faktual.news – Suasana orasi ilmiah Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman di Universitas Sumatera Utara USU pada Rabu 15 Juli 2026 mendadak tegang. Pidato sang menteri yang seharusnya berjalan lancar tiba-tiba diinterupsi oleh dua mahasiswa yang lantang menyuarakan isu krusial terkait sengketa lahan di Papua. Insiden tak terduga ini sontak menyita perhatian seluruh hadirin yang memadati auditorium.
Menanggapi interupsi tersebut Amran Sulaiman dengan sigap mengambil inisiatif. Ia mempersilakan kedua mahasiswa pemberani itu untuk naik ke atas panggung berdialog langsung dan menjelaskan persoalan yang mereka angkat. Namun pada awalnya ajakan tersebut justru ditolak mentah-mentah oleh kedua mahasiswa yang memilih tetap di tempat. Penolakan ini memicu reaksi beragam dari peserta kuliah umum sebagian di antaranya melontarkan sorakan.

Ketegangan mereda menjelang akhir acara. Kedua mahasiswa tersebut akhirnya kembali memasuki auditorium dan menyahuti undangan menteri untuk naik ke mimbar. Di hadapan ratusan pasang mata salah satu mahasiswa menyampaikan permohonan maaf atas aksi protes yang sempat mengganggu jalannya acara. Meski demikian ia tak urung melontarkan sederet pertanyaan tajam dan pandangan kritis mengenai ketimpangan yang dialami petani termasuk polemik agraria di Papua.
Menteri Amran Sulaiman kemudian merespons langsung aspirasi tersebut dalam sesi dialog yang hangat. Interaksi langsung antara menteri dan mahasiswa ini menjadi penutup rangkaian kuliah umum yang tak terlupakan.


