Awas! IHSG Anjlok Lagi Sesi I, Sektor Ini Paling Merana!
Faktual News – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali terperosok dalam paruh pertama perdagangan pada Jumat (27/3). Sentimen negatif pasar tak mampu dibendung, membuat indeks kebanggaan bursa Tanah Air ini ditutup melemah 0,88 persen, parkir di level 7.101,00. Angka ini jauh di bawah posisi pembukaan yang sempat berada di 7.164,09.
Koreksi tajam ini mencerminkan tekanan jual yang cukup dominan sepanjang sesi pembuka. Berdasarkan data yang dihimpun oleh RTI Business, total 10,60 miliar saham berpindah tangan dalam 790 ribu kali frekuensi transaksi. Nilai transaksi yang tercatat pun cukup besar, mencapai Rp5,71 triliun, mengindikasikan aktivitas jual-beli yang intens meski didominasi oleh aksi lepas saham.
Kondisi pasar yang memerah terlihat jelas dari pergerakan saham individual. Sebanyak 385 saham tercatat mengalami koreksi, jauh melampaui 230 saham yang berhasil menguat, sementara 195 saham lainnya bergerak stagnan tanpa perubahan berarti.
Mayoritas sektor industri juga tak luput dari tekanan jual. Sektor industrial menjadi yang paling terpukul dengan penurunan signifikan sebesar 1,53 persen. Disusul oleh sektor infrastruktur yang merosot 1,30 persen, dan sektor teknologi yang melemah 0,85 persen. Tak hanya itu, sektor bahan baku juga terkoreksi 0,70 persen, dan sektor non-siklikal turun 0,40 persen.
Deretan sektor yang mengalami pelemahan berlanjut dengan properti yang terkikis 0,35 persen, keuangan merosot 0,33 persen, siklikal turun 0,32 persen, dan energi yang melemah tipis 0,05 persen.
Namun, di tengah gelombang koreksi yang melanda, beberapa sektor justru mampu menunjukkan ketahanan dan unjuk performa positif. Sektor transportasi memimpin penguatan dengan kenaikan 0,62 persen, diikuti oleh sektor kesehatan yang juga berhasil tumbuh 0,39 persen. Kedua sektor ini menjadi penyeimbang di tengah dominasi merahnya papan perdagangan.
Di kancah regional, bursa-bursa utama Asia menunjukkan pergerakan yang bervariasi. Shanghai Composite Index di Shanghai berhasil menguat 0,68 persen dan Hang Seng Index di Hong Kong meningkat 0,67 persen. Kontras dengan keduanya, Nikkei 225 Index di Tokyo justru sedikit terkoreksi 0,03 persen, memberikan gambaran pasar global yang masih mencari arah di tengah ketidakpastian.
