Close Menu
Faktual News

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    LGI Tak Terbendung Raih Laba Fantastis

    25-08-2026 - 08.20

    Terkuak Trump Jual Meta Motorola Geger Bursa

    25-08-2026 - 05.20

    Harta Karun Rp1239 T Indonesia Dipelototi

    25-08-2026 - 02.20
    FacebookX (Twitter)Instagram
    Faktual NewsFaktual News
    • Home
    • Olahraga
      • Sepakbola
      • Esports
    • Dunia
    Trending
    • LGI Tak Terbendung Raih Laba Fantastis
    • Terkuak Trump Jual Meta Motorola Geger Bursa
    • Harta Karun Rp1239 T Indonesia Dipelototi
    • Tragedi Sade NTB Akankah Bangkit Lebih Megah
    • Pertamina Bikin Geger Industri Nasional
    • KPMG Pecat Ratusan Karyawan Skandal Rahasia Klien
    • Vietnam Bikin Kejutan Potong Pajak 30 Persen
    • Imigran Iran Ini Sukses Besar di AS Hartanya Rp197 T
    Faktual News
    Home - Market - Kementan Naikkan HAP Pedagang Ayam Telur Waswas
    Market

    Kementan Naikkan HAP Pedagang Ayam Telur Waswas

    07-07-2026 - 18.2103 Mins Read4
    kementan naikkan hap pedagang ayam telur waswas

    faktual.news – Kebijakan Kementerian Pertanian (Kementan) untuk menaikkan Harga Acuan Pembelian (HAP) ayam dan telur di tingkat peternak justru memicu kekhawatiran di kalangan pedagang pasar. Alih-alih menyambut gembira, para penjual di sejumlah pasar di Jakarta Timur justru cemas omzet mereka akan semakin tergerus di tengah daya beli masyarakat yang lesu.

    Kementan telah menetapkan HAP baru untuk ayam pedaging hidup sebesar Rp19.500 per kilogram dan telur ayam ras Rp24.000 per kilogram di tingkat peternak. Aturan harga baru ini dijadwalkan berlaku mulai 15 Juli 2026. Wakil Menteri Pertanian Sudaryono menjelaskan, langkah ini diambil pemerintah untuk menciptakan keseimbangan harga. Tujuannya agar peternak bisa meraih keuntungan yang layak, sementara masyarakat tetap dapat membeli pangan dengan harga terjangkau. "Tidak boleh ada pihak yang dirugikan. Peternak harus untung, namun konsumen juga tidak boleh terbebani," tegasnya dalam keterangan resmi pada Senin 6 Juli.

    Kementan Naikkan HAP Pedagang Ayam Telur Waswas
    Gambar Istimewa : akcdn.detik.net.id

    Namun, pandangan pemerintah ini tidak sejalan dengan realitas yang dihadapi pedagang di lapangan. Mereka merasa waswas, sebab penjualan saat ini saja sudah terbilang sepi, bahkan ketika harga masih relatif murah.

    Maman, seorang pedagang ayam pedaging di Pasar Penggilingan Jakarta Timur, mengungkapkan kekhawatirannya. Ia memprediksi, jika HAP di tingkat peternak naik, maka harga jual di pasar juga akan ikut terkerek, yang berpotensi makin menjatuhkan angka penjualan. "Saya beli ayam dari peternak sekitar Rp20 ribu sampai Rp21 ribu per kilogram, lalu saya jual Rp35 ribu per ekor dengan berat sekitar 1,5 kilogram. Kalau sekarang saja sudah sedikit yang beli, bagaimana nanti kalau harga sudah naik?" keluhnya saat ditemui pada Selasa 7 Juli.

    Situasi serupa dialami Andri, pedagang telur ayam ras di pasar yang sama. Baginya, fluktuasi harga dari pemasok adalah hal biasa. Saat ini, ia membeli telur dari pemasok seharga Rp23 ribu hingga Rp23.500 per kilogram, lalu menjualnya Rp25 ribu per kilogram. Andri menilai, daya beli masyarakat adalah faktor penentu utama. "Semuanya kembali ke kemampuan beli masyarakat saja," ujarnya. Ia menambahkan, jika harga dari pemasok naik, persaingan di pasar justru bisa berkurang.

    Andri menjelaskan, saat harga telur sedang murah seperti sekarang, banyak pedagang dadakan bermunculan, bahkan hingga ke warung-warung kecil pinggir jalan. Hal ini menyebabkan stok melimpah dan persaingan ketat. "Kalau harga lagi murah, banyak yang jual sampai ke warung-warung kecil, stok pasti banyak. Beda lagi kalau nanti harga naik, stok mereka cenderung sedikit, nah masyarakat larinya pada ke pasar," paparnya.

    Keresahan yang sama juga terdengar dari pedagang di Pasar Klender Jakarta Timur. Fajar, penjual ayam pedaging, khawatir penjualan akan anjlok jika harga dari pemasok meningkat. Ia bahkan berencana mengurangi stok harian untuk mengantisipasi penurunan pembeli. "Pastinya khawatir penjualan turun, apalagi kondisi ekonomi masyarakat juga lagi lesu. Nanti saya siasatinya mengurangi jumlah ayam yang saya jual tiap harinya," ungkap Fajar.

    Sementara itu, Raden, pedagang berbagai jenis telur di Pasar Klender, juga mengeluhkan penurunan penjualan telur ayam ras, meskipun harga dari peternak saat ini masih tergolong murah. "Walah, ini pasar saja cenderung sepi. Biasanya saya sehari bisa laku 20 sampai 25 kilogram, sekarang laku 15 kilogram saja sudah alhamdulillah," cerita Raden dengan nada pasrah. "Padahal harga telur lagi murah kan, tidak tahu deh ya nanti kalau sudah naik lagi. Harap-harap cemas saja saya mah," pungkasnya.

    Ikuti Kami di Google News
    Share.FacebookTelegramWhatsAppCopy Link
    Putrawan Dian
    Putrawan Dian

      kontributor Faktual News yang mengkhususkan diri dalam pelaporan kategori Market dan Ekonomi Makro. Ia menyajikan analisis mendalam mengenai pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG), nilai tukar Rupiah, dan kebijakan moneter yang memengaruhi pasar keuangan.

      Baca Juga

      LGI Tak Terbendung Raih Laba Fantastis

      25-08-2026 - 08.20

      Terkuak Trump Jual Meta Motorola Geger Bursa

      25-08-2026 - 05.20

      Harta Karun Rp1239 T Indonesia Dipelototi

      25-08-2026 - 02.20

      Tragedi Sade NTB Akankah Bangkit Lebih Megah

      24-08-2026 - 21.20

      Pertamina Bikin Geger Industri Nasional

      24-08-2026 - 18.20

      KPMG Pecat Ratusan Karyawan Skandal Rahasia Klien

      24-08-2026 - 14.20
      Add A Comment
      Leave A ReplyCancel Reply

      Recent Posts

      • LGI Tak Terbendung Raih Laba Fantastis
      • Terkuak Trump Jual Meta Motorola Geger Bursa
      • Harta Karun Rp1239 T Indonesia Dipelototi
      • Tragedi Sade NTB Akankah Bangkit Lebih Megah
      • Pertamina Bikin Geger Industri Nasional

      Recent Comments

      Tidak ada komentar untuk ditampilkan.

      Archives

      • Agustus 2026
      • Juli 2026
      • Juni 2026
      • Mei 2026
      • April 2026
      • Maret 2026
      • Februari 2026
      • Januari 2026
      • Desember 2025
      • November 2025
      • Oktober 2025
      • September 2025
      • Agustus 2025
      • Juli 2025
      • Juni 2025
      • Mei 2025
      • April 2025

      Categories

      • Dunia
      • Esports
      • Market
      • Olahraga
      • Sepakbola
      Faktual News
      • Home
      • Redaksi
      • Pedoman Media Siber
      • Privacy Policy
      • Disklaimer
      • Kontak
      • Tentang Kami
      © 2026 faktual.news | KR Network

      Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.