Faktual.news – Pasar modal Indonesia menutup pekan ini dengan catatan positif. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil mengakhiri perdagangan pada Jumat (2/10) sore dengan posisi yang cukup solid di level 6.036. Kenaikan ini menunjukkan adanya optimisme investor di tengah dinamika pasar global yang cenderung fluktuatif.
Berdasarkan data transaksi, IHSG mencatatkan penguatan sebesar 27,38 poin atau setara dengan kenaikan 0,46 persen dibandingkan penutupan pada hari perdagangan sebelumnya. Pergerakan positif ini menjadi angin segar bagi para pelaku pasar sebelum memasuki masa libur akhir pekan.

Aktivitas perdagangan di Bursa Efek Indonesia (BEI) terpantau cukup ramai. Merujuk pada data RTI Infokom, nilai transaksi yang terjadi mencapai angka Rp12,23 triliun. Adapun volume perdagangan saham menyentuh angka sekitar 121,53 miliar lembar saham, dengan frekuensi transaksi yang tercatat sebanyak 1,62 juta kali. Angka ini mencerminkan antusiasme investor yang tetap tinggi dalam melakukan jual beli instrumen saham.
Jika menilik komposisi pergerakan harga saham, tercatat sebanyak 319 saham mengalami kenaikan harga atau berada di zona hijau. Di sisi lain, terdapat 337 saham yang mengalami koreksi atau melemah, sementara 134 saham lainnya bergerak stagnan atau tidak mengalami perubahan harga yang signifikan.
Dominasi penguatan ini dipicu oleh performa sektor-sektor tertentu. Dari total 11 sektor indeks yang ada, sebanyak sembilan sektor berhasil mencatatkan performa positif. Sektor teknologi menjadi primadona dan menjadi motor penggerak utama dengan lonjakan kenaikan mencapai 1,54 persen. Hal ini menunjukkan bahwa minat investor terhadap saham-saham berbasis teknologi masih sangat kuat di pasar domestik.
Jika melihat kondisi pasar di luar negeri, performa bursa Indonesia tampak cukup kontras dengan beberapa negara di kawasan Asia. Mayoritas bursa saham di Asia justru terpantau bergerak melemah. Sebagai contoh, indeks Hang Seng Composite di Hong Kong mengalami penurunan tajam sebesar 2,6 persen. Begitu juga dengan indeks Nikkei 225 di Jepang yang merosot 0,94 persen, serta indeks Straits Times di Singapura yang turun 0,46 persen. Meski demikian, bursa Shanghai Composite di China masih mampu bertahan dengan kenaikan tipis 0,31 persen.
Berbeda dengan Asia, bursa saham di wilayah Eropa justru menunjukkan tren penguatan yang kompak. Indeks DAX di Jerman mencatatkan kenaikan signifikan sebesar 1,15 persen, disusul oleh indeks FTSE 100 di Inggris yang tumbuh 0,69 persen. Sementara itu, di Amerika Serikat, pasar saham juga didominasi oleh warna hijau. Indeks S&P 500 naik 0,19 persen, NASDAQ Composite merangkak naik 0,04 persen, dan indeks Dow Jones juga menutup perdagangan dengan kenaikan tipis 0,04 persen.


