Close Menu
Faktual News

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    Era Baru Bursa Saham Harga Satu Rupiah

    28-09-2026 - 10.55

    Harga Minyak Dunia Melonjak Drastis

    28-09-2026 - 10.20

    Transaksi Miliaran di Surabaya

    28-09-2026 - 08.55
    FacebookX (Twitter)Instagram
    Faktual NewsFaktual News
    • Home
    • Olahraga
      • Sepakbola
      • Esports
    • Dunia
    Trending
    • Era Baru Bursa Saham Harga Satu Rupiah
    • Harga Minyak Dunia Melonjak Drastis
    • Transaksi Miliaran di Surabaya
    • Misteri Penempatan Manajer Kopdes Terungkap
    • Misteri Pencopotan Komisaris Pelindo JM
    • Wajah Baru Blok M Bakal Lebih Megah
    • Solusi Cepat Atasi Krisis KRL Jabodetabek
    • Dana Pensiun Segera Ekspansi ke Luar Negeri
    Faktual News
    Home - Market - Harga Minyak Dunia Melonjak Drastis
    Market

    Harga Minyak Dunia Melonjak Drastis

    28-09-2026 - 10.2003 Mins Read1
    harga minyak dunia melonjak drastis

    Faktual.news – Ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah kembali memicu guncangan pada pasar energi global. Harga minyak mentah dunia dilaporkan mengalami lonjakan signifikan pada perdagangan Senin (28/9) menyusul penolakan tegas dari Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, terhadap proposal perdamaian yang diajukan oleh Iran.

    Langkah politik tersebut langsung direspons oleh pasar dengan kenaikan harga minyak mentah jenis Brent yang merangkak naik sebesar US$1,32 atau setara dengan 1,27 persen, sehingga menyentuh angka US$105,64 per barel. Tak ketinggalan, minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) milik Amerika Serikat juga ikut terangkat sebesar 70 sen atau 0,76 persen ke level US$93,11 per barel.

    Harga Minyak Dunia Melonjak Drastis
    Gambar Istimewa : akcdn.detik.net.id

    Konflik ini bermula ketika Iran melontarkan proposal perdamaian dalam Sidang Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di New York pekan lalu. Melalui mediator dari Qatar, Teheran berharap dapat mengakhiri konflik yang berkepanjangan serta membuka kembali jalur vital Selat Hormuz. Namun, harapan tersebut pupus setelah Trump menyatakan penolakannya terhadap tawaran tersebut pada Sabtu (26/9). Meski demikian, dalam sebuah wawancara telepon dengan Axios, Trump memberikan sedikit sinyal bahwa negosiator AS kemungkinan akan kembali membuka ruang dialog dengan pihak Iran dalam pekan ini.

    Kondisi ini memperburuk persepsi risiko geopolitik di kawasan tersebut. Para analis memperingatkan bahwa stabilitas pasokan minyak regional kini berada dalam ancaman serius. Analis dari ANZ dalam catatan risetnya menyebutkan bahwa risiko tetap berada di level tinggi mengingat kelompok Houthi dan Iran terus melancarkan serangan terhadap Arab Saudi. Hal ini membuat arus distribusi minyak di kawasan tersebut menjadi sangat rentan terhadap gangguan.

    Ketegangan di lapangan pun semakin nyata. Koalisi pimpinan Arab Saudi di Yaman melaporkan telah berhasil mencegat dua rudal balistik dan dua pesawat nirawak (drone) yang diluncurkan oleh kelompok Houthi menuju wilayah Arab Saudi pada Sabtu pagi.

    Di sisi lain, dinamika pasar minyak juga dipengaruhi oleh kebijakan domestik Amerika Serikat. Sebelumnya, harga WTI sempat mengalami tekanan turun sebesar 7,9 persen akibat kekhawatiran akan adanya kebijakan pembatasan ekspor solar oleh pemerintah AS. Kebijakan ini diambil untuk meredam harga solar yang telah menyentuh rekor tertinggi, namun di sisi lain berisiko memicu inflasi dan memperketat pasokan minyak olahan di pasar global, termasuk di Eropa.

    Menariknya, di tengah ketidakpastian politik, data dari Kpler menunjukkan adanya tren peningkatan ekspor minyak mentah dari produsen utama Timur Tengah pada bulan September. Ekspor tercatat mencapai 12,8 juta barel per hari (bph), level tertinggi sejak konflik pecah pada Februari lalu. Peningkatan ini didorong oleh pulihnya arus pengiriman melalui Selat Hormuz yang diperkirakan mencapai 7,4 juta bph. Arab Saudi dan Uni Emirat Arab (UEA) juga tercatat meningkatkan volume ekspor mereka guna menjaga stabilitas pasar di tengah situasi yang kian memanas.

    Ikuti Kami di Google News
    Share.FacebookTelegramWhatsAppCopy Link
    Putrawan Dian
    Putrawan Dian

      kontributor Faktual News yang mengkhususkan diri dalam pelaporan kategori Market dan Ekonomi Makro. Ia menyajikan analisis mendalam mengenai pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG), nilai tukar Rupiah, dan kebijakan moneter yang memengaruhi pasar keuangan.

      Baca Juga

      Era Baru Bursa Saham Harga Satu Rupiah

      28-09-2026 - 10.55

      Transaksi Miliaran di Surabaya

      28-09-2026 - 08.55

      Misteri Penempatan Manajer Kopdes Terungkap

      28-09-2026 - 08.20

      Misteri Pencopotan Komisaris Pelindo JM

      28-09-2026 - 05.55

      Wajah Baru Blok M Bakal Lebih Megah

      28-09-2026 - 05.20

      Solusi Cepat Atasi Krisis KRL Jabodetabek

      28-09-2026 - 02.56
      Add A Comment
      Leave A ReplyCancel Reply

      Recent Posts

      • Era Baru Bursa Saham Harga Satu Rupiah
      • Harga Minyak Dunia Melonjak Drastis
      • Transaksi Miliaran di Surabaya
      • Misteri Penempatan Manajer Kopdes Terungkap
      • Misteri Pencopotan Komisaris Pelindo JM

      Recent Comments

      Tidak ada komentar untuk ditampilkan.

      Archives

      • September 2026
      • Agustus 2026
      • Juli 2026
      • Juni 2026
      • Mei 2026
      • April 2026
      • Maret 2026
      • Februari 2026
      • Januari 2026
      • Desember 2025
      • November 2025
      • Oktober 2025
      • September 2025
      • Agustus 2025
      • Juli 2025
      • Juni 2025
      • Mei 2025
      • April 2025

      Categories

      • Dunia
      • Esports
      • Market
      • Olahraga
      • Sepakbola
      Faktual News
      • Home
      • Redaksi
      • Pedoman Media Siber
      • Privacy Policy
      • Disklaimer
      • Kontak
      • Tentang Kami
      © 2026 faktual.news | KR Network

      Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.