Close Menu
Faktual News

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    Rahasia Bank Mega Bayar di Korsel China Tanpa Ribet

    24-09-2026 - 21.55

    Bayar Pakai HP Makin Laris Uang Kertas Kalah Saing

    24-09-2026 - 21.20

    Pemerintah Bongkar Aset Penerima Bansos

    24-09-2026 - 18.55
    FacebookX (Twitter)Instagram
    Faktual NewsFaktual News
    • Home
    • Olahraga
      • Sepakbola
      • Esports
    • Dunia
    Trending
    • Rahasia Bank Mega Bayar di Korsel China Tanpa Ribet
    • Bayar Pakai HP Makin Laris Uang Kertas Kalah Saing
    • Pemerintah Bongkar Aset Penerima Bansos
    • Skandal Gizi Gratis Terkuak Kepala SPPG Dicopot
    • Rupiah Tersungkur Parah Dolar AS Menggila
    • Terkuak Jutaan Warga RI Tak Punya Rekening Bank
    • Terkuak 8 Pangan Ini Bikin RI Tak Impor Lagi
    • Terungkap! Ini Biang Kerok Logistik Indonesia
    Faktual News
    Home - Market - Bayar Pakai HP Makin Laris Uang Kertas Kalah Saing
    Market

    Bayar Pakai HP Makin Laris Uang Kertas Kalah Saing

    24-09-2026 - 21.2002 Mins Read0
    bayar pakai hp makin laris uang kertas kalah saing

    faktual.news – Era transaksi digital semakin mengukuhkan dominasinya di Indonesia. Bank Indonesia (BI) baru-baru ini mengemukakan bahwa pertumbuhan penggunaan uang tunai di tengah masyarakat menunjukkan perlambatan signifikan. Fenomena ini tak lepas dari pesatnya adopsi metode pembayaran non-tunai yang kini menjadi pilihan utama banyak warga.

    Gubernur BI Destry Damayanti menjelaskan, pergeseran preferensi publik ini terlihat jelas dari melonjaknya pemanfaatan berbagai layanan pembayaran digital, terutama Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS). "Jika kita amati, trennya memang masih tumbuh, namun laju pertumbuhannya terus melambat," ungkap Destry dalam sebuah konferensi pers di Jakarta.

    Bayar Pakai HP Makin Laris Uang Kertas Kalah Saing
    Gambar Istimewa : akcdn.detik.net.id

    Kian maraknya pembayaran digital secara otomatis mengurangi ketergantungan masyarakat pada uang fisik. Destry menyebut, kebutuhan akan uang tunai kini menjadi lebih terbatas seiring kemudahan bertransaksi via gawai. Indikator paling mencolok adalah jumlah pengguna QRIS yang telah menembus angka 67 juta jiwa. Angka ini setara dengan seperempat total populasi Indonesia yang kini aktif memanfaatkan QRIS untuk berbagai keperluan transaksi.

    "Sekarang kita bisa saksikan, lebih dari 67 juta orang telah menjadi pengguna QRIS. Ini berarti seperempat penduduk Indonesia sudah akrab dengan sistem pembayaran ini," ujarnya. Bahkan, kebiasaan bertransaksi digital ini telah merambah ke sektor-sektor tradisional. Destry mencontohkan, di pasar-pasar, kini banyak pedagang dan pembeli yang lebih memilih QRIS ketimbang uang tunai.

    Meski demikian, Bank Sentral menegaskan komitmennya untuk tetap menjamin ketersediaan uang kartal di seluruh pelosok negeri. Hal ini mengingat masih adanya wilayah dan lapisan masyarakat yang belum sepenuhnya terjangkau oleh akses digital yang merata.

    Destry menambahkan, permintaan terhadap uang tunai masih cukup tinggi di beberapa area. Luasnya bentangan geografis Indonesia yang terdiri dari ribuan pulau menjadi salah satu faktor utama. Daerah-daerah terdepan, terluar, dan tertinggal (3T) masih sangat membutuhkan uang fisik untuk aktivitas ekonomi sehari-hari. Selain itu, masalah infrastruktur seperti keterbatasan jangkauan sinyal atau area blank spot juga menjadi tantangan yang membuat uang tunai tetap vital.

    "Indonesia ini kan sangat luas, terdiri dari banyak pulau. Ada daerah-daerah 3T yang tentunya masih memerlukan uang tunai," jelas Destry. "Mungkin juga ada area yang sinyalnya belum memadai atau bahkan blank spot. Ini menjadi pekerjaan rumah bagi pemerintah dan kami," pungkasnya. BI terus berupaya menyeimbangkan antara mendorong inovasi pembayaran digital dan memastikan aksesibilitas uang tunai bagi semua lapisan masyarakat.

    Ikuti Kami di Google News
    Share.FacebookTelegramWhatsAppCopy Link
    Putrawan Dian
    Putrawan Dian

      kontributor Faktual News yang mengkhususkan diri dalam pelaporan kategori Market dan Ekonomi Makro. Ia menyajikan analisis mendalam mengenai pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG), nilai tukar Rupiah, dan kebijakan moneter yang memengaruhi pasar keuangan.

      Baca Juga

      Rahasia Bank Mega Bayar di Korsel China Tanpa Ribet

      24-09-2026 - 21.55

      Pemerintah Bongkar Aset Penerima Bansos

      24-09-2026 - 18.55

      Skandal Gizi Gratis Terkuak Kepala SPPG Dicopot

      24-09-2026 - 18.20

      Rupiah Tersungkur Parah Dolar AS Menggila

      24-09-2026 - 16.20

      Terkuak Jutaan Warga RI Tak Punya Rekening Bank

      24-09-2026 - 14.55

      Terkuak 8 Pangan Ini Bikin RI Tak Impor Lagi

      24-09-2026 - 14.20
      Add A Comment
      Leave A ReplyCancel Reply

      Recent Posts

      • Rahasia Bank Mega Bayar di Korsel China Tanpa Ribet
      • Bayar Pakai HP Makin Laris Uang Kertas Kalah Saing
      • Pemerintah Bongkar Aset Penerima Bansos
      • Skandal Gizi Gratis Terkuak Kepala SPPG Dicopot
      • Rupiah Tersungkur Parah Dolar AS Menggila

      Recent Comments

      Tidak ada komentar untuk ditampilkan.

      Archives

      • September 2026
      • Agustus 2026
      • Juli 2026
      • Juni 2026
      • Mei 2026
      • April 2026
      • Maret 2026
      • Februari 2026
      • Januari 2026
      • Desember 2025
      • November 2025
      • Oktober 2025
      • September 2025
      • Agustus 2025
      • Juli 2025
      • Juni 2025
      • Mei 2025
      • April 2025

      Categories

      • Dunia
      • Esports
      • Market
      • Olahraga
      • Sepakbola
      Faktual News
      • Home
      • Redaksi
      • Pedoman Media Siber
      • Privacy Policy
      • Disklaimer
      • Kontak
      • Tentang Kami
      © 2026 faktual.news | KR Network

      Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.