Close Menu
Faktual News

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    Serbu Sepeda Listrik Murah di Transmart

    25-10-2026 - 12.20

    Rahasia Kekayaan Sang Pencipta ChatGPT Dokter

    25-10-2026 - 10.55

    Strategi Baru BI Suntik Likuiditas Rp90 Triliun

    25-10-2026 - 10.20
    FacebookX (Twitter)Instagram
    Faktual NewsFaktual News
    • Home
    • Olahraga
      • Sepakbola
      • Esports
    • Dunia
    Trending
    • Serbu Sepeda Listrik Murah di Transmart
    • Rahasia Kekayaan Sang Pencipta ChatGPT Dokter
    • Strategi Baru BI Suntik Likuiditas Rp90 Triliun
    • Strategi Baru BI Longgarkan Likuiditas Pasar
    • Strategi Baru Hemat Anggaran Triliunan
    • Arah Baru Transformasi Energi Indonesia
    • Strategi Baru BI Dorong Kredit Sektor Potensial
    • Belanja Kasur Mewah Cuma Setengah Harga
    Faktual News
    Home - Market - Strategi Baru BI Suntik Likuiditas Rp90 Triliun
    Market

    Strategi Baru BI Suntik Likuiditas Rp90 Triliun

    25-10-2026 - 10.2003 Mins Read0
    strategi baru bi suntik likuiditas rp90 triliun

    Faktual.news – Bank Indonesia (BI) secara resmi mengambil langkah strategis dengan menyuntikkan tambahan likuiditas sebesar Rp90 triliun ke dalam sistem perbankan nasional. Kebijakan ini dilakukan melalui mekanisme penurunan Giro Wajib Minimum (GWM) sebesar 1 persen, sebuah langkah yang bertujuan untuk menjaga keseimbangan arus kas di sektor keuangan sekaligus memperkuat efektivitas kebijakan suku bunga terhadap pertumbuhan ekonomi riil.

    Kepala Departemen Ekonomi dan Kebijakan Moneter BI, Firman Mochtar, mengungkapkan bahwa langkah ini diambil sebagai respons terhadap dinamika pertumbuhan perbankan saat ini. Berdasarkan data terkini, laju pertumbuhan kredit yang disalurkan oleh bank-bank di Indonesia tercatat tumbuh lebih pesat dibandingkan dengan pertumbuhan Dana Pihak Ketiga (DPK) yang dihimpun. Ketimpangan ini memicu kebutuhan akan penyesuaian likuiditas agar kebijakan suku bunga acuan (BI-Rate) dapat tersalurkan secara optimal ke sektor-sektor ekonomi produktif.

    Strategi Baru BI Suntik Likuiditas Rp90 Triliun
    Gambar Istimewa : akcdn.detik.net.id

    Dalam skema teknisnya, BI sebelumnya menetapkan GWM bank umum konvensional pada level 9 persen. Melalui kebijakan terbaru, rasio tersebut akan diturunkan secara bertahap menjadi 7 persen. Penurunan ini akan dilakukan dalam dua tahap, yakni masing-masing 1 persen yang akan mulai berlaku pada 1 November dan 1 Desember mendatang. Secara akumulatif, penurunan 2 persen ini diprediksi akan menambah total likuiditas di sistem perbankan hingga mencapai Rp190 triliun. Namun, Firman menekankan bahwa hanya sekitar Rp90 triliun yang berasal dari dana yang selama ini tersimpan di BI.

    Menjawab pertanyaan mengenai ke mana aliran dana fantastis tersebut akan bermuara, Firman menegaskan bahwa BI tidak mengarahkan dana tersebut secara kaku ke satu sektor tertentu saja. Sebaliknya, tambahan likuiditas ini memberikan ruang fleksibilitas yang lebih luas bagi perbankan dalam mengelola modal mereka. Bank kini memiliki keleluasaan untuk mendukung berbagai kegiatan ekonomi tanpa harus terikat pada syarat penyaluran kredit ke sektor spesifik seperti pada skema sebelumnya.

    "Penurunan ini bertujuan mengembalikan keseimbangan likuiditas agar konsisten dengan BI-Rate, pertumbuhan ekonomi, serta target inflasi," ujar Firman dalam keterangannya. Ia juga memastikan bahwa suntikan dana ini telah diperhitungkan secara matang agar tidak memicu peredaran uang yang berlebihan di masyarakat.

    Senada dengan hal tersebut, Kepala Departemen Kebijakan Makroprudensial BI, Yanti Sri Meyyanti, menjelaskan bahwa meskipun perbankan diberikan fleksibilitas, BI tetap melakukan pengawasan ketat. Hal ini penting mengingat pertumbuhan kredit pada September 2026 mencapai angka 13,26 persen, sementara pertumbuhan DPK hanya berada di angka 8,22 persen.

    BI juga berencana melakukan evaluasi terhadap sektor-sektor penerima insentif likuiditas. Sektor seperti pertanian, industri, dan hilirisasi yang sebelumnya menjadi fokus utama, kini dinilai telah menyerap insentif secara maksimal. Oleh karena itu, BI akan membuka ruang bagi sektor-sektor baru yang memiliki potensi besar dalam penciptaan lapangan kerja.

    Melalui kombinasi kebijakan penurunan GWM dan penyesuaian suku bunga Deposit Facility, Bank Indonesia berupaya menciptakan harmoni antara kebijakan moneter dan kondisi likuiditas di pasar, demi menjaga stabilitas ekonomi nasional yang berkelanjutan.

    Ikuti Kami di Google News
    Share.FacebookTelegramWhatsAppCopy Link
    Putrawan Dian
    Putrawan Dian

      kontributor Faktual News yang mengkhususkan diri dalam pelaporan kategori Market dan Ekonomi Makro. Ia menyajikan analisis mendalam mengenai pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG), nilai tukar Rupiah, dan kebijakan moneter yang memengaruhi pasar keuangan.

      Baca Juga

      Serbu Sepeda Listrik Murah di Transmart

      25-10-2026 - 12.20

      Rahasia Kekayaan Sang Pencipta ChatGPT Dokter

      25-10-2026 - 10.55

      Strategi Baru BI Longgarkan Likuiditas Pasar

      25-10-2026 - 08.55

      Strategi Baru Hemat Anggaran Triliunan

      25-10-2026 - 08.20

      Arah Baru Transformasi Energi Indonesia

      25-10-2026 - 05.55

      Strategi Baru BI Dorong Kredit Sektor Potensial

      25-10-2026 - 05.20
      Add A Comment
      Leave A ReplyCancel Reply

      Recent Posts

      • Serbu Sepeda Listrik Murah di Transmart
      • Rahasia Kekayaan Sang Pencipta ChatGPT Dokter
      • Strategi Baru BI Suntik Likuiditas Rp90 Triliun
      • Strategi Baru BI Longgarkan Likuiditas Pasar
      • Strategi Baru Hemat Anggaran Triliunan

      Recent Comments

      Tidak ada komentar untuk ditampilkan.

      Archives

      • Oktober 2026
      • September 2026
      • Agustus 2026
      • Juli 2026
      • Juni 2026
      • Mei 2026
      • April 2026
      • Maret 2026
      • Februari 2026
      • Januari 2026
      • Desember 2025
      • November 2025
      • Oktober 2025
      • September 2025
      • Agustus 2025
      • Juli 2025
      • Juni 2025
      • Mei 2025
      • April 2025

      Categories

      • Dunia
      • Esports
      • Market
      • Olahraga
      • Sepakbola
      Faktual News
      • Home
      • Redaksi
      • Pedoman Media Siber
      • Privacy Policy
      • Disklaimer
      • Kontak
      • Tentang Kami
      © 2026 faktual.news | KR Network

      Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.