Close Menu
Faktual News

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    Waktu Indonesia Manfaatkan Bonus Demografi Menipis

    14-10-2026 - 05.55

    Misteri Ekonomi Abu-Abu di Indonesia

    14-10-2026 - 05.20

    Pemerintah Siapkan HP Gratis Untuk Bansos

    14-10-2026 - 02.55
    FacebookX (Twitter)Instagram
    Faktual NewsFaktual News
    • Home
    • Olahraga
      • Sepakbola
      • Esports
    • Dunia
    Trending
    • Waktu Indonesia Manfaatkan Bonus Demografi Menipis
    • Misteri Ekonomi Abu-Abu di Indonesia
    • Pemerintah Siapkan HP Gratis Untuk Bansos
    • Riyadh Lumpuh Akibat Serangan Rudal
    • Buruh Gelombang Besar Bakal Turun ke Jalan
    • Strategi Hilirisasi Dorong Ekonomi Indonesia
    • Status Kerja Karyawan PT Pos Jadi Sorotan
    • Penyebab Antrean BBM di Bali Terungkap
    Faktual News
    Home - Market - Rahasia Tersembunyi Industri Mineral RI
    Market

    Rahasia Tersembunyi Industri Mineral RI

    27-07-2026 - 05.2002 Mins Read3
    rahasia tersembunyi industri mineral ri

    faktual.news – Indonesia, dengan kekayaan mineralnya yang melimpah ruah, ternyata masih menghadapi tantangan besar dalam mengoptimalkan nilai tambah dari hasil tambangnya. Sebuah diskusi penting baru-baru ini menyoroti bagaimana hilirisasi di Tanah Air belum menyentuh tahap akhir, mengakibatkan potensi ekonomi yang belum tergarap maksimal dan ketergantungan pada impor material canggih.

    Forum Danantara’s Advanced Materials Industry Dialogue menjadi panggung bagi para pakar untuk membedah persoalan ini. Pusat Studi Hukum Energi & Pertambangan (PUSHEP) menegaskan bahwa Indonesia diberkahi dengan cadangan mineral strategis seperti nikel, tembaga, bauksit, timah, silika, hingga unsur tanah jarang. Sebagian besar mineral ini sudah diolah, misalnya nikel menjadi feronikel atau nikel sulfat, tembaga menjadi katoda, dan bauksit menjadi alumina.

    Rahasia Tersembunyi Industri Mineral RI
    Gambar Istimewa : akcdn.detik.net.id

    Namun, Direktur Eksekutif PUSHEP, Bisman Bhaktiar, mengungkapkan bahwa proses pengolahan ini baru sebatas produk setengah jadi. "Nilai tambah terbesar justru berada pada tahapan industri lanjutan dan produk akhir," ujarnya. Ini berarti Indonesia belum sepenuhnya meraup keuntungan dari harta karunnya sendiri.

    Kesenjangan serius terlihat pada industri antara (intermediate industry) dan material maju (advanced materials). Akibatnya, banyak komponen berteknologi tinggi yang vital bagi industri manufaktur strategis, seperti aluminium alloy, baja khusus, foil baterai, hingga magnet permanen, masih harus didatangkan dari luar negeri. Bahkan, komponen presisi seperti chip, transistor, PCB, sensor, hingga sistem manajemen baterai untuk kendaraan listrik juga masih sulit diproduksi di dalam negeri.

    Untuk mengejar ketertinggalan ini, pemerintah didesak untuk segera bertindak. Jaminan hukum, kepastian regulasi, serta insentif fiskal dan non-fiskal menjadi kunci untuk menarik investasi di sektor material maju. Selain itu, Bisman Bhaktiar menekankan pentingnya klausul transfer teknologi dalam setiap kerja sama dengan perusahaan asing, bukan sekadar suntikan modal. Pengembangan sumber daya manusia dan ekosistem industri berbasis mineral juga tak kalah krusial.

    Sebagai langkah awal, telah terjalin kerja sama strategis antara PT Mineral Industri Indonesia (Persero) atau MIND ID, PT LEN Industri (Persero), PT Krakatau Steel (Persero) Tbk, dan PT Perminas (Persero). Kolaborasi ini bertujuan mengoptimalkan pasokan dan penyerapan mineral kritis, mempercepat pembangunan industri material maju berskala besar di Indonesia, serta mendorong pertumbuhan ekonomi bernilai tambah tinggi melalui program-program ambisius seperti pengembangan mobil dan motor listrik nasional, industri dirgantara, maritim, pertahanan, dan ketenagalistrikan.

    Ikuti Kami di Google News
    Share.FacebookTelegramWhatsAppCopy Link
    Putrawan Dian
    Putrawan Dian

      kontributor Faktual News yang mengkhususkan diri dalam pelaporan kategori Market dan Ekonomi Makro. Ia menyajikan analisis mendalam mengenai pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG), nilai tukar Rupiah, dan kebijakan moneter yang memengaruhi pasar keuangan.

      Baca Juga

      Waktu Indonesia Manfaatkan Bonus Demografi Menipis

      14-10-2026 - 05.55

      Misteri Ekonomi Abu-Abu di Indonesia

      14-10-2026 - 05.20

      Pemerintah Siapkan HP Gratis Untuk Bansos

      14-10-2026 - 02.55

      Riyadh Lumpuh Akibat Serangan Rudal

      14-10-2026 - 02.20

      Buruh Gelombang Besar Bakal Turun ke Jalan

      13-10-2026 - 23.55

      Strategi Hilirisasi Dorong Ekonomi Indonesia

      13-10-2026 - 23.20
      Add A Comment
      Leave A ReplyCancel Reply

      Recent Posts

      • Waktu Indonesia Manfaatkan Bonus Demografi Menipis
      • Misteri Ekonomi Abu-Abu di Indonesia
      • Pemerintah Siapkan HP Gratis Untuk Bansos
      • Riyadh Lumpuh Akibat Serangan Rudal
      • Buruh Gelombang Besar Bakal Turun ke Jalan

      Recent Comments

      Tidak ada komentar untuk ditampilkan.

      Archives

      • Oktober 2026
      • September 2026
      • Agustus 2026
      • Juli 2026
      • Juni 2026
      • Mei 2026
      • April 2026
      • Maret 2026
      • Februari 2026
      • Januari 2026
      • Desember 2025
      • November 2025
      • Oktober 2025
      • September 2025
      • Agustus 2025
      • Juli 2025
      • Juni 2025
      • Mei 2025
      • April 2025

      Categories

      • Dunia
      • Esports
      • Market
      • Olahraga
      • Sepakbola
      Faktual News
      • Home
      • Redaksi
      • Pedoman Media Siber
      • Privacy Policy
      • Disklaimer
      • Kontak
      • Tentang Kami
      © 2026 faktual.news | KR Network

      Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.