Faktual.news – Menjamin kesejahteraan masyarakat bukan sekadar soal angka pertumbuhan ekonomi atau pembangunan infrastruktur yang megah. Lebih dari itu, fondasi paling mendasar bagi kehidupan yang bermartabat adalah terpenuhinya kebutuhan pangan bagi setiap warga negara. Hal inilah yang menjadi penekanan utama dari Wakil Menteri Koordinator (Wamenko) Bidang Pangan, Hanif Faisol Nurrofiq.
Dalam sebuah kesempatan di Jakarta, Hanif menegaskan bahwa negara memiliki tanggung jawab konstitusional yang besar untuk memastikan tidak ada satu pun rakyat yang kesulitan memenuhi kebutuhan makan sehari-hari. Ia merujuk pada amanat Pasal 27 Undang-Undang Dasar (UUD) 1945, yang secara tegas menginstruksikan negara untuk menjamin kelayakan hidup bagi seluruh rakyatnya.

"Fondasi kehidupan yang layak adalah kesiapan dan terpenuhinya kebutuhan pangan," ujar Hanif saat ditemui di sela-sela acara penghargaan bergengsi pada Jumat (6/11). Menurutnya, tanpa ketahanan pangan yang kuat, mustahil sebuah bangsa dapat mencapai standar hidup yang layak.
Untuk menjawab tantangan besar tersebut, Kemenko Pangan telah menyusun visi strategis yang komprehensif. Visi ini tidak hanya berhenti pada tahap ketahanan pangan semata, tetapi bergerak menuju swasembada, kemandirian, hingga mencapai kedaulatan pangan yang hakiki. Salah satu indikator keberhasilan yang menjadi target utama pemerintah adalah peningkatan skor Indeks Ketahanan Pangan (IKP) nasional. Pemerintah menargetkan angka IKP dapat menyentuh level 77 pada tahun mendatang.
Namun, Hanif menyadari sepenuhnya bahwa ambisi besar ini tidak bisa dipikul oleh satu lembaga saja. Ia menekankan pentingnya sinergi lintas sektoral. Menurutnya, Kemenko Pangan hanyalah dirigen, sementara instrumen utamanya adalah kementerian-kementerian teknis lainnya. Kerja keras kolektif dari berbagai lini kementerian menjadi kunci agar target-target tersebut tidak sekadar menjadi angka di atas kertas.
Di tengah upaya mengejar target tersebut, Kemenko Pangan juga mendapatkan apresiasi melalui penghargaan kategori Outstanding Village Cooperative Transformation for Food Security. Hanif menyambut baik penghargaan ini, namun ia tetap menjaga sikap rendah hati. Ia menegaskan bahwa pencapaian ini bukanlah tanda bahwa tugas telah selesai atau mereka lebih unggul dari pihak lain.
Sebaliknya, Hanif memandang penghargaan tersebut sebagai bahan bakar tambahan untuk bekerja lebih keras. Ia mengingatkan bahwa masih banyak mandat besar dari Presiden Prabowo Subianto yang harus segera direalisasikan di lapangan.
"Kami memaknai penghargaan ini sebagai dorongan untuk mencapai target-target yang telah diberikan oleh Bapak Presiden dengan lebih cepat," tuturnya.
Ia menutup pernyataannya dengan harapan besar agar seluruh pemangku kepentingan dapat berkolaborasi secara solid. Tujuannya satu: mengeksekusi arahan Kepala Negara secara tuntas demi membangun swasembada pangan yang nyata dan berkelanjutan di seluruh pelosok Republik Indonesia.


