faktual.news – Pemerintah secara mengejutkan memberi sinyal kuat bahwa alokasi dana untuk program Makan Bergizi Gratis MBG kemungkinan besar akan menyusut dari angka fantastis Rp268 triliun. Penurunan ini diproyeksikan terjadi menyusul proses penataan ulang dan perhitungan cermat yang sedang digarap oleh berbagai pihak terkait.
Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi mengungkapkan bahwa saat ini pemerintah tengah melakukan audit kebutuhan anggaran MBG secara komprehensif. Proses ini melibatkan kolaborasi antara Kementerian Keuangan dan Badan Gizi Nasional BGN. "Ini bukan pemangkasan ya namun hasil perhitungan kami meyakini akan ada penurunan kebutuhan anggaran dari program makan bergizi gratis ini" jelas Prasetyo saat ditemui di kantor Kementerian Koordinator Bidang Pangan Jakarta Pusat Kamis 11 Juni.

Prasetyo menambahkan bahwa setelah seluruh proses penataan rampung pemerintah akan memiliki gambaran yang jauh lebih akurat mengenai total anggaran yang sesungguhnya diperlukan untuk menjalankan program MBG. Ini akan memastikan efisiensi dan tepat sasaran.
Ketika ditanya apakah evaluasi ini juga mencakup skema insentif untuk dapur-dapur MBG yang kabarnya mencapai Rp6 juta per hari Prasetyo dengan tegas menjawab "Semua". Artinya semua elemen pembiayaan akan diteliti secara mendalam tanpa terkecuali.
Pemerintah menargetkan penataan program MBG ini dapat diselesaikan dalam kurun waktu satu bulan. Namun Prasetyo mengakui adanya potensi penyesuaian jadwal sesuai dinamika di lapangan. "Target awal satu bulan ini harus sudah selesai tapi tentunya kan semua ada dinamikanya ya" ujarnya.
Meski demikian Prasetyo menekankan bahwa layanan MBG yang sudah berjalan tidak akan terhambat selama proses penataan berlangsung. Pemerintah juga berkomitmen untuk terus melakukan pengawasan ketat terhadap operasional dapur-dapur MBG demi memastikan standar kualitas tetap prima. "Yang sudah baik pun juga harus ada pengawasan supaya kualitasnya bisa terjaga. Kita tidak ingin ada penurunan" pungkasnya.


