faktual.news – Indeks Harga Saham Gabungan IHSG tampil perkasa menutup perdagangan Rabu 23 September sore. Pasar modal Indonesia mencatatkan lonjakan signifikan mengakhiri sesi di level 6374. Angka ini menunjukkan kenaikan impresif sebesar 9786 poin atau setara 156 persen dibanding penutupan sebelumnya. Kinerja cemerlang IHSG ini seolah menjadi angin segar bagi para investor di tengah ketidakpastian ekonomi global.
Aktivitas perdagangan di Bursa Efek Indonesia BEI terpantau sangat dinamis. Total nilai transaksi mencapai Rp1289 triliun dengan volume perdagangan saham yang fantastis sebanyak 3679 miliar lembar. Mayoritas saham menunjukkan performa positif di mana 448 emiten berhasil menguat. Sementara itu 186 saham terpaksa melemah dan 159 lainnya memilih untuk bertahan di posisinya.

Hampir seluruh sektor industri di BEI turut merasakan euforia kenaikan. Sepuluh dari sebelas sektor tercatat membukukan pertumbuhan positif dengan sektor barang baku memimpin laju kenaikan sebesar 344 persen. Hanya sektor kesehatan yang menjadi satu-satunya pengecualian dengan sedikit tergelincir 054 persen.
Kinerja apik IHSG ini terjadi di tengah pergerakan bursa saham global yang cenderung bervariasi. Di kawasan Asia mayoritas indeks saham justru bergerak di zona merah. Indeks Hang Seng Hong Kong merosot 101 persen Shanghai Composite China turun 039 persen dan Straits Times Singapura melemah 007 persen. Hanya indeks Nikkei 225 Jepang yang berhasil mencatatkan kenaikan 138 persen.
Situasi serupa juga terlihat di pasar Eropa dan Amerika. Indeks DAX Jerman terpantau melemah 032 persen sementara FTSE 100 Inggris berhasil menguat 018 persen. Di Amerika Serikat indeks NASDAQ Composite naik 045 persen namun Dow Jones tergelincir 036 persen dan S&P500 stagnan. Kontrasnya pergerakan IHSG yang melonjak tajam menunjukkan resiliensi pasar domestik di tengah fluktuasi global.


