Close Menu
Faktual News

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    Mengejar Ketertinggalan Pajak RI

    15-10-2026 - 08.20

    Masa Depan KRL Indonesia Tanpa Impor Bekas

    15-10-2026 - 05.55

    Bandara Riyadh Diserang Umrah Tetap Aman

    15-10-2026 - 05.20
    FacebookX (Twitter)Instagram
    Faktual NewsFaktual News
    • Home
    • Olahraga
      • Sepakbola
      • Esports
    • Dunia
    Trending
    • Mengejar Ketertinggalan Pajak RI
    • Masa Depan KRL Indonesia Tanpa Impor Bekas
    • Bandara Riyadh Diserang Umrah Tetap Aman
    • Suroso Isnandar Nakhodai PLN
    • Strategi Baru Danantara Perkuat PLN
    • Misi Temukan Cadangan Migas Baru di Kalimantan
    • Strategi Baru Sawit Indonesia
    • Nasib Berbeda Zulhas dan Bahlil Soal MBG
    Faktual News
    Home - Market - Mengejar Ketertinggalan Pajak RI
    Market

    Mengejar Ketertinggalan Pajak RI

    15-10-2026 - 08.2003 Mins Read0
    mengejar ketertinggalan pajak ri

    Faktual.news – Ambisi besar pemerintah Indonesia untuk memperkuat struktur fiskal negara kini tengah menghadapi tantangan yang cukup pelik. Hashim Djojohadikusumo, yang menjabat sebagai Utusan Khusus Presiden Bidang Iklim dan Energi, mengungkapkan rasa frustrasinya terhadap rendahnya rasio penerimaan negara dibandingkan dengan negara-negara tetangga di kawasan Asia Tenggara.

    Dalam sebuah forum diskusi bertajuk Prasasti Indonesia Policy Forum 2026 yang digelar di Jakarta Selatan pada Selasa (13/10), adik dari Presiden Prabowo Subianto ini menyoroti ketimpangan yang mencolok. Saat ini, rasio penerimaan Indonesia terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) masih tertahan di angka yang cukup rendah, yakni hanya sekitar 12 persen. Angka ini dinilai sangat jauh jika disandingkan dengan capaian negara tetangga seperti Kamboja yang sudah menyentuh 18 persen, bahkan Vietnam yang telah melesat hingga ke level 23 persen.

    Mengejar Ketertinggalan Pajak RI
    Gambar Istimewa : akcdn.detik.net.id

    Hashim menegaskan bahwa pemerintah di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto memiliki target yang sangat spesifik dan ambisius. Pemerintah ingin dalam kurun waktu dua hingga tiga tahun ke depan, Indonesia mampu menyamai standar penerimaan Kamboja, yakni di level 18 persen. "Inilah salah satu hal yang membuat kami sangat frustrasi. Mengapa? Karena tujuan Presiden adalah membawa rasio penerimaan negara kita mencapai level Kamboja," ungkap Hashim dengan nada serius.

    Lebih lanjut, Hashim membedah akar permasalahan mengapa Indonesia seolah jalan di tempat dalam hal optimalisasi pendapatan negara. Menurut analisisnya, kendala utama bukan terletak pada kapasitas sumber daya manusia atau potensi ekonomi, melainkan pada ketiadaan kemauan politik (political will) yang kuat serta adanya resistensi yang masif dari pihak birokrasi. Ia menilai banyak upaya reformasi sistem perpajakan dan pendapatan yang terhambat karena adanya penolakan dari dalam sistem itu sendiri.

    Ia memberikan contoh keberhasilan Kamboja sebagai bukti nyata. Kamboja mampu melakukan lompatan besar, dari yang sebelumnya hanya memiliki rasio 9 persen menjadi 18 persen dalam kurun waktu sepuluh tahun. Keberhasilan tersebut, menurut Hashim, murni didorong oleh komitmen politik yang kuat untuk melakukan perubahan.

    Mengutip data dari Bank Dunia, Hashim menekankan bahwa secara fundamental, Indonesia memiliki segala syarat untuk menyamai atau bahkan melampaui pencapaian negara-negara tersebut. Ia menepis anggapan bahwa ada perbedaan kemampuan antarnegara secara rasial atau kapasitas intelektual. "Kita tidak lebih rendah secara rasial dibandingkan masyarakat Kamboja, dan mereka juga tidak lebih unggul dari kita. Kita seharusnya mampu melakukannya. Ini murni masalah kemauan politik," tegasnya.

    Jika target jangka pendek untuk mencapai 18 persen berhasil diraih, pemerintah tidak akan berhenti di sana. Hashim memproyeksikan bahwa langkah berikutnya adalah mengejar ketertinggalan dari Vietnam untuk mencapai rasio 23 persen. Meski ia mengakui bahwa mengejar angka tersebut akan membutuhkan waktu yang sangat panjang dan proses yang tidak mudah, komitmen untuk melakukan reformasi birokrasi dan penguatan kemauan politik tetap menjadi kunci utama.

    Ikuti Kami di Google News
    Share.FacebookTelegramWhatsAppCopy Link
    Putrawan Dian
    Putrawan Dian

      kontributor Faktual News yang mengkhususkan diri dalam pelaporan kategori Market dan Ekonomi Makro. Ia menyajikan analisis mendalam mengenai pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG), nilai tukar Rupiah, dan kebijakan moneter yang memengaruhi pasar keuangan.

      Baca Juga

      Masa Depan KRL Indonesia Tanpa Impor Bekas

      15-10-2026 - 05.55

      Bandara Riyadh Diserang Umrah Tetap Aman

      15-10-2026 - 05.20

      Suroso Isnandar Nakhodai PLN

      15-10-2026 - 02.55

      Strategi Baru Danantara Perkuat PLN

      15-10-2026 - 02.20

      Misi Temukan Cadangan Migas Baru di Kalimantan

      14-10-2026 - 23.55

      Strategi Baru Sawit Indonesia

      14-10-2026 - 23.20
      Add A Comment
      Leave A ReplyCancel Reply

      Recent Posts

      • Mengejar Ketertinggalan Pajak RI
      • Masa Depan KRL Indonesia Tanpa Impor Bekas
      • Bandara Riyadh Diserang Umrah Tetap Aman
      • Suroso Isnandar Nakhodai PLN
      • Strategi Baru Danantara Perkuat PLN

      Recent Comments

      Tidak ada komentar untuk ditampilkan.

      Archives

      • Oktober 2026
      • September 2026
      • Agustus 2026
      • Juli 2026
      • Juni 2026
      • Mei 2026
      • April 2026
      • Maret 2026
      • Februari 2026
      • Januari 2026
      • Desember 2025
      • November 2025
      • Oktober 2025
      • September 2025
      • Agustus 2025
      • Juli 2025
      • Juni 2025
      • Mei 2025
      • April 2025

      Categories

      • Dunia
      • Esports
      • Market
      • Olahraga
      • Sepakbola
      Faktual News
      • Home
      • Redaksi
      • Pedoman Media Siber
      • Privacy Policy
      • Disklaimer
      • Kontak
      • Tentang Kami
      © 2026 faktual.news | KR Network

      Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.