuka lebar, mengingat sekitar 50 juta masyarakat Indonesia belum terlayani internet secara optimal. Potensi pasar telekomunikasi nasional diperkirakan mencapai sekitar USD29 miliar, dengan pasar fixed broadband diproyeksikan tumbuh sekitar 10 persen setiap tahun dalam beberapa tahun ke depan. Untuk menangkap peluang besar ini, DSSA menjalankan berbagai inisiatif strategis, termasuk penguatan jaringan fiber melalui Moratelindo, pengembangan data center, serta eksplorasi teknologi berbasis kecerdasan buatan (AI). (*)
