Close Menu
Faktual News

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    Terungkap Tujuan Baru Konglomerat Asia Amankan Harta

    11-09-2026 - 10.55

    Terkuak Dana Bansos 50 Juta Warga Ini Sumbernya

    11-09-2026 - 10.20

    Purbaya Tolak Pangkas PPN Ini Alasannya Mengejutkan

    11-09-2026 - 08.55
    FacebookX (Twitter)Instagram
    Faktual NewsFaktual News
    • Home
    • Olahraga
      • Sepakbola
      • Esports
    • Dunia
    Trending
    • Terungkap Tujuan Baru Konglomerat Asia Amankan Harta
    • Terkuak Dana Bansos 50 Juta Warga Ini Sumbernya
    • Purbaya Tolak Pangkas PPN Ini Alasannya Mengejutkan
    • Minyak Dunia Meroket APBN RI Bertahan
    • Investor Senyum Lebar Izin TKA Kini Satu Pintu
    • Wajib Tahu Bansos Langsung Cair 2027
    • APBN RI Kebal Minyak 100 Dolar Lebih
    • Heboh BRImo Taiwan Sabet Penghargaan Bergengsi
    Faktual News
    Home - Market - Purbaya Tolak Pangkas PPN Ini Alasannya Mengejutkan
    Market

    Purbaya Tolak Pangkas PPN Ini Alasannya Mengejutkan

    11-09-2026 - 08.5502 Mins Read0
    purbaya tolak pangkas ppn ini alasannya mengejutkan

    faktual.news – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa dengan tegas menyatakan bahwa pemerintah belum memiliki rencana untuk memangkas tarif Pajak Pertambahan Nilai PPN. Keputusan ini bukan tanpa alasan kuat demi menjaga ruang fiskal negara agar program subsidi vital tetap berjalan. Purbaya menegaskan pihaknya akan terus memantau dinamika ekonomi sebelum mengambil langkah lebih lanjut.

    Pernyataan ini muncul saat Purbaya menanggapi langkah Jepang yang berencana menurunkan pajak konsumsi atas makanan menjadi hanya satu persen selama dua tahun mulai April 2027. Menurut Purbaya, Jepang mengambil kebijakan tersebut karena kondisi ekonomi mereka yang telah lama melambat dan membutuhkan dorongan signifikan.

    Purbaya Tolak Pangkas PPN Ini Alasannya Mengejutkan
    Gambar Istimewa : akcdn.detik.net.id

    Berbeda dengan Jepang, Indonesia memilih jalur lain untuk menopang daya beli masyarakat dan menggerakkan ekonomi. Pemerintah Indonesia aktif menyalurkan berbagai stimulus, mulai dari subsidi energi, Bantuan Langsung Tunai BLT, Kartu Indonesia Pintar KIP, hingga subsidi untuk kendaraan listrik. "Ada banyak program yang sudah berjalan, dan mungkin akan ada stimulus tambahan lainnya," jelas Purbaya.

    Purbaya menekankan bahwa penurunan tarif PPN bukanlah keputusan yang bisa diambil secara gegabah. Langkah tersebut akan memiliki konsekuensi serius bagi penerimaan negara dan kapasitas belanja pemerintah. "Jika PPN diturunkan tanpa perhitungan matang, risiko defisit anggaran akan membesar. Ini bukan perkara mudah," ujarnya. Ia bahkan berkelakar ingin PPN nol persen, namun mengakui hal itu mustahil karena akan membuat negara tidak memiliki dana dan memicu kegaduhan publik.

    Pemerintah, lanjut Purbaya, harus menjaga keseimbangan antara upaya membiayai pertumbuhan ekonomi dan strategi pengelolaan utang. Meskipun utang dapat digunakan untuk mendukung perekonomian, pertumbuhannya harus tetap terkendali. "Kita perlu membiayai pertumbuhan ekonomi, sebagian memang dengan utang, tetapi harus memastikan utang tidak membengkak terlalu besar. Sekarang saja sudah banyak yang mengkritik soal utang," paparnya.

    Lebih lanjut, Purbaya menegaskan bahwa setiap kebijakan penurunan PPN harus mempertimbangkan kemampuan pemerintah dalam membiayai beragam program subsidi. "Jika saya mengurangi PPN tanpa perhitungan yang tepat dan ekonomi belum pulih sepenuhnya, maka saya tidak akan bisa memberikan subsidi tanpa melampaui batas-batas yang dianggap penting. Oleh karena itu, semua harus ditimbang dengan sangat hati-hati," pungkasnya.

    Ikuti Kami di Google News
    Share.FacebookTelegramWhatsAppCopy Link
    Putrawan Dian
    Putrawan Dian

      kontributor Faktual News yang mengkhususkan diri dalam pelaporan kategori Market dan Ekonomi Makro. Ia menyajikan analisis mendalam mengenai pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG), nilai tukar Rupiah, dan kebijakan moneter yang memengaruhi pasar keuangan.

      Baca Juga

      Terungkap Tujuan Baru Konglomerat Asia Amankan Harta

      11-09-2026 - 10.55

      Terkuak Dana Bansos 50 Juta Warga Ini Sumbernya

      11-09-2026 - 10.20

      Minyak Dunia Meroket APBN RI Bertahan

      11-09-2026 - 08.20

      Investor Senyum Lebar Izin TKA Kini Satu Pintu

      11-09-2026 - 05.20

      Wajib Tahu Bansos Langsung Cair 2027

      11-09-2026 - 02.20

      APBN RI Kebal Minyak 100 Dolar Lebih

      10-09-2026 - 21.20
      Add A Comment
      Leave A ReplyCancel Reply

      Recent Posts

      • Terungkap Tujuan Baru Konglomerat Asia Amankan Harta
      • Terkuak Dana Bansos 50 Juta Warga Ini Sumbernya
      • Purbaya Tolak Pangkas PPN Ini Alasannya Mengejutkan
      • Minyak Dunia Meroket APBN RI Bertahan
      • Investor Senyum Lebar Izin TKA Kini Satu Pintu

      Recent Comments

      Tidak ada komentar untuk ditampilkan.

      Archives

      • September 2026
      • Agustus 2026
      • Juli 2026
      • Juni 2026
      • Mei 2026
      • April 2026
      • Maret 2026
      • Februari 2026
      • Januari 2026
      • Desember 2025
      • November 2025
      • Oktober 2025
      • September 2025
      • Agustus 2025
      • Juli 2025
      • Juni 2025
      • Mei 2025
      • April 2025

      Categories

      • Dunia
      • Esports
      • Market
      • Olahraga
      • Sepakbola
      Faktual News
      • Home
      • Redaksi
      • Pedoman Media Siber
      • Privacy Policy
      • Disklaimer
      • Kontak
      • Tentang Kami
      © 2026 faktual.news | KR Network

      Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.