faktual.news – Sebuah gebrakan besar terjadi di sektor pariwisata Indonesia puluhan hotel milik Badan Usaha Milik Negara BUMN kini resmi bersatu di bawah payung InJourney. Langkah strategis ini bukan sekadar restrukturisasi biasa melainkan sebuah transformasi fundamental yang diprediksi akan mengubah peta industri perhotelan nasional.
Kepala BP BUMN sekaligus COO Danantara Dony Oskaria mengungkapkan konsolidasi ini adalah kunci untuk mengoptimalkan potensi dan memperkuat valuasi aset BUMN. Menurutnya penyatuan seluruh properti hotel ini menjadi fondasi kokoh untuk menciptakan nilai tambah serta membangun portofolio pariwisata yang lebih efisien dan berdaya saing tinggi di kancah global.

Dony menegaskan bahwa integrasi ini merupakan lompatan monumental dalam mereformasi dan memantapkan aset perhotelan negara. Dengan target kepemilikan hingga 120 hotel InJourney diproyeksikan akan menjadi operator hotel terbesar kedua di Indonesia sebuah posisi yang mengukuhkan dominasinya.
Proses konsolidasi dilakukan melalui skema Perjanjian Jual Beli Bersyarat Conditional Sale and Purchase Agreement CSPA. Mekanisme ini dirancang untuk memastikan seluruh tahapan berjalan secara hati-hati dan mengedepankan prinsip tata kelola perusahaan yang baik serta transparan.
Hingga saat ini sebanyak 45 hotel dari berbagai BUMN telah meneken CSPA menandai dimulainya era baru bagi industri perhotelan negara. Dengan langkah ini portofolio pariwisata nasional diharapkan akan kian sinergis terintegrasi dan mampu memberikan kontribusi maksimal bagi perekonomian bangsa.


