Close Menu
Faktual News

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    Ribuan Dapur Makan Gratis Dihentikan

    29-10-2026 - 16.55

    Rupiah Melaju Kencang ke Level Baru

    29-10-2026 - 16.20

    Strategi Baru Hemat Anggaran Triliunan

    29-10-2026 - 14.55
    FacebookX (Twitter)Instagram
    Faktual NewsFaktual News
    • Home
    • Olahraga
      • Sepakbola
      • Esports
    • Dunia
    Trending
    • Ribuan Dapur Makan Gratis Dihentikan
    • Rupiah Melaju Kencang ke Level Baru
    • Strategi Baru Hemat Anggaran Triliunan
    • Modus Licik Borong Beras Subsidi
    • Mudik Gratis Nataru 2026 Siap Berangkat
    • Glodok Bakal Jadi Pusat Ekonomi Kreatif
    • Misteri Mobil Mewah Atas Nama Mekanik
    • Kasus Keracunan Makan Bergizi Gratis
    Faktual News
    Home - Market - Strategi Baru Hemat Anggaran Triliunan
    Market

    Strategi Baru Hemat Anggaran Triliunan

    29-10-2026 - 14.5502 Mins Read0
    strategi baru hemat anggaran triliunan 2

    Faktual.news – Badan Gizi Nasional (BGN) mengambil langkah tegas dalam melakukan efisiensi anggaran pada program unggulan Makan Bergizi Gratis (MBG). Langkah ini diambil menyusul temuan adanya potensi pemborosan dana operasional pada dapur-dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang dinilai tidak efisien dan melampaui batas kewajaran.

    Kepala BGN, Sudaryono, mengungkapkan bahwa pihaknya telah menetapkan aturan baru yang membatasi biaya operasional dapur maksimal sebesar Rp3.000 per porsi. Kebijakan ini merupakan hasil evaluasi mendalam terhadap skema biaya yang sebelumnya diterapkan oleh kepemimpinan terdahulu.

    Strategi Baru Hemat Anggaran Triliunan
    Gambar Istimewa : akcdn.detik.net.id

    Dalam keterangannya pada agenda refleksi 100 hari kepemimpinan di Jakarta, Sudaryono menjelaskan bahwa aturan lama memberikan celah bagi pengelola dapur untuk membengkakkan biaya. Sebelumnya, terdapat skema "add cost" atau biaya tambahan di luar harga pokok yang membuat pengeluaran membengkak secara signifikan.

    "Setelah kami cek kembali, aturan lama memungkinkan adanya biaya tambahan. Jadi, angka Rp3.000 itu bukan harga final, melainkan masih ditambah biaya sewa, biaya label, dan berbagai komponen lainnya. Akibatnya, rata-rata biaya operasional per porsi melonjak hingga Rp4.500 sampai Rp5.000," jelas Sudaryono.

    Kondisi tersebut dinilai sangat berisiko bagi kesehatan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Jika dibiarkan, anggaran negara dikhawatirkan akan habis hanya untuk membiayai urusan teknis operasional, alih-alih dialokasikan untuk kualitas nutrisi makanan yang diterima oleh masyarakat.

    "Kalau ini terus dibiarkan, APBN kita habis untuk operasional, bukan untuk membeli bahan makanan atau menyusun menu yang bergizi. Ini sesuatu yang tidak bisa diterima dan harus segera dihentikan," tegasnya dengan nada lugas.

    Dengan adanya pembatasan ketat maksimal Rp3.000 per porsi ini, BGN memproyeksikan adanya penghematan anggaran yang sangat masif. Berdasarkan perhitungan teknis yang melibatkan selisih biaya, sisa hari kerja hingga akhir tahun, serta total volume porsi yang disalurkan, potensi penghematan diperkirakan mencapai angka Rp3 triliun.

    Selain memangkas biaya operasional, BGN juga merombak total sistem insentif bagi pengelola dapur SPPG. Jika sebelumnya pengelola menerima pembayaran dengan skema tetap (flat) sekitar Rp6 juta per hari, kini sistem tersebut diubah menjadi skema proporsional.

    Dalam skema baru ini, insentif diberikan berdasarkan jumlah porsi yang benar-benar diproduksi, yakni sebesar Rp2.000 per porsi. Perubahan ini bertujuan agar pembayaran lebih adil dan sesuai dengan beban kerja nyata di lapangan.

    Langkah berani ini merupakan bagian dari komitmen BGN untuk memperbaiki tata kelola program Makan Bergizi Gratis agar lebih transparan, akuntabel, dan tepat sasaran. Fokus utama pemerintah kini adalah memastikan setiap rupiah dari APBN benar-benar berdampak pada peningkatan gizi masyarakat, bukan habis di jalur birokrasi dapur.

    Ikuti Kami di Google News
    Share.FacebookTelegramWhatsAppCopy Link
    Putrawan Dian
    Putrawan Dian

      kontributor Faktual News yang mengkhususkan diri dalam pelaporan kategori Market dan Ekonomi Makro. Ia menyajikan analisis mendalam mengenai pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG), nilai tukar Rupiah, dan kebijakan moneter yang memengaruhi pasar keuangan.

      Baca Juga

      Ribuan Dapur Makan Gratis Dihentikan

      29-10-2026 - 16.55

      Rupiah Melaju Kencang ke Level Baru

      29-10-2026 - 16.20

      Modus Licik Borong Beras Subsidi

      29-10-2026 - 14.30

      Mudik Gratis Nataru 2026 Siap Berangkat

      28-10-2026 - 08.55

      Glodok Bakal Jadi Pusat Ekonomi Kreatif

      28-10-2026 - 08.20

      Misteri Mobil Mewah Atas Nama Mekanik

      28-10-2026 - 05.56
      Add A Comment
      Leave A ReplyCancel Reply

      Recent Posts

      • Ribuan Dapur Makan Gratis Dihentikan
      • Rupiah Melaju Kencang ke Level Baru
      • Strategi Baru Hemat Anggaran Triliunan
      • Modus Licik Borong Beras Subsidi
      • Mudik Gratis Nataru 2026 Siap Berangkat

      Recent Comments

      Tidak ada komentar untuk ditampilkan.

      Archives

      • Oktober 2026
      • September 2026
      • Agustus 2026
      • Juli 2026
      • Juni 2026
      • Mei 2026
      • April 2026
      • Maret 2026
      • Februari 2026
      • Januari 2026
      • Desember 2025
      • November 2025
      • Oktober 2025
      • September 2025
      • Agustus 2025
      • Juli 2025
      • Juni 2025
      • Mei 2025
      • April 2025

      Categories

      • Dunia
      • Esports
      • Market
      • Olahraga
      • Sepakbola
      Faktual News
      • Home
      • Redaksi
      • Pedoman Media Siber
      • Privacy Policy
      • Disklaimer
      • Kontak
      • Tentang Kami
      © 2026 faktual.news | KR Network

      Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.