<strong">Faktual.news – Dunia kewirausahaan Indonesia kembali bergairah dengan hadirnya rangkaian program Wirausaha Muda Mandiri (WMM) 2026. Dalam upaya memperkuat ekosistem bisnis anak muda, Bank Mandiri menggelar roadshow di Surabaya pada Selasa (3/11) untuk memberikan wawasan strategis mengenai pentingnya kemampuan bercerita atau storytelling dalam memasarkan produk.
Tema yang diangkat kali ini sangat relevan dengan era digital, yakni "Storytelling sebagai Senjata: Mengapa Storytelling Adalah Senjata Kuat UMKM untuk Meningkatkan Penjualan Produk". Melalui pendekatan ini, para pelaku usaha diharapkan tidak hanya sekadar menjual barang, tetapi mampu membangun koneksi emosional dengan konsumen melalui narasi yang kuat.

Vice President CSR Center Bank Mandiri, Malhind Desianty, menjelaskan bahwa program WMM dirancang khusus sebagai jembatan bagi para pengusaha muda untuk naik kelas. Menurutnya, akses terhadap pembelajaran, pendampingan profesional, serta perluasan jejaring bisnis menjadi kunci utama dalam menghadapi persaingan pasar yang semakin ketat.
"Kami ingin memberikan ruang seluas-luasnya bagi wirausaha muda untuk belajar, memperluas koneksi, dan menjajaki peluang kolaborasi yang dapat mengakselerasi pertumbuhan bisnis mereka ke level berikutnya," ungkap Desi.
Dalam sesi Wirausaha Talk, para peserta mendapatkan inspirasi langsung dari praktisi sukses. Jhonny Thio Doran, Founder dan CEO Jete & Doran Group, membagikan kisah perjalanannya membangun imperium bisnis aksesori dari nol sejak 2008. Berkat ketekunan dalam memanfaatkan pemasaran digital, kini JETE telah memiliki jaringan distribusi luas di lebih dari 175 gerai. Keberhasilannya pun mengantarkannya masuk dalam daftar bergengsi Fortune Indonesia 40 Under 40.
Tak kalah inspiratif, Arief Susanto, Founder Dus Duk Duk sekaligus alumni WMM 2015, berbagi kisah tentang inovasi furnitur berbahan kardus daur ulang. Berawal dari tugas kuliah di ITS, ide kreatifnya kini telah diakui secara nasional hingga masuk dalam daftar Forbes Indonesia 30 Under 30.
RCEO Bank Mandiri Region VIII/Jawa 3, M. Ashidiq Iswara, menekankan bahwa kreativitas dan kemampuan membaca kebutuhan pasar adalah fondasi utama. Ia berharap pengalaman para mentor ini dapat menjadi bekal berharga bagi para calon peserta WMM 2026.
Program WMM 2026 tahun ini hadir dengan berbagai pembaruan menarik. Peserta tidak hanya mendapatkan ilmu, tetapi juga kesempatan mempresentasikan bisnis mereka langsung di hadapan korporasi dan investor. Selain itu, dibentuk pula WMM Club sebagai wadah eksklusif bagi para alumni untuk terus berkolaborasi.
Bagi wirausaha muda Indonesia berusia 21 hingga 35 tahun yang memiliki bisnis minimal satu tahun dengan omzet tahunan minimal Rp500 juta, peluang ini terbuka lebar. Sektor yang dicakup meliputi Fashion, Beauty & Lifestyle, Food & Beverage, Health & Wellness, serta Technology.
Total hadiah senilai lebih dari Rp2 miliar telah disiapkan sebagai bentuk apresiasi bagi para inovator muda. Pendaftaran dapat dilakukan melalui laman resmi bmri.id/WMM2026 hingga batas waktu 15 November 2026. Jangan lewatkan kesempatan emas untuk membawa bisnis Anda ke panggung nasional.


