Faktual.news – Upaya pemberdayaan ekonomi perempuan di daerah terus diperkuat melalui pendekatan yang lebih humanis dan menyeluruh. PT Permodalan Nasional Madani (Persero) atau PNM baru saja menggelar kegiatan Pengembangan Kapasitas Usaha (PKU) Akbar di Pontianak, Kalimantan Barat. Mengusung tema "Budaya Lestari, Usaha Berseri", acara ini tidak hanya fokus pada peningkatan keterampilan bisnis, tetapi juga menyentuh aspek kesejahteraan keluarga dan kelestarian lingkungan.
Dalam pelaksanaannya, PNM menyadari bahwa peran perempuan sering kali terbagi antara mengelola usaha dan mengurus rumah tangga. Oleh karena itu, PNM menghadirkan fasilitas khusus berupa area bermain anak atau mini daycare. Fasilitas ini memungkinkan para ibu nasabah untuk mengikuti seluruh rangkaian kegiatan pelatihan dengan tenang tanpa harus merasa khawatir meninggalkan anak mereka. Selain itu, tersedia pula layanan pemeriksaan kesehatan gratis untuk memastikan para pengusaha perempuan ini tetap dalam kondisi prima saat menjalankan aktivitas ekonomi.

Salah satu nasabah yang hadir mengungkapkan rasa syukurnya atas perhatian yang diberikan. Menurutnya, kehadiran fasilitas bermain anak dan layanan kesehatan sangat membantu dirinya dalam menyeimbangkan peran sebagai ibu rumah tangga sekaligus pengusaha. Dengan adanya dukungan tersebut, ia merasa kebutuhan ganda sebagai pendamping keluarga dan tulang punggung ekonomi dapat terpenuhi secara bersamaan.
Selain aspek kesejahteraan, kegiatan ini juga diisi dengan coaching clinic yang dirancang untuk memperkuat fondasi bisnis para nasabah. Melalui pendampingan intensif ini, para pelaku usaha mikro diberikan ruang untuk belajar, bertukar pengalaman, serta mendalami strategi pengelolaan usaha agar mampu naik kelas. Tema yang diangkat pun mengajak para nasabah untuk jeli melihat potensi lokal di sekitar mereka sebagai peluang bisnis yang menjanjikan.
Direktur Utama PT Permodalan Nasional Madani (Persero), Kindaris, menjelaskan bahwa Kalimantan Barat memiliki kekayaan budaya yang luar biasa. Ia berharap para nasabah dapat memanfaatkan keunikan daerah tersebut sebagai nilai tambah dalam produk mereka. "Kami ingin para nasabah terus berinovasi dengan mengangkat kearifan lokal agar usaha mereka memiliki daya saing tinggi dan memberikan dampak ekonomi nyata bagi keluarga," tutur Kindaris.
Tak hanya soal profit, PNM juga menyelipkan pesan edukasi lingkungan dalam acara ini. Melalui program pengelolaan sampah dan penukaran sampah dengan bibit tanaman, nasabah diajak untuk mulai menerapkan gaya hidup ramah lingkungan dalam keseharian mereka.
Semangat para nasabah Mekaar ini juga mendapat apresiasi tinggi dari Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), Maman Abdurrahman. Ia memuji ketekunan para perempuan yang telah bertahun-tahun bergabung dalam program Mekaar. Menurutnya, kegigihan mereka dalam menjaga keberlangsungan ekonomi keluarga adalah kunci utama dalam memperkuat ekonomi nasional dari akar rumput. Melalui sinergi antara pembiayaan, pendampingan, dan pemberdayaan, PNM berkomitmen untuk terus mengawal pertumbuhan usaha perempuan di seluruh Indonesia.


