faktual.news – Menteri Pertanian sekaligus Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) Andi Amran Sulaiman meluapkan kemarahannya atas insiden penembakan brutal yang merenggut nyawa tiga petugas Dinas Pertanian Kabupaten Jayawijaya. Tragedi memilukan ini terjadi di Kampung Muliama, Papua Pegunungan, pada Rabu sore, 9 September. Amran menegaskan, para petugas tersebut adalah pahlawan pangan yang gugur dalam tugas mulia, membawa harapan bagi masyarakat di pedalaman Papua.
Amran menyampaikan duka cita mendalam kepada keluarga korban, yang ia sebut sebagai patriot tanpa tanda jasa. "Atas nama Kementerian Pertanian, Bapanas, dan pribadi, saya berbelasungkawa sedalam-dalamnya. Mereka gugur saat menjalankan misi kemanusiaan, seharusnya mereka aman. Ini adalah tindakan biadab yang tidak bisa ditoleransi," ujar Amran dalam keterangan resminya, Kamis, 10 September. Beliau menekankan bahwa program bantuan pangan dan ternak di Papua harus terus berjalan, dan negara wajib hadir lebih kuat untuk melindungi setiap petugas yang berjuang demi ketahanan pangan rakyat.

Data dari pihak kepolisian, yang juga disampaikan Kementan, mengungkapkan bahwa ketiga korban merupakan bagian dari rombongan pegawai Dinas Pertanian Kabupaten Jayawijaya. Mereka tengah dalam perjalanan dari Wamena menuju Muliama untuk meninjau kegiatan cetak sawah, bagian dari upaya peningkatan ketahanan pangan lokal. Namun, di tengah perjalanan, rombongan diadang dan ditembaki oleh kelompok kriminal bersenjata. Tiga petugas ASN tewas seketika atau tak lama setelah insiden.
Ketiga korban yang meregang nyawa adalah WB (24), AR (49) yang menjabat Kepala Bidang Peternakan Dinas Pertanian Jayawijaya, serta AAM (35). WB mengalami luka tembak fatal di pinggang kanan dan meninggal setelah sempat mendapat penanganan medis di RSUD Wamena. Sementara itu, AR ditemukan tak bernyawa di lokasi kejadian dengan luka tembak di perut, dan AAM gugur di tempat dengan luka tembak di kepala bagian belakang serta tangan kiri.
Menteri Amran mendesak aparat keamanan untuk segera memberikan jaminan perlindungan bagi para petugas yang mengemban tugas di wilayah Papua. Ia juga meminta Satuan Tugas Operasi Damai Cartenz bersama jajaran TNI-Polri untuk mengusut tuntas para pelaku penembakan keji ini. "Pembangunan pertanian di Papua harus kuat dan manfaatnya dirasakan masyarakat. Kami berharap kasus ini segera terungkap dan kejadian serupa tidak terulang," tegasnya.
Pasca insiden, tim gabungan Satgas Operasi Damai Cartenz dan Polres Jayawijaya langsung bergerak cepat ke lokasi. Mereka melakukan pengamanan, penyelidikan awal, serta mengevakuasi para korban. Petugas juga menyisir area sekitar Puskesmas Muliama dan tempat kejadian perkara, sekaligus mengamankan delapan saksi yang berada dalam rombongan tersebut.
Kasatgas Humas Operasi Damai Cartenz, Kombes Pol Yusuf Sutejo, mengindikasikan bahwa penembakan brutal ini diduga kuat dilakukan oleh Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) dari wilayah Nduga. Namun, aparat masih terus mendalami identitas pasti para pelaku serta motif di balik aksi kejam tersebut. Kementan dan Bapanas memastikan akan tetap melanjutkan program bantuan ternak dan pangan di Papua Pegunungan, sembari memberikan dukungan penuh kepada keluarga korban.


