faktual.news – PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk GOTO akhirnya angkat bicara menanggapi kabar pemutusan hubungan kerja PHK massal yang mengguncang unit bisnis mereka Tokopedia. Langkah restrukturisasi karyawan ini disinyalir menyusul pengambilalihan mayoritas saham Tokopedia oleh raksasa media sosial TikTok. Desas-desus yang beredar menyebutkan bahwa PHK tersebut dapat menyentuh angka fantastis hingga 90 persen dari total karyawan.
Sebagai pemegang saham minoritas dengan kepemilikan 2499 persen di PT Tokopedia GoTo menyatakan penghormatan penuh terhadap setiap kebijakan yang diambil oleh manajemen Tokopedia terkait penyesuaian organisasi. Direktur GOTO Simon Tak Leung Ho menegaskan bahwa perseroan tidak akan menghalangi atau mengintervensi keputusan strategis tersebut.

GoTo optimistis bahwa gelombang PHK ini tidak akan memberikan dampak yang signifikan terhadap kinerja perseroan secara keseluruhan. Menurut GoTo efek dari PHK hanya akan terbatas pada laporan laba rugi bersih di entitas asosiasi dan ventura bersama. Pernyataan ini diperkuat oleh Tokopedia yang juga memastikan bahwa PHK tidak akan memengaruhi profitabilitas perusahaan maupun biaya layanan e-commerce yang diterima GoTo dari Tokopedia.
"Terkait aspek non-keuangan kami tidak memperkirakan adanya dampak material dari berita yang sedang ramai ini" tambah Simon menjelaskan posisi GoTo.
Isu PHK di Tokopedia pertama kali mencuat ke publik melalui unggahan akun Instagram @ecommurz. Akun tersebut mengklaim bahwa ByteDance induk usaha TikTok berencana untuk merumahkan sebagian besar karyawan Tokopedia dan hanya akan menyisakan sekitar 10 persen staf pada awal Juli 2026 mendatang.
Menanggapi spekulasi yang berkembang TikTok melalui juru bicaranya menjelaskan bahwa mereka tengah melakukan penyesuaian organisasi khususnya di divisi riset dan pengembangan. Langkah ini diambil sebagai upaya untuk mendorong pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan dan jangka panjang. "Kami sedang menyelaraskan struktur riset dan pengembangan kami pada area yang dapat menopang pertumbuhan bisnis komunitas kreator dan para penjual di platform kami secara berkelanjutan" ungkap juru bicara TikTok.


