faktual.news – Setelah berhari-hari masyarakat di berbagai daerah mengeluhkan pemadaman listrik bergilir, pemerintah akhirnya angkat bicara. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menjamin bahwa upaya pemulihan pasokan listrik yang sempat terganggu di berbagai daerah sedang dikebut oleh pemerintah dan PT PLN (Persero).
Bahlil mengakui adanya interupsi pasokan listrik yang belum sepenuhnya stabil di beberapa lokasi. Namun, ia menegaskan bahwa segala upaya sedang dikerahkan untuk mengembalikan kondisi normal secepatnya. "Memang kemarin ada, belum maksimal, tapi ini kita lakukan percepatan untuk pemulihan," ujarnya dalam sebuah keterangan pers di Istana Kepresidenan Jakarta Pusat pada Kamis (11/7).

Menurut Bahlil, akar permasalahan dari gangguan ini adalah kendala teknis pada beberapa unit mesin pembangkit listrik, sebagaimana yang telah dilaporkan oleh pihak PLN. Pemerintah kini fokus penuh pada penanganan cepat agar sistem kelistrikan nasional dapat beroperasi optimal kembali. "Ada beberapa trouble di beberapa mesin yang disampaikan oleh PLN dan kita akan selesaikan dalam waktu secepatnya," tambahnya.
Menteri Bahlil juga membantah keras isu yang menyebutkan bahwa pemadaman terjadi akibat menipisnya cadangan batu bara untuk pembangkit listrik. Ia menegaskan bahwa pasokan energi primer untuk kebutuhan PLN masih dalam kondisi sangat aman. "Kalau dikatakan bahwa masalah batu bara langka itu enggak benar, karena penugasan kita sudah mencapai 170 juta ton," jelasnya, sembari menambahkan bahwa ia masih akan menggelar rapat lanjutan dengan PLN malam itu juga untuk membahas persoalan ini.
Pemadaman listrik ini memicu banyak keluhan dari warga, terutama di wilayah Jawa Barat yang meliputi Bogor, Bekasi, Bandung, Garut, Sukabumi, Tasikmalaya, hingga Cirebon, serta di beberapa lokasi di BSD, Tangerang Selatan. PLN sendiri sebelumnya telah menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan ini, dengan menjelaskan bahwa pemadaman merupakan bagian dari proses pemeliharaan sistem kelistrikan.
Senada dengan Bahlil, Juru Bicara Kementerian ESDM Dwi Anggia juga telah membantah spekulasi mengenai kelangkaan stok batu bara. Ia menegaskan bahwa pasokan batu bara nasional tetap mencukupi dan gangguan yang terjadi murni disebabkan oleh faktor teknis. Pemerintah, menurut Anggia, terus berkoordinasi intensif dengan PLN untuk menjamin keandalan sistem kelistrikan nasional dan mencegah insiden serupa terulang di masa mendatang.


