Close Menu
Faktual News

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    Masa Depan KRL Indonesia Tanpa Impor Bekas

    15-10-2026 - 05.55

    Bandara Riyadh Diserang Umrah Tetap Aman

    15-10-2026 - 05.20

    Suroso Isnandar Nakhodai PLN

    15-10-2026 - 02.55
    FacebookX (Twitter)Instagram
    Faktual NewsFaktual News
    • Home
    • Olahraga
      • Sepakbola
      • Esports
    • Dunia
    Trending
    • Masa Depan KRL Indonesia Tanpa Impor Bekas
    • Bandara Riyadh Diserang Umrah Tetap Aman
    • Suroso Isnandar Nakhodai PLN
    • Strategi Baru Danantara Perkuat PLN
    • Misi Temukan Cadangan Migas Baru di Kalimantan
    • Strategi Baru Sawit Indonesia
    • Nasib Berbeda Zulhas dan Bahlil Soal MBG
    • Listrik Batam Kembali Normal Total
    Faktual News
    Home - Market - Skandal Beras Fortifikasi Mentan Ancam Sikat Habis
    Market

    Skandal Beras Fortifikasi Mentan Ancam Sikat Habis

    02-08-2026 - 14.2003 Mins Read4
    skandal beras fortifikasi mentan ancam sikat habis

    faktual.news – Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman bersumpah akan menindak tegas para pelaku di balik dugaan praktik curang beras fortifikasi. Amran menargetkan penuntasan kasus ini dalam tempo satu hingga dua minggu ke depan, dengan ancaman pencabutan izin usaha hingga kurungan penjara bagi para mafia yang terbukti bersalah.

    Pernyataan keras ini disampaikan Amran di kediamannya di Jakarta Selatan, Minggu (2/8), menyusul serangkaian temuan yang meresahkan. Ia menegaskan, sikap tanpa kompromi ini adalah perintah langsung dari Presiden Prabowo Subianto, demi melindungi rakyat dari eksploitasi pihak-pihak yang mempermainkan kebutuhan pokok.

    Skandal Beras Fortifikasi Mentan Ancam Sikat Habis
    Gambar Istimewa : akcdn.detik.net.id

    Kementerian Pertanian (Kementan) sebelumnya telah mengungkap fakta mengejutkan: produk yang diklaim sebagai beras fortifikasi, yang seharusnya diperkaya gizi, ternyata banyak yang hanya berupa beras biasa. Parahnya, beras-beras ini dijual dengan harga jauh di atas kewajaran. Amran menyebut selisih harga bisa mencapai Rp30 ribu per kilogram dari harga beras biasa. "Ini tindakan kejam, menzalimi rakyat," kecamnya.

    Beras fortifikasi sendiri merupakan produk strategis yang diperkaya vitamin dan mineral esensial seperti vitamin B, B12, dan zat gizi lainnya, dirancang khusus untuk memerangi stunting dan memenuhi kebutuhan gizi masyarakat berpenghasilan rendah serta kelompok rentan. Seharusnya, harganya tetap terjangkau. Namun, Kementan menemukan harga jual rata-rata mencapai Rp22 ribu per kilogram, bahkan ada yang menembus Rp42 ribu per kilogram.

    Hasil uji laboratorium Kementan semakin memperkuat dugaan ini, menunjukkan sekitar 80 persen sampel beras fortifikasi yang diperiksa tidak memenuhi standar yang ditetapkan pemerintah. Amran menekankan, temuan ini disosialisasikan secara transparan kepada publik untuk menghindari distorsi informasi. "Kami tidak akan mundur selangkah pun dalam menyelesaikan persoalan bangsa ini," tandasnya, mengulang instruksi Presiden.

    Skandal ini diperkirakan berpotensi menimbulkan kerugian fantastis bagi masyarakat, mencapai angka Rp71 triliun. Beras fortifikasi wajib memenuhi standar ketat SNI 9314:2024 dan SNI 9372:2025 sebelum dapat dipasarkan, guna menjamin kandungan gizi yang dijanjikan.

    Pemerintah telah bergerak cepat, menjalin koordinasi erat dengan berbagai kementerian dan lembaga terkait. Kementan juga telah mengumpulkan sampel produk dari berbagai wilayah di seluruh Indonesia sebagai dasar kuat untuk proses penegakan hukum. Amran mengakui produk bermasalah mungkin masih beredar di pasaran, namun ia menjamin tindakan tegas akan segera diambil. "Yang pasti kami tindak, izinnya kita cabut. Kalau dia pidana kita penjarakan," tegasnya.

    Mengenai kemungkinan penarikan produk dari pasar dan tanggung jawab pihak ritel yang menjualnya, Amran menyatakan hal tersebut akan ditentukan berdasarkan hasil proses hukum yang berlaku. Saat ini, sebanyak 15 merek beras fortifikasi sedang dalam pemeriksaan intensif Kementan, dan seluruh data serta bukti akan segera diserahkan kepada aparat penegak hukum untuk ditindaklanjuti.

    Ikuti Kami di Google News
    Share.FacebookTelegramWhatsAppCopy Link
    Putrawan Dian
    Putrawan Dian

      kontributor Faktual News yang mengkhususkan diri dalam pelaporan kategori Market dan Ekonomi Makro. Ia menyajikan analisis mendalam mengenai pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG), nilai tukar Rupiah, dan kebijakan moneter yang memengaruhi pasar keuangan.

      Baca Juga

      Masa Depan KRL Indonesia Tanpa Impor Bekas

      15-10-2026 - 05.55

      Bandara Riyadh Diserang Umrah Tetap Aman

      15-10-2026 - 05.20

      Suroso Isnandar Nakhodai PLN

      15-10-2026 - 02.55

      Strategi Baru Danantara Perkuat PLN

      15-10-2026 - 02.20

      Misi Temukan Cadangan Migas Baru di Kalimantan

      14-10-2026 - 23.55

      Strategi Baru Sawit Indonesia

      14-10-2026 - 23.20
      Add A Comment
      Leave A ReplyCancel Reply

      Recent Posts

      • Masa Depan KRL Indonesia Tanpa Impor Bekas
      • Bandara Riyadh Diserang Umrah Tetap Aman
      • Suroso Isnandar Nakhodai PLN
      • Strategi Baru Danantara Perkuat PLN
      • Misi Temukan Cadangan Migas Baru di Kalimantan

      Recent Comments

      Tidak ada komentar untuk ditampilkan.

      Archives

      • Oktober 2026
      • September 2026
      • Agustus 2026
      • Juli 2026
      • Juni 2026
      • Mei 2026
      • April 2026
      • Maret 2026
      • Februari 2026
      • Januari 2026
      • Desember 2025
      • November 2025
      • Oktober 2025
      • September 2025
      • Agustus 2025
      • Juli 2025
      • Juni 2025
      • Mei 2025
      • April 2025

      Categories

      • Dunia
      • Esports
      • Market
      • Olahraga
      • Sepakbola
      Faktual News
      • Home
      • Redaksi
      • Pedoman Media Siber
      • Privacy Policy
      • Disklaimer
      • Kontak
      • Tentang Kami
      © 2026 faktual.news | KR Network

      Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.