Close Menu
Faktual News

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    Pasar Saham Anjlok Drastis Hari Ini

    27-10-2026 - 16.55

    Rupiah Terus Terpuruk ke Level Tertinggi

    27-10-2026 - 16.20

    Data QRIS Jadi Kunci Kredit UMKM

    27-10-2026 - 14.55
    FacebookX (Twitter)Instagram
    Faktual NewsFaktual News
    • Home
    • Olahraga
      • Sepakbola
      • Esports
    • Dunia
    Trending
    • Pasar Saham Anjlok Drastis Hari Ini
    • Rupiah Terus Terpuruk ke Level Tertinggi
    • Data QRIS Jadi Kunci Kredit UMKM
    • Prestasi Gemilang Pertagas di Kancah Dunia
    • Duka Mendalam Dunia Usaha PNM Kehilangan Sosok Pemimpin
    • Berdayakan Perempuan Pontianak Lewat PKU
    • Jaga Inflasi Mendagri Minta Tarif Pesawat Stabil
    • Misteri dan Manfaat Program Makan Bergizi Gratis
    Faktual News
    Home - Market - Rupiah Terus Terpuruk ke Level Tertinggi
    Market

    Rupiah Terus Terpuruk ke Level Tertinggi

    27-10-2026 - 16.2003 Mins Read0
    rupiah terus terpuruk ke level tertinggi

    Faktual.news – Mata uang Garuda kembali menunjukkan performa yang kurang menggembirakan di pasar keuangan global. Pada penutupan perdagangan Selasa (27/10) sore, nilai tukar rupiah terpantau semakin tertekan dan menyentuh level Rp18.156 per dolar AS. Pelemahan ini mencerminkan kondisi ekonomi yang tengah menghadapi tantangan berat, baik dari dinamika geopolitik dunia maupun sentimen pasar domestik.

    Jika dibandingkan dengan penutupan perdagangan sebelumnya, mata uang kebanggaan Indonesia ini mengalami penurunan sebesar 21 poin atau setara dengan 0,12 persen. Tren penurunan ini menambah daftar panjang ketidakpastian yang membayangi stabilitas nilai tukar rupiah di tengah fluktuasi ekonomi global yang tidak menentu.

    Rupiah Terus Terpuruk ke Level Tertinggi
    Gambar Istimewa : akcdn.detik.net.id

    Kondisi serupa juga dialami oleh mayoritas mata uang di kawasan Asia. Berdasarkan data pasar, peso Filipina mencatatkan pelemahan yang cukup signifikan sebesar 0,39 persen. Selain itu, yen Jepang juga mengalami depresiasi sebesar 0,18 persen, diikuti oleh won Korea Selatan yang melemah 0,12 persen. Sementara itu, dolar Singapura terpantau turun tipis 0,07 persen. Di sisi lain, terdapat sedikit perlawanan dari ringgit Malaysia yang menguat tipis 0,01 persen dan dolar Hong Kong yang naik 0,02 persen, sedangkan yuan China cenderung bergerak stabil atau datar.

    Tidak hanya di Asia, mata uang negara-negara maju juga menunjukkan pergerakan yang bervariasi terhadap dolar AS. Euro dan pound sterling Inggris masing-masing melemah 0,13 persen dan 0,16 persen. Dolar Kanada juga mengalami koreksi sebesar 0,05 persen, sementara franc Swiss melemah 0,10 persen. Namun, dolar Australia justru menunjukkan tren positif dengan penguatan sebesar 0,06 persen.

    Menganalisis fenomena ini, Lukman Leong, seorang analis mata uang dari DOO Financial Futures, mengungkapkan bahwa pelemahan rupiah merupakan hasil dari kombinasi tekanan faktor eksternal dan domestik yang cukup kompleks. Menurutnya, ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah menjadi salah satu pemicu utama. Ancaman serangan militer yang melibatkan Amerika Serikat dalam beberapa hari ke depan menciptakan ketidakpastian global yang memicu investor untuk beralih ke aset yang lebih aman.

    "Rupiah kembali ditutup melemah terhadap dolar AS di tengah tekanan internal dan eksternal. Kekhawatiran eskalasi geopolitik di Timur Tengah akibat ancaman serangan militer AS membebani rupiah," jelas Lukman saat memberikan keterangan kepada faktual.news.

    Selain faktor perang, Lukman juga menyoroti aksi jual bersih oleh investor asing di pasar saham domestik yang terus berlangsung. Hal ini secara langsung mengurangi aliran modal masuk ke Indonesia. Ditambah lagi, penguatan indeks dolar AS yang dipicu oleh ekspektasi pasar terhadap kebijakan moneter ketat atau sikap hawkish dari Federal Reserve (The Fed) semakin mempersempit ruang gerak rupiah. Para pelaku pasar kini tengah menanti hasil pertemuan Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) yang dijadwalkan berlangsung esok hari untuk melihat arah kebijakan suku bunga Amerika Serikat selanjutnya.

    Ikuti Kami di Google News
    Share.FacebookTelegramWhatsAppCopy Link
    Putrawan Dian
    Putrawan Dian

      kontributor Faktual News yang mengkhususkan diri dalam pelaporan kategori Market dan Ekonomi Makro. Ia menyajikan analisis mendalam mengenai pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG), nilai tukar Rupiah, dan kebijakan moneter yang memengaruhi pasar keuangan.

      Baca Juga

      Pasar Saham Anjlok Drastis Hari Ini

      27-10-2026 - 16.55

      Data QRIS Jadi Kunci Kredit UMKM

      27-10-2026 - 14.55

      Prestasi Gemilang Pertagas di Kancah Dunia

      27-10-2026 - 14.20

      Duka Mendalam Dunia Usaha PNM Kehilangan Sosok Pemimpin

      27-10-2026 - 12.55

      Berdayakan Perempuan Pontianak Lewat PKU

      27-10-2026 - 12.20

      Jaga Inflasi Mendagri Minta Tarif Pesawat Stabil

      27-10-2026 - 10.55
      Add A Comment
      Leave A ReplyCancel Reply

      Recent Posts

      • Pasar Saham Anjlok Drastis Hari Ini
      • Rupiah Terus Terpuruk ke Level Tertinggi
      • Data QRIS Jadi Kunci Kredit UMKM
      • Prestasi Gemilang Pertagas di Kancah Dunia
      • Duka Mendalam Dunia Usaha PNM Kehilangan Sosok Pemimpin

      Recent Comments

      Tidak ada komentar untuk ditampilkan.

      Archives

      • Oktober 2026
      • September 2026
      • Agustus 2026
      • Juli 2026
      • Juni 2026
      • Mei 2026
      • April 2026
      • Maret 2026
      • Februari 2026
      • Januari 2026
      • Desember 2025
      • November 2025
      • Oktober 2025
      • September 2025
      • Agustus 2025
      • Juli 2025
      • Juni 2025
      • Mei 2025
      • April 2025

      Categories

      • Dunia
      • Esports
      • Market
      • Olahraga
      • Sepakbola
      Faktual News
      • Home
      • Redaksi
      • Pedoman Media Siber
      • Privacy Policy
      • Disklaimer
      • Kontak
      • Tentang Kami
      © 2026 faktual.news | KR Network

      Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.