faktual.news – Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan, atau akrab disapa Zulhas, menegaskan komitmen pemerintah untuk menuntaskan berbagai kendala yang menyelimuti pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG). Usai pertemuan terbatas dengan Presiden terpilih Prabowo Subianto di Istana Kepresidenan Jakarta pada Rabu (15/7), Zulhas mengungkapkan bahwa pihaknya membutuhkan waktu satu bulan untuk merapikan dan menyelesaikan persoalan tersebut.
"Kami meminta waktu satu bulan untuk menuntaskan, merapikan seluruh aspek yang berkaitan dengan program MBG," ujar Zulhas. Ia menambahkan, dalam kurun waktu tersebut, tim akan melakukan kajian mendalam untuk mengidentifikasi dan mencari solusi atas berbagai isu yang muncul.

Beberapa permasalahan krusial yang menjadi sorotan antara lain adalah indikasi penyalahgunaan, belum optimalnya penyaluran ke titik-titik penerima yang seharusnya, serta banyaknya lokasi yang telah ditetapkan namun belum dilengkapi dengan surat penetapan penerima (SPPG). Zulhas berjanji akan melaporkan langkah-langkah konkret dan hasil kajian tersebut kepada Prabowo untuk kemudian diambil keputusan lebih lanjut.
Selain membahas program MBG, rapat penting itu juga menyinggung tentang pengembangan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP). Zulhas menjelaskan bahwa KDMP dirancang sebagai pilar infrastruktur pemerintah yang vital, terutama dalam menyalurkan berbagai barang subsidi dari pemerintah kepada masyarakat.
Lebih lanjut, KDMP juga akan berperan strategis sebagai offtaker atau penyerap hasil produksi petani dalam skala besar. Fungsi ini akan sangat krusial, terutama ketika harga komoditas pertanian seperti gabah atau jagung jatuh di bawah harga patokan pemerintah. Dengan demikian, KDMP akan bertindak sebagai pembeli, memberikan jaminan harga dan stabilitas ekonomi bagi para petani.


