faktual.news – Jakarta – Era baru hunian modern berbasis transportasi publik di Ibu Kota resmi dimulai. Proyek pembangunan rumah susun (rusun) yang terintegrasi langsung dengan Stasiun Manggarai, Jakarta, ditandai dengan seremoni peletakan batu pertama pada Jumat ini. Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait bahkan turun langsung meninjau lokasi strategis ini, menegaskan keseriusan pemerintah dalam mewujudkan hunian layak yang terjangkau.
Lokasi pembangunan rusun vertikal ini berada di lahan milik PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI. Maruarar Sirait, dalam pernyataannya di Kantor Kementerian PKP Jakarta Selatan pada Rabu sebelumnya, mengonfirmasi jadwal penting ini. Ia mengungkapkan bahwa dirinya telah meninjau langsung lokasi proyek dua hari sebelum seremoni, memastikan segala persiapan berjalan lancar.

Konsep pengembangan hunian ini mengusung Transit Oriented Development (TOD) yang revolusioner, memastikan konektivitas tanpa batas antara tempat tinggal, transportasi publik, dan berbagai aktivitas perkotaan. Proyek ambisius ini akan berdiri megah di dua blok utama, yakni Blok F dan Blok G, dalam kawasan Stasiun Manggarai. Pemanfaatan aset tanah Hak Pakai milik PT KAI menjadi kunci utama keberlangsungan proyek ini.
Total area pengembangan mencapai sekitar 21.939 meter persegi, dengan Blok F seluas 15.014 meter persegi dan Blok G sekitar 6.925 meter persegi. Lokasi ini sangat ideal karena telah sesuai dengan peruntukan Zona Perumahan Kepadatan Sangat Tinggi (R-1), yang memang diperuntukkan bagi pembangunan rumah susun. Desain bangunan juga tak main-main, memperhatikan standar keselamatan penerbangan (KKOP) dengan batas ketinggian maksimal 151 meter. Bangunan dirancang vertikal dengan Koefisien Dasar Bangunan (KDB) maksimal 55 persen dan Koefisien Lantai Bangunan (KLB) maksimal 11, memungkinkan pembangunan hingga 36 lantai.
Keunggulan utama rusun ini adalah aksesibilitasnya yang luar biasa. Hanya berjarak sekitar 400 meter dari Stasiun Manggarai, penghuni bisa mencapai stasiun hanya dalam waktu empat menit berjalan kaki. Tak hanya itu, kawasan ini juga dikelilingi berbagai fasilitas umum dan sosial penting dalam radius tiga kilometer, menjamin kenyamanan dan kemudahan hidup bagi para penghuni.
Secara keseluruhan, proyek ini akan menghadirkan 1.232 unit hunian modern yang tersebar di tiga menara utama. Selain itu, 150 unit ruang retail juga disiapkan untuk menopang geliat ekonomi lokal, dengan 72 unit di Blok G dan 78 unit di Blok F. Pilihan hunian sangat beragam, mulai dari Tipe 28 (Studio) seluas 28 meter persegi dengan satu kamar tidur, satu kamar mandi, dan ruang tamu, Tipe 36 seluas 36 meter persegi dengan dua kamar tidur, satu kamar mandi, dan ruang tamu, hingga Tipe 45 seluas 45 meter persegi yang dilengkapi dua kamar tidur, satu kamar mandi, dapur, dan ruang keluarga.
Untuk memudahkan kepemilikan, hunian ini akan didukung skema Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) dengan suku bunga menarik sebesar 6 persen dan tenor pinjaman hingga 40 tahun. Meskipun seremoni groundbreaking dilakukan pekan ini, pembangunan fisik tahap awal untuk Blok G dijadwalkan baru akan dimulai pada Agustus 2026, disusul Blok F pada Oktober 2026. Ini menunjukkan proyek ini adalah investasi jangka panjang yang matang dan terencana.


