Close Menu
Faktual News

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    Tragedi Truk Molen Bekasi dan Temuan Mengejutkan

    03-11-2026 - 02.55

    Syarat Mutlak Ekspor Listrik ke Singapura

    03-11-2026 - 02.20

    Pemerintah Siap Moratorium Smelter Setengah Jadi

    02-11-2026 - 23.55
    FacebookX (Twitter)Instagram
    Faktual NewsFaktual News
    • Home
    • Olahraga
      • Sepakbola
      • Esports
    • Dunia
    Trending
    • Tragedi Truk Molen Bekasi dan Temuan Mengejutkan
    • Syarat Mutlak Ekspor Listrik ke Singapura
    • Pemerintah Siap Moratorium Smelter Setengah Jadi
    • Kabar Baik Kabar Gembira Bagi Petani Indonesia
    • Strategi Baru Indonesia Kuasai Dunia
    • Kabar Gembira Bunga Pinjaman Turun Drastis
    • Impor Indonesia Melonjak Tajam September 2026
    • 23 UKM Siap Melantai di Bursa Tahun Depan
    Faktual News
    Home - Market - Pemerintah Siap Moratorium Smelter Setengah Jadi
    Market

    Pemerintah Siap Moratorium Smelter Setengah Jadi

    02-11-2026 - 23.5503 Mins Read0
    pemerintah siap moratorium smelter setengah jadi

    Faktual.news – Pemerintah Indonesia tengah mempertimbangkan langkah drastis dalam kebijakan hilirisasi mineral nasional. Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi sekaligus Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, menyatakan adanya rencana untuk mengkaji moratorium pembangunan smelter yang hanya mampu menghasilkan produk setengah jadi.

    Langkah tegas ini diambil sebagai upaya strategis untuk memastikan industri pengolahan mineral di tanah air tidak berhenti pada tahap antara. Pemerintah ingin mendorong transformasi industri agar mampu memproduksi barang jadi yang memiliki nilai tambah jauh lebih tinggi, sehingga manfaat ekonomi yang dihasilkan dapat dirasakan secara maksimal oleh negara.

    Pemerintah Siap Moratorium Smelter Setengah Jadi
    Gambar Istimewa : akcdn.detik.net.id

    Dalam keterangannya pada acara Opening Ceremony Minerba Convex 2026 di Jakarta Pusat, Bahlil mengungkapkan kekhawatirannya terhadap kondisi industri hilirisasi saat ini. Ia menilai sebagian besar smelter yang beroperasi di Indonesia masih terjebak pada produksi produk antara atau setengah jadi, dengan tingkat kematangan produk baru mencapai kisaran 50 hingga 60 persen.

    "Saya ingin menyampaikan bahwa industri hilirisasi kita saat ini mayoritas produknya masih di tahap tengah atau setengah jadi. Jumlahnya sangat membludak sekarang. Oleh karena itu, perlu dilakukan kajian mendalam, apakah kita masih memungkinkan untuk mengizinkan pembangunan smelter yang produknya hanya setengah jadi, atau sebaiknya kita moratorium saja," tegas Bahlil.

    Bahlil menekankan pentingnya mendorong investasi yang berfokus pada produk akhir. Dengan demikian, Indonesia tidak lagi sekadar menjadi pengekspor bahan baku olahan, melainkan menjadi pemain utama dalam rantai pasok global. Hal ini bertujuan agar bahan baku setengah jadi tidak terus-menerus dikirim ke luar negeri untuk diproses lebih lanjut, yang justru merugikan potensi ekonomi domestik.

    Keberhasilan kebijakan hilirisasi sebelumnya telah terbukti mampu mendongkrak nilai ekspor nikel secara signifikan. Jika pada periode 2017-2019 nilai ekspor nikel hanya berkisar US$3,3 miliar, angka tersebut melonjak tajam hingga mencapai US$33-34 miliar pada periode 2023-2024 setelah larangan ekspor bijih nikel diberlakukan.

    Selain fokus pada hilirisasi, Bahlil juga menyoroti fenomena oversupply nikel di pasar global yang menyebabkan harga nikel tertekan di kisaran US$15.800 per ton. Menurutnya, kondisi ini terjadi karena produksi nikel dalam negeri yang terlalu masif tanpa kontrol yang ketat.

    Ia meminta Direktorat Jenderal Mineral dan Batubara (Ditjen Minerba) untuk lebih ketat dalam mengatur pasokan melalui mekanisme Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB). Bahlil menyatakan siap pasang badan dan bertanggung jawab atas kebijakan pengendalian produksi ini, meskipun ia menyadari akan ada protes dari para pelaku usaha.

    "Saya yang akan bertanggung jawab demi kebaikan bangsa dan negara. Jangan ragu-ragu dalam mengatur supply and demand melalui RKAB," ujarnya.

    Lebih lanjut, Bahlil mengingatkan agar pengelolaan sumber daya alam, khususnya nikel, harus dilakukan dengan bijaksana demi kepentingan generasi mendatang. Berbeda dengan sektor perkebunan yang bisa ditanam kembali, cadangan mineral bersifat tidak terbarukan. Oleh karena itu, pemerintah meminta pelaku usaha untuk tidak terus mengejar produksi besar-besaran saat harga komoditas sedang rendah, demi menjaga ketersediaan cadangan untuk masa depan.

    Ikuti Kami di Google News
    Share.FacebookTelegramWhatsAppCopy Link
    Putrawan Dian
    Putrawan Dian

      kontributor Faktual News yang mengkhususkan diri dalam pelaporan kategori Market dan Ekonomi Makro. Ia menyajikan analisis mendalam mengenai pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG), nilai tukar Rupiah, dan kebijakan moneter yang memengaruhi pasar keuangan.

      Baca Juga

      Tragedi Truk Molen Bekasi dan Temuan Mengejutkan

      03-11-2026 - 02.55

      Syarat Mutlak Ekspor Listrik ke Singapura

      03-11-2026 - 02.20

      Kabar Baik Kabar Gembira Bagi Petani Indonesia

      02-11-2026 - 23.20

      Strategi Baru Indonesia Kuasai Dunia

      02-11-2026 - 21.55

      Kabar Gembira Bunga Pinjaman Turun Drastis

      02-11-2026 - 21.20

      Impor Indonesia Melonjak Tajam September 2026

      02-11-2026 - 18.55
      Add A Comment
      Leave A ReplyCancel Reply

      Recent Posts

      • Tragedi Truk Molen Bekasi dan Temuan Mengejutkan
      • Syarat Mutlak Ekspor Listrik ke Singapura
      • Pemerintah Siap Moratorium Smelter Setengah Jadi
      • Kabar Baik Kabar Gembira Bagi Petani Indonesia
      • Strategi Baru Indonesia Kuasai Dunia

      Recent Comments

      Tidak ada komentar untuk ditampilkan.

      Archives

      • November 2026
      • Oktober 2026
      • September 2026
      • Agustus 2026
      • Juli 2026
      • Juni 2026
      • Mei 2026
      • April 2026
      • Maret 2026
      • Februari 2026
      • Januari 2026
      • Desember 2025
      • November 2025
      • Oktober 2025
      • September 2025
      • Agustus 2025
      • Juli 2025
      • Juni 2025
      • Mei 2025
      • April 2025

      Categories

      • Dunia
      • Esports
      • Market
      • Olahraga
      • Sepakbola
      Faktual News
      • Home
      • Redaksi
      • Pedoman Media Siber
      • Privacy Policy
      • Disklaimer
      • Kontak
      • Tentang Kami
      © 2026 faktual.news | KR Network

      Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.