Close Menu
Faktual News

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    Rupiah Tersungkur Parah Dolar AS Menggila

    24-09-2026 - 16.20

    Terkuak Jutaan Warga RI Tak Punya Rekening Bank

    24-09-2026 - 14.55

    Terkuak 8 Pangan Ini Bikin RI Tak Impor Lagi

    24-09-2026 - 14.20
    FacebookX (Twitter)Instagram
    Faktual NewsFaktual News
    • Home
    • Olahraga
      • Sepakbola
      • Esports
    • Dunia
    Trending
    • Rupiah Tersungkur Parah Dolar AS Menggila
    • Terkuak Jutaan Warga RI Tak Punya Rekening Bank
    • Terkuak 8 Pangan Ini Bikin RI Tak Impor Lagi
    • Terungkap! Ini Biang Kerok Logistik Indonesia
    • Pendidikan Anak Longos Terancam Kini Terbantu
    • Surabaya Banjir Diskon Haji Umrah Menggiurkan
    • Harga Emas Antam Anjlok Drastis Investor Siap Siap
    • Terkuak Alasan Impor Gula 150 Ribu Ton
    Faktual News
    Home - Market - BI Tahan Suku Bunga 3 Kali Berturut Turut
    Market

    BI Tahan Suku Bunga 3 Kali Berturut Turut

    23-09-2026 - 14.5503 Mins Read0
    bi tahan suku bunga 3 kali berturut turut

    faktual.news – Bank Indonesia (BI) kembali membuat keputusan strategis dengan mempertahankan suku bunga acuannya atau BI Rate di level 5,75 persen. Kebijakan ini menandai kali ketiga secara beruntun bank sentral mengunci tingkat suku bunga tersebut, menunjukkan komitmen kuat dalam menjaga stabilitas ekonomi nasional di tengah dinamika global yang penuh tantangan.

    Pengumuman penting ini disampaikan langsung oleh Gubernur BI Destry Damayanti usai Rapat Dewan Gubernur (RDG) yang berlangsung pada 22-23 September 2026. Selain BI Rate, suku bunga Deposit Facility juga tetap di angka 4,75 persen, sementara Lending Facility stabil di 6,50 persen. Langkah ini diambil untuk memperkuat fondasi perekonomian Indonesia agar tetap kokoh menghadapi berbagai gejolak.

    BI Tahan Suku Bunga 3 Kali Berturut Turut
    Gambar Istimewa : akcdn.detik.net.id

    Destry menjelaskan bahwa keputusan untuk tidak mengubah suku bunga ini merupakan bagian dari strategi komprehensif BI. Tujuannya jelas: menstabilkan nilai tukar Rupiah dari hantaman tekanan eksternal yang masih kuat, mengendalikan inflasi agar tetap dalam target 2,5% plus minus 1% untuk tahun 2026 dan 2027, serta terus mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan. BI juga aktif memperkuat kebijakan insentif untuk menarik arus modal asing dan memperdalam pasar uang serta valuta asing.

    Di kancah domestik, perekonomian Indonesia menunjukkan ketahanan yang patut diacungi jempol. BI memproyeksikan pertumbuhan ekonomi tahun 2026 akan berada dalam rentang 4,9 hingga 5,7 persen. Konsumsi rumah tangga menjadi salah satu penopang utama, didorong oleh berbagai stimulus fiskal pemerintah dan meningkatnya optimisme konsumen terhadap prospek pendapatan. Investasi juga terus menggeliat, terutama berkat dukungan signifikan dari investasi pemerintah.

    Namun, laju inflasi Indeks Harga Konsumen (IHK) pada Agustus 2026 sempat sedikit menanjak ke 3,19 persen secara tahunan, dari 2,88 persen di bulan sebelumnya. Kenaikan ini terutama dipicu oleh inflasi kelompok makanan bergejolak (volatile food) yang mencapai 4,06 persen. Meski demikian, inflasi inti tetap terjaga di level 2,92 persen, dan inflasi harga yang diatur pemerintah (administered prices) justru menunjukkan penurunan menjadi 3,32 persen. BI menegaskan akan terus memperkuat bauran kebijakan moneter, termasuk stabilisasi nilai tukar Rupiah, demi menjaga inflasi tetap terkendali.

    Kondisi global turut menjadi pertimbangan utama. Ketidakpastian pasar keuangan dunia masih membayangi, diperparah oleh meningkatnya tensi geopolitik di Timur Tengah yang sempat melambungkan harga minyak hingga US$132 per barel, sebelum kemudian mereda di bawah US$100. Pertumbuhan ekonomi global di tahun 2026 diperkirakan hanya sekitar 3 persen, sementara inflasi global justru melonjak hingga 4,6 persen. Situasi ini mendorong banyak bank sentral global, termasuk Federal Reserve AS, untuk memperketat kebijakan moneternya, dengan Fed Funds Rate (FFR) naik menjadi 3,75-4,00 persen pada September 2026.

    Dampak dari gejolak global ini terasa hingga ke nilai tukar Rupiah. Pada 22 September 2026, Rupiah tercatat melemah 0,78 persen secara point to point dibandingkan akhir Agustus, dengan posisi Rp17.855 per dolar AS. Menanggapi hal ini, BI terus mengoptimalkan instrumen moneter, termasuk intervensi di pasar valuta asing, untuk menjaga stabilitas mata uang Garuda.

    Di sektor perbankan, pertumbuhan kredit menunjukkan tren positif. Pada Agustus 2026, kredit tumbuh 13,65 persen secara tahunan, sedikit lebih tinggi dari 13,58 persen di bulan Juli. BI memperkirakan pertumbuhan kredit sepanjang tahun ini akan tetap berada dalam kisaran 8-12 persen, menandakan aktivitas ekonomi yang sehat.

    Ke depan, BI berkomitmen untuk terus memperkuat sinergi kebijakan moneter, makroprudensial, dan sistem pembayaran. Koordinasi erat dengan Pemerintah, Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK), serta seluruh pemangku kepentingan akan terus ditingkatkan demi menjaga stabilitas sistem keuangan dan mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan bagi Indonesia.

    Ikuti Kami di Google News
    Share.FacebookTelegramWhatsAppCopy Link
    Putrawan Dian
    Putrawan Dian

      kontributor Faktual News yang mengkhususkan diri dalam pelaporan kategori Market dan Ekonomi Makro. Ia menyajikan analisis mendalam mengenai pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG), nilai tukar Rupiah, dan kebijakan moneter yang memengaruhi pasar keuangan.

      Baca Juga

      Rupiah Tersungkur Parah Dolar AS Menggila

      24-09-2026 - 16.20

      Terkuak Jutaan Warga RI Tak Punya Rekening Bank

      24-09-2026 - 14.55

      Terkuak 8 Pangan Ini Bikin RI Tak Impor Lagi

      24-09-2026 - 14.20

      Terungkap! Ini Biang Kerok Logistik Indonesia

      24-09-2026 - 12.55

      Pendidikan Anak Longos Terancam Kini Terbantu

      24-09-2026 - 12.20

      Surabaya Banjir Diskon Haji Umrah Menggiurkan

      24-09-2026 - 10.55
      Add A Comment
      Leave A ReplyCancel Reply

      Recent Posts

      • Rupiah Tersungkur Parah Dolar AS Menggila
      • Terkuak Jutaan Warga RI Tak Punya Rekening Bank
      • Terkuak 8 Pangan Ini Bikin RI Tak Impor Lagi
      • Terungkap! Ini Biang Kerok Logistik Indonesia
      • Pendidikan Anak Longos Terancam Kini Terbantu

      Recent Comments

      Tidak ada komentar untuk ditampilkan.

      Archives

      • September 2026
      • Agustus 2026
      • Juli 2026
      • Juni 2026
      • Mei 2026
      • April 2026
      • Maret 2026
      • Februari 2026
      • Januari 2026
      • Desember 2025
      • November 2025
      • Oktober 2025
      • September 2025
      • Agustus 2025
      • Juli 2025
      • Juni 2025
      • Mei 2025
      • April 2025

      Categories

      • Dunia
      • Esports
      • Market
      • Olahraga
      • Sepakbola
      Faktual News
      • Home
      • Redaksi
      • Pedoman Media Siber
      • Privacy Policy
      • Disklaimer
      • Kontak
      • Tentang Kami
      © 2026 faktual.news | KR Network

      Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.