Close Menu
Faktual News

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    Gas Domestik Diprioritaskan Demi Industri

    24-10-2026 - 12.20

    Strategi Besar Prabowo Sejahterakan Rakyat

    24-10-2026 - 10.55

    Demi Ketahanan Energi Nasional

    24-10-2026 - 10.20
    FacebookX (Twitter)Instagram
    Faktual NewsFaktual News
    • Home
    • Olahraga
      • Sepakbola
      • Esports
    • Dunia
    Trending
    • Gas Domestik Diprioritaskan Demi Industri
    • Strategi Besar Prabowo Sejahterakan Rakyat
    • Demi Ketahanan Energi Nasional
    • Sabet Penghargaan Energi Subroto 2026
    • Mengenal Tiga Sosok Pahlawan Energi 2026
    • Target Baru Penerimaan Negara
    • Strategi Pemerintah Hadapi Ancaman La Nina
    • Pemenang Penghargaan Energi Subroto 2026
    Faktual News
    Home - Market - Demi Ketahanan Energi Nasional
    Market

    Demi Ketahanan Energi Nasional

    24-10-2026 - 10.2002 Mins Read0
    demi ketahanan energi nasional

    Faktual.news – Pemerintah Indonesia secara resmi mulai mengambil langkah tegas dengan memangkas volume ekspor gas bumi ke Singapura. Kebijakan ini diambil guna memastikan ketersediaan energi di dalam negeri tetap terjaga, terutama untuk mendukung sektor kelistrikan nasional yang kian krusial.

    Kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas), Djoko Siswanto, mengungkapkan bahwa pengalihan pasokan ini mulai diberlakukan sejak Sabtu (24/10). Langkah strategis ini dilakukan melalui dua skema pengalihan jalur distribusi gas yang berbeda untuk memaksimalkan pemenuhan kebutuhan domestik.

    Demi Ketahanan Energi Nasional
    Gambar Istimewa : akcdn.detik.net.id

    Skema pertama melibatkan pengalihan pasokan gas dari wilayah Natuna. Gas yang sebelumnya dialokasikan untuk ekspor kini diarahkan ke PLN Batam melalui jalur pipa WNTS-Pulau Pemping-Batam. Dalam skema ini, volume gas yang dialihkan mencapai angka 15 juta standar kaki kubik per hari.

    Skema kedua dilakukan dengan mengurangi volume pasokan gas dari wilayah Sumatra yang selama ini mengalir ke Singapura melalui Pipa Transgasindo (TGI). Pemerintah memutuskan untuk memangkas pasokan tersebut sebesar 16 juta standar kaki kubik per hari. Gas hasil pengurangan ini akan digunakan untuk memperkuat pasokan listrik di wilayah Batam, Bintan, hingga ke daratan Sumatra.

    Secara keseluruhan, total volume gas yang berhasil ditarik kembali dari pasar ekspor Singapura untuk kepentingan nasional mencapai 31 juta standar kaki kubik per hari. Djoko menegaskan bahwa keputusan ini bukan tanpa landasan hukum yang kuat. Kebijakan tersebut merupakan implementasi dari Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2001 tentang Minyak dan Gas Bumi, khususnya Pasal 8 ayat (1), yang secara eksplisit memberikan prioritas pemanfaatan gas bumi untuk kebutuhan dalam negeri.

    Menanggapi pertanyaan mengenai apakah kebijakan ini akan berdampak pada negara lain, Djoko memberikan klarifikasi bahwa penyesuaian ini hanya menyasar Singapura. Hal ini dikarenakan infrastruktur pipa yang ada saat ini memang secara spesifik menghubungkan wilayah Indonesia langsung ke negara tetangga tersebut.

    Langkah berani ini sebelumnya telah diisyaratkan oleh Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia. Bahlil menekankan bahwa di tengah dinamika geopolitik global yang penuh ketidakpastian, Indonesia harus mengedepankan prinsip "survival" atau bertahan hidup dengan menjaga ketahanan energi nasional.

    Sesuai dengan arahan Presiden Prabowo Subianto, pemerintah kini lebih selektif dalam mengelola sumber daya alam. Fokus utama pemerintah adalah memastikan bahwa seluruh kebutuhan energi masyarakat Indonesia terpenuhi terlebih dahulu sebelum mempertimbangkan kontrak ekspor jangka panjang ke negara tetangga. Dengan demikian, Indonesia diharapkan memiliki kemandirian energi yang tangguh dalam menghadapi tantangan global di masa depan.

    Ikuti Kami di Google News
    Share.FacebookTelegramWhatsAppCopy Link
    Putrawan Dian
    Putrawan Dian

      kontributor Faktual News yang mengkhususkan diri dalam pelaporan kategori Market dan Ekonomi Makro. Ia menyajikan analisis mendalam mengenai pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG), nilai tukar Rupiah, dan kebijakan moneter yang memengaruhi pasar keuangan.

      Baca Juga

      Gas Domestik Diprioritaskan Demi Industri

      24-10-2026 - 12.20

      Strategi Besar Prabowo Sejahterakan Rakyat

      24-10-2026 - 10.55

      Sabet Penghargaan Energi Subroto 2026

      24-10-2026 - 08.55

      Mengenal Tiga Sosok Pahlawan Energi 2026

      24-10-2026 - 08.20

      Target Baru Penerimaan Negara

      24-10-2026 - 05.55

      Strategi Pemerintah Hadapi Ancaman La Nina

      24-10-2026 - 05.20
      Add A Comment
      Leave A ReplyCancel Reply

      Recent Posts

      • Gas Domestik Diprioritaskan Demi Industri
      • Strategi Besar Prabowo Sejahterakan Rakyat
      • Demi Ketahanan Energi Nasional
      • Sabet Penghargaan Energi Subroto 2026
      • Mengenal Tiga Sosok Pahlawan Energi 2026

      Recent Comments

      Tidak ada komentar untuk ditampilkan.

      Archives

      • Oktober 2026
      • September 2026
      • Agustus 2026
      • Juli 2026
      • Juni 2026
      • Mei 2026
      • April 2026
      • Maret 2026
      • Februari 2026
      • Januari 2026
      • Desember 2025
      • November 2025
      • Oktober 2025
      • September 2025
      • Agustus 2025
      • Juli 2025
      • Juni 2025
      • Mei 2025
      • April 2025

      Categories

      • Dunia
      • Esports
      • Market
      • Olahraga
      • Sepakbola
      Faktual News
      • Home
      • Redaksi
      • Pedoman Media Siber
      • Privacy Policy
      • Disklaimer
      • Kontak
      • Tentang Kami
      © 2026 faktual.news | KR Network

      Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.