faktual.news – Jawa Tengah kini menjadi sorotan utama dalam upaya transisi energi nasional. Provinsi ini bersiap memperluas pemanfaatan Compressed Natural Gas (CNG) sebagai pengganti elpiji yang lebih efisien, khususnya untuk kebutuhan rumah tangga. Inisiatif ambisius ini bahkan telah memukau Presiden Prabowo Subianto, yang kini menunjuk Jateng sebagai percontohan nasional.
Gubernur Jateng, Ahmad Luthfi, menegaskan bahwa penggunaan CNG di wilayahnya sudah tidak asing lagi, telah diterapkan di berbagai sektor. Ke depan, fokus akan diperluas secara signifikan, menyasar langsung konsumsi rumah tangga. Menurut Luthfi, potensi gas alam di Jawa Tengah sangat melimpah, menjadikan CNG sebagai solusi energi yang strategis dan berkelanjutan.

Kunjungan Presiden Prabowo Subianto ke Jawa Tengah menjadi momen penting. Beliau secara langsung menyaksikan bagaimana CNG telah banyak dimanfaatkan, termasuk oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) untuk mendukung program Makan Bergizi Gratis (MBG) di berbagai daerah. Penggunaan yang masif dan efektif ini sontak menarik perhatian kepala negara.
"Kami baru menyadari betapa melimpahnya potensi CNG yang kita miliki. Di Jawa Tengah, pemanfaatannya sudah sangat luas dan ini adalah langkah yang akan kita dorong ke tingkat nasional," ungkap Presiden Prabowo. Beliau menambahkan bahwa kemandirian energi adalah pilar utama keberlangsungan sebuah bangsa.
Presiden Prabowo mengungkapkan rasa syukurnya atas anugerah sumber daya energi yang luar biasa besar di Indonesia. Dari cadangan panas bumi (geothermal) yang masif, batu bara terbesar di dunia, hingga cadangan gas alam yang melimpah ruah. Program-program strategis seperti B50 dan pengembangan CNG, menurutnya, bukan sekadar pencapaian teknologi, melainkan manifestasi nyata kemampuan bangsa memanfaatkan kekayaan alam demi kesejahteraan seluruh rakyat.


