Faktual News melaporkan bahwa Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali mengakhiri perdagangan pekan ini pada Jumat, 20 Februari 2026, dengan sedikit tergelincir ke zona merah. Indeks acuan ini ditutup pada level 8.271,76, terkoreksi tipis 0,03 persen dari posisi penutupan sebelumnya di 8.274,08. Meskipun pelemahan IHSG terbilang minim, dinamika pasar menunjukkan sentimen yang terbagi, dengan beberapa saham justru mencatatkan performa yang mengejutkan.
Berdasarkan data statistik dari RTI Business, aktivitas perdagangan hari itu cukup ramai namun didominasi oleh tekanan jual. Tercatat sebanyak 381 saham harus rela mengakhiri hari dengan koreksi harga, berbanding terbalik dengan 267 saham yang berhasil mencatatkan kenaikan. Sementara itu, 171 saham lainnya terpantau tidak mengalami perubahan signifikan. Total nilai transaksi harian mencapai Rp20,39 triliun, melibatkan perpindahan tangan sebanyak 45,82 miliar saham dalam 2,90 juta kali frekuensi.
Menariknya, di tengah pelemahan IHSG, mayoritas indeks domestik lainnya justru menunjukkan kekuatan. Indeks IDX30 berhasil naik 0,02 persen ke level 436,64, diikuti oleh LQ45 yang meningkat 0,12 persen menjadi 835,28, dan Sri-Kehati yang menguat 0,43 persen ke posisi 382,11. Namun, Indeks Jakarta Islamic Index (JII) menjadi pengecualian dengan penurunan 0,79 persen, berakhir di 561,17.
Analisis lebih dalam pada performa sektoral menunjukkan bahwa mayoritas sektor harus mengakui tekanan jual. Sektor non-siklikal menjadi yang paling terpukul dengan penurunan signifikan 1,53 persen. Disusul oleh sektor transportasi yang merosot 1,06 persen, sektor energi dengan koreksi 1,02 persen, dan sektor properti yang melemah 0,75 persen. Sektor kesehatan (-0,32%), bahan baku (-0,22%), dan teknologi (terpantau flat di zona merah) juga tidak luput dari tekanan.
Di sisi lain, beberapa sektor berhasil menunjukkan ketahanan dan bahkan mencatatkan kenaikan. Sektor infrastruktur memimpin penguatan dengan melonjak 0,92 persen, diikuti oleh sektor keuangan yang meningkat 0,54 persen. Sektor industrial juga mengukir kenaikan 0,50 persen, dan sektor siklikal berhasil naik tipis 0,22 persen, memberikan sedikit harapan di tengah sentimen negatif.
Pada daftar saham-saham yang paling menarik perhatian, PT MD Entertainment Tbk (FILM), PT XLSMART Telecom Sejahtera Tbk (EXCL), dan PT Delta Giri Wacana Tbk (ENRG) menjadi top gainers dengan kenaikan harga yang signifikan. Namun, yang paling menjadi sorotan adalah daftar top losers yang dihuni oleh PT Delta Giri Wacana Tbk (DGWG), PT Prime Agri Resources Tbk (SGRO), dan PT H.M. Sampoerna Tbk (HMSP). Penurunan harga saham-saham ini cukup mengejutkan investor dan berkontribusi pada tekanan terhadap IHSG.
Sementara itu, saham-saham yang paling aktif diperjualbelikan berdasarkan frekuensi transaksi adalah PT Bumi Resources Tbk (BUMI), PT MNC Tourism Indonesia Tbk (KPIG), dan PT Merdeka Battery Materials Tbk (MBMA), menunjukkan minat investor yang tinggi pada emiten-emiten tersebut. (*)
